Monday, 29 December 2014

Jangan Ada Lagi Kesal Saat Menunggu

Hampir semua orang mengalami hal yang tidak mengenakan terkait “menunggu”. Siapapun yang ditanya mengenai hal yang satu itu pasti akan menjawab bahwa menunggu adalah suatu hal yang membosankan, menyebalkan, bahkan sampai marah-marah jika menunggu sesuatu yang begitu lama. 

Saturday, 27 December 2014

Tentang Hujan: I love Raining



Hujan itu dingin, basah, banjir, becek, bocor, macet, jemuran ga kering, males, cuaca yang mendukung untuk tidur, dll. Itulah kira-kira persepsi banyak orang tentang hujan. Jika hujan turun, biasanya secara spontan kita akan bergumam, “Yaah,,hujan”, “Aduh, hujan lagi. Alamat banjir nih”, “Duuh hujan, males kerja”, “Asik hujan,,tidur lagi ah,,” dan komentar-komentar lain yang bernada negatif.
 
Mengapa kita merespon negatif pada turunnya hujan, padahal hujan itu rahmat yang Allah turunkan untuk makhluk-Nya di bumi?

Saturday, 20 December 2014

Kalian Suka Baca? Selamat ya





Kalian setuju tidak kalau minat baca di Indonesia itu rendah?

Terlepas dari setuju atau tidak, menurut hemat saya memang minat baca di Indonesