Wednesday, 29 October 2014

Ban Kempes? Cuek aja!


Bagi teman-teman yang hidup di kota metropolitan Jakarta pasti tidak asing lagi dengan angkutan umum yang namanya “metro mini”. Yups, angkutan dengan warna cerah mencolok ini banyak bertebaran seantero Jakarta. Sebagai salah satu angkutan umum “favorit”, metro mini ini banyak sekali peminatnya, mulai dari anak sekolah, mahasiswa, karyawan, pedagang, bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak sampai orang tua, semuanya naik metro mini, termasuk aku, hehe.


Sebenarnya agak kurang tepat sih kalau disebut angkutan “favorit”. Aku juga tidak setuju, tapi karena satu dan lain hal, alias tidak ada alternative angkutan lain yang lewat dekat tempat tinggalku di daerah Condet, yang ada hanya angkutan dengan corak merah-oranye yang meyala, terpaksalah aku menggunakannya sebagai alat transportasi yang selalu menemani perjalananku di Kota ini,,,#eaa…kalau saja ada angkutan yang lain yang dapat aku gunakan, metro mini akan jadi nomor kesekian yang akan aku pertimbangkan untuk menggunakannya.

Saturday, 25 October 2014

Europe Attack

What? Destination Europe? Mauuuuu…..

Reaksi pertama ketika melihat pesan WA dari Mba Dipi yang ngajak aku ke pameran Destination Europe, seneng bangeett,,,,so excited :D


Langsung aja aku iyakan, hehe. Mba Dipi dapat tiket gratis untuk ke pameran itu, dan dia mengajakku untuk menemaninya, karena dia punya 2 tiket. Aah, senangnya…makasih Mba Dipi udah inget sama aku ^_^
Pameran ini berlangsung 2 hari, 18-19 Oktober 2014 di Balai Kartini. Pameran tentang travel dan budaya Eropa. Kami pergi di hari ke-2, 19 Oktober 2014. Sampai di lokasi tidak lupa kami narsis dulu di depan entrance door, hehe. O iya, Mba Dipi dapat tiket gratis ini dari teman kerjanya. So, kita harus nunggu dia dulu, karena tiketnya masih dipegang sama temannya itu. Di ruang loket pembelian tiket sudah banyak orang yang antri untuk membeli tiket. Tiketnya murah lho, hanya Rp.10rb saja.

Friday, 17 October 2014

When In Jogja (2): Enjoy Jogja

Yang belum baca "When In Jogja (part 1)" baca disini ya http://nulisajayuk.blogspot.com/2014/10/when-in-jogja.html

Day 1 in Jogja

Kereta sampai di stasiun Yogyakarta pukul 5 pagi. Aku langsung menuju masjid untuk menunaikan sholat subuh terlebih dahulu. Sedangkan kakakku yang menggunakan bus belum tiba di Jogja. Akhirnya aku menunggu sebentar di stasiun. Tiba-tiba kakakku telpon, dan dia mengatakan bahwa ada temannya yang menjemputku di stasiun. Aku mencari-cari orang yang dimaksud keliling stasiun tapi tak kunjung menemukannya. Akhirnya aku berhenti mencari dan duduk saja di dekat pintu keluar sambil melihat-lihat interior stasiun Jogjakarta yang bagus dan sangat menarik. Pengunjung stasiun masih sepi pagi itu, tidak banyak orang yang lalu lalang. Dan sepertinya aku melihat orang yang kelihatannya sedang mencari-cari seseorang. Aku ragu apakah orang itu yang diutus untuk menjemputku atau bukan, hehe. Dari cirri-ciri yang disebutkan kakakku, sepertinya dia adalah orangnya. AKu beranikan diri untuk bertanya, dan Alhamdulillah ternyata benar dia adalah teman kakakku namanya Pak Idris yang tinggal di Jogja dan akan menemani kami selama berlibur di Kota ini.

