Friday, 21 March 2014

A SHORT TRIP TO SURABAYA (2)

Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya.

Dalam rangka menghadiri acara pernikahan adikku di Bangil, kami keluarga yang tinggal di Jakarta tentunya tidak ingin melewati momen yang sangat berbahagia ini. Aku, Bapak, kakak, adik, kakak ipar dan dua keponakanku menyempatkan diri untuk hadir disela-sela kesibukan kami masing-masing. Bapak yang sudah membeli tiket lebih dulu dan berangkat lebih dulu dari pada anak-anaknya. Sedangkan aku, adik dan keluarga kakakku pergi keesokan harinya. Ada hal yang lucu atau mungkin aneh, kami pulang tidak bersama-sama. Acara pernikahan adikku diadakan tanggal 8 Maret 2014, adik dan kakakku sekeluarga kembali ke Jakarta pada tanggal 9 Maret, Bapak 10 Maret dan aku sendiri 11 Maret. Hehe..

Thursday, 20 March 2014

A Short Trip To Surabaya (1)

Naik Kereta Api  tuutt…tuut…tuutt…

Biasanya aku pergi ke luar kota seorang diri, tapi kali ini aku pergi bersama rombongan kecil. Aku pergi bersama kakak, adik, kakak ipar dan dua jagoan cilik yaitu keponakanku. Perjalanan kami menuju kota Surabaya untuk menghadiri pernikahan adikku yang paling bontot. Senang sekali perjalananku kali ini lebih ramai karena aku tidak sendirian, dan ini adalah kali pertama kami pergi ke luar kota bersama-sama. Kami pergi ke Surabaya dengan Kereta Api Ekonomi AC, begitulah yang tertera ditiket. Kami sudah membayangkan bahwa di kereta nanti kami tidak akan kepanasan karena ada AC nya, apalagi dua keponakanku yang sudah terbiasa menggunakan AC di rumah.

Wednesday, 19 March 2014

WHAT IS YOUR DREAM?

Sebagai manusia yang hidup di dunia ini, kita harus memiliki mimpi. Mimpi sangat penting sebagai penyemangat hidup. Ada istilah yang mengatakan jika hidup tidak memiliki mimpi apa bedanya dengan mati.
Mengutip kata-kata dalam buku fenomenal karya Andrea Hirata, Edensor, “Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”.

Semua orang bebas bermimpi apapun itu, karena Allah Maha Mengabulkan mimpi-mimpi kita. Pastinya dengan usaha yang sungguh-sungguh untuk meraihnya. Mimpi tinggalah mimpi jika kita tidak berusaha untuk mewujudkannya.

Thursday, 13 March 2014

HOW DO YOU CALL ME?



Assalamu’alaikum,,,

Mau kenalan nih, boleh kan? Seperti kata pepatah “Tak kenal maka Ta’aruf” hehe…
Saya yakin banyak dari kalian yang tidak mengetahui nama lengkap saya (siapalah saya ini #JustIgnoreIt). Walaupun kalian teman saya sejak SD/SMP/SMA atau kuliah, apalagi bagi yang baru kenal, banyak yang tidak tau nama lengkap saya Baiklah, perkenankan saya memperkenalkan diri.

Wednesday, 5 March 2014

Mohabbat





Cinta...

Mencoba menulis tentang cinta, namun akupun tak tau apa arti cinta.
Urusan cinta memang membingungkan. Namun banyak orang yang merasa senang terlibat didalamnya.

Cinta…
Mungkin  memang dapat membuat orang bahagia. Tapi dia juga dapat membuat orang sengsara. Benarkah?
Orang yang sedang merasakan getaran cinta dalam dirinya akan selalu memikirkan orang yang dicintainya. Begitukah?

Dia akan selalu menyebut namanya. Namanya akan selalu ada dalam pikirannya. Eehm…
Namun, taukah kau para pecinta? Orang yang namanya selalu ada dalam pikiranmu belum tentu sedang memikirkanmu juga.
Maka wahai para pecinta, janganlah menghabiskan energimu untuk memikirkan orang itu.

Cinta…
Walaupun aku tak tahu apa sebenarnya dirimu. Namun akupun dapat merasakan kehadiranmu.
Mengapa kau kirim namanya dalam pikiranku?
Aku tahu dia tidak seharusnya ada dalam pikiranku, tapi aku tidak bisa menghindarinya.
adakah diriku dalam pikirannya? Aku ragu…
Tapi cinta, aku menginginkannya. Aku menginginkan dirinya. Bolehkah aku meminta padaNya?