Wednesday, 15 October 2014

WHEN IN JOGJA



 Kota Impian

Sejak lama aku memang suka banget traveling atau jalan-jalan. Tapi perjalananku hanya seputar Jakarta, Bogor dan Bandung. Tidak pernah lebih jauh dari itu. Mimpiku adalah bisa berkunjung ke tempat-tempat wisata yang terkenal diseluruh Indonesia. Namun aku tidak tahu bagaimana cara mewujudkan mimpi itu. Sampai pada suatu hari bulan Juli 2011 aku pergi traveling ke tempat yang lebih jauh dari Bandung, yaitu Jogjakarta, salah satu kota di Indonesia yang sangat ingin aku kunjungi.

Entah mengapa sejak dulu aku ingin sekali mengunjungi kota Gudeg ini. Mungkin karena sering melihat liputan di TV mengenai kota ini. Dan aku melihat Jogjakarta adalah kota yang nyaman dan asik untuk liburan. Ditambah lagi aku sangat suka dengan lagu KLA PROJECT yang berjudul Jogjakarta. Mendengar lagu itu semakin membuatku merasa kalau aku akan berada disana secepatnya. Dan Alhamdulillah mimpiku untuk mengunjungi kota ini akhirnya terwujud.

Friday, 10 October 2014

Menelusuri Lautan Ide Menulis Buku





Judul Buku    : 200 Ide Gila Menulis Buku
Penulis         : Dewanto Nugroho
Penerbit        : Grafidia, 2008
Tebal            : 197 Halaman


Anda suka menulis? Punya cita-cita menjadi penulis tapi kesulitan mendapatkan ide untuk menulis adalah masalah bagi banyak penulis pemula. Jangankan penulis pemula, penulis senior pun tidak jarang masih memiliki masalah yang sama. Oleh karena itu, syarat untuk menjadi penulis tidak lain tidak bukan adalah banyak-banyak membaca. Membaca menjadi syarat wajib bagi penulis karena dengan membaca dapat memunculkan ide-ide baru untuk membuat sebuah tulisan.


Buku ‘200 Ide Gila Menulis Buku’ ini menyediakan berbagai ide menulis yang sangat beragam dan tidak disangka-sangka kalau ide itu akan muncul sebelumnya. Berbagai ide kreatif disajikan dalam buku ini, mulai dari ide yang sangat sederhana sampai yang menantang dapat kita temui disini. Banyak ide-ide yang sebelumnya sama sekali tidak terpikirkan oleh kita untuk dibuat sebuah tulisan. Sebut saja misalnya jalan tikus yang banyak bertebaran di kota Jakarta. Fenomena kota Jakarta dengan kemacetan yang parah sudah menjadi santapan sehari-hari warga kota ini. Dalam kemacetan tersebut banyak orang yang mencari jalan tikus yang dapat mereka lalui agar terhindar dari kemacetan. Jalan-jalan tikus ini dapat kita jadikan sebuah tulisan yang bermanfaat untuk para pengguna jalan yang ingin segera sampai ke tempat tujuan tanpa merasakan kemacetan yang tak berujung.


Namun dengan banyaknya ide yang disajikan membuat seolah-olah beberapa ide ditulis berulang-ulang, karena ada beberapa ide yang sebenarnya mirip satu sama lain. Selain itu ada juga ide-ide yang kurang pantas untuk dibuat tulisan. Meskipun demikian, tidak semua ide dapat kita terapkan dalam tulisan kita. Itu semua tergantung dari penulis, ide apa saja yang menarik yang akan mereka tulis sesuai dengan selera masing-masing.


Dengan membaca buku ini, secara spontan akan muncul ide-ide lain dalam pikiran kita yang tidak tercantum dalam buku ini. Saya sendiri pun mengalaminya. Ada beberapa ide yang terlintas dalam pikiran saya untuk membuat sebuah tulisan ataupun buku. Buku ini sangat cocok bagi penulis pemula untuk memancing ide jika mengalami kesulitan mencari ide untuk menulis. Mulailah menelusuri lautan ide dalam buku ini dan segeralah menuliskannya.


Selamat membaca ^_^






Jadikan Buku Benda Favorit Anak

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan menghadiri sebuah seminar dengan tema “Sosialisasi Pembudayaan Kegemaran Membaca”. Sa...