Cinta…
taukah kau kami tidak saling mengenal? Tapi mengapa dia selalu ada?
Kau begitu sempurna dimataku, tapi belum tentu dimata Nya.
Pergilah kau dari pikiranku. Jangan kau alihkan pikiranku dari Nya.
Jika tiba saatnya nanti, jika kita memang ditakdirkan untuk bersama. Kita pasti akan dipertemukan Nya.
Aku tak tahu apa kau dekat atau jauh entah dimana. Biarlah Dia yang menjagamu untukku.
Begitukah cinta? Aku tak tau…




Tuesday, 4 March 2014

Kajian Ust. YM

Bencana dan Musibah, Ujian? Teguran? Atau azab?

Bismillahirrahmaanirrahiim

Ingin menyampaikan kembali apa yang saya dapatkan dari kajian bersama ustadz YM di Masjid Istqlal pada tgl 23 Pebruari 2014. Semoga saya dapat menyampaikan dengan tepat sesuai dengan yang ustadz YM sampaikan. Maafkan ya Allah jika ada kekhilafan. Semoga bermanfaat untuk teman-teman yang membacanya.

Pepatah mengatakan “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya”. Jadi jika ingin ilmu itu melekat dalam diri kita, maka sebaiknya tulislah apa-apa ilmu yang sudah kita dapatkan.

Bulan kedua saya mengikuti pengajian rutin ustadz YM di Masjid Istiqlal. Pada kesempatan kali ini ustadz membawakan tausiyah dengan tema bencana atau musibah. Memang saat ini negeri kita Indonesia tercinta sedang dilanda berbagai macam musibah dibebepara wilayah. Banjir yang belum usai di Ibu Kota, Gunung Kelud yang meletus di Jawa Timur dan beberapa gunung berapi lainnya dibeberapa daerah yang juga sedang erupsi.

Ustadz YM membuka ceramah dengan mengajak jamaah untuk membuka surat At-Takwir dan membaca bersama-sama beserta terjemahannya. Membaca surat At-Takwir membuat saya sadar bahwa Allah sedang menurunkan azabnya pada kita. Ust. YM mengatakan bahwa “bencana dan musibah yang menimpa negeri kita ini bukan semata-mata teguran dari Allah, tapi ini adalah azab Allah yang diturunkan pada kita”.
Teman, bukalah Al-Qur’an surat At-takwir dan bacalah. Betapa musibah dan bencana dapat dengan mudah Allah turunkan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Kita semua pasti tau bahwa kekuatan Allah sangat dahsyat tak ada yang bisa menahannya. Musibah dan bencana dapat menimpa siapa saja, baik dia orang mukmin maupun kafir.

Meletusnya Gunung Kelud bukan semata-mata kesalahan warga yang tinggal disekitarnya saja, tapi ini adalah dosa kolektif kita semua yang ada diberbagai daerah di Indonesia. Apakah kita siap menghadapi bencana yang datang tiba-tiba? Maka sahabat marilah kita taubat, perbanyak ibadah, dzikir dimana pun berada, sholawat setiap saat. Setidaknya jika bencana datang menghampiri kita dalam keadaan mengingat Allah.

Ust. YM juga berkata, setiap bencana terjadi kebanyakan yang kita tanyakan adalah “debunya sampai mana?” “banjirnya setinggi apa?” seharusnya kita ganti pertanyaan kita dengan, siapa yang tidak sholat malam semalam? siapa yang tidak sholat berjamaah di masjid? siapa yang tidak sedekah kemarin? sehingga membuat Allah murka dan menurunkan azabnya pada kita.

Lihatlah kedalam diri kita sendiri, hisablah diri kita, kemaksiatan apa yang sudah kita perbuat selama ini sehingga membuat Allah murka. Bagi yang laki-laki sudahkah kalian sholat subuh berjamaah di Masjid? Yang wanita sudahkah kalian menutup aurat dengan sempurna? Tahajud? Dhuha? Sedekah? Sudahkah kita mengamalkan itu semua?

At-takwir ayat 6: “Dan apabila lautan dipanaskan”. Terbayangkah oleh kita jika laut dipanaskan? Apa yang terjadi jika kita mencelupkan tangan kedalam panci yang berisi  air panas yang baru saja mendidih, sanggupkah kita merasakan pedihnya? Itu baru air didalam panci, tak ada artinya jika dibandingkan dengan laurtan yang dipanaskan, Masya Allah betapa pedihnya, betapa mengerikannya. Mungkin hanya orang yang tidak waras yang mau mencelupkan jarinya kedalam air yang mendidih. Begitupun dengan perbuatan dosa, ust. YM bilang kalau kita berani berbuat dosa berarti kita sedang tidak waras.

Bagi para laki-laki yang tidak melaksanakan sholat subuh berjamaah di Masjid, ingatlah perjuangan Salman Al-Farisi yang tinggal sangat jauh dari Al-Quds tetapi dia tidak pernah meninggalkan sholat malam disana. Sedangkan suhu disana sangat dingin sampai menusuk tulang. Sementara di Negara kita masjid tersebar dimana-mana (walaupun kata ust YM masjid kita sudah banyak berkurang karena penggusuran), suhu di Negara kita pun masih sanggup kita hadapi. Jadi halangan apa yang membuatmu tidak pergi sholat jamaah di Masjid?

Teman tahukan kalian berapa jumlah Muslim di Indonesia? Kalian pasti akan menjawab 80% atau 90%. Tapi sayang sekali jawaban kalian salah. Menurut penelitian salah satu Universitas di Australia Islam di Indonesia hanya 15% saja. Kaget? Ya, saja juga sempat kaget dengan pernyataan itu. Tapi jumlah ini adalah jumlah yang sebenarnya, apa ukurannya? Yaitu mereka umat Islam yang benar-benar menjalankan agamanya dengan baik. Mereka yang mengaji, mereka yang sholat berjamaah di Masjid, dan mereka yang menjalankan syari’at Allah itulah umat muslim sesungguhnya, dan hanya 15% jumlahnya di Indonesia. Pertanyaan kita selanjutnya kemana sisanya yang 80% itu? Apakah kita termasuk yang 80% atau 15%? Hanya diri sendirilah yang tau jawabannya.

Selain menyampaika tausiahnya tentang bencana dan musibah ust. YM juga menyampaikan nasihatnya tentang mimpi.
Mimpi, semua oang pasti punya mimpi yang ingin diraihnya di dunia ini. Apa sih mimpi kalian? Ingin punya rumah? Ingin punya pekerjaan bagus? Ingin dapat jodoh? Ingin jadi pengusaha? Semua itu mudah sekali untuk diraih, dengan syarat JANGAN DITOLAK. Ya itu adalah rumus meraih mimpi dari ust. YM.

Apa maksudnya?

Jangan menolak apa-apa kebaikan yang datang pada diri kita. Misal, kamu seorang lulusan tehnik computer dan masih menganggur, kemudian datang seorang teman yang menawarkan pekerjaan sebagai security, JANGAN DITOLAK. Jalani saja, ambil saja kesempatan itu. Karena kalau kamu menolaknya, kamu tidak akan mendapat apa-apa. Sedangkan kamu tidak tahu jalan mana yang akan mengantarmu menuju mimpimu.
Satu contoh lagi, jika ada orang yang datang melamarmu, JANGAN DITOLAK. Toh belum tentu jadi dengan orang itu. Tapi jika kamu menolaknya, kamu tidak akan mendapatkan apa-apa, karena kamu tidak tahu jalan mana yang akan mengantarmu menuju mimpimu. Apapun itu DO NOT IGNORE IT!

Yah walaupun terdengar agak bagaimana….gitu ya, namun ustadz bilang “Teruslah bermimpi, ikuti jalur yang Allah berikan. Karena kita tidak tahu dari titik mana Allah mengabulkan mimpi kita”.
----
Demikianlah sedikit ilmu yang saya dapat dari kajian rutin bulanan ust.YM di Masjid Istiqlal. Semoga Allah memaafkan kekhilafan yang ada dan semoga bermanfaat buat teman-teman yang membacanya. Sehingga dapat menambah keimanan kita kepada Allah SWT. Aamiin.
Pesan saya, cari, pelajari dan amalkanlah ilmu agama sebagai bekal kita menghadapNya, dengan cara datang ke kajian-kajian, membaca buku-buku agama dan berteman dengan orang-orang saleh agar kita dapat belajar darinya. Sipakan amal terbaik yang dapat kita bawa di hari akhir nanti.


Jadikan Buku Benda Favorit Anak

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan menghadiri sebuah seminar dengan tema “Sosialisasi Pembudayaan Kegemaran Membaca”. Sa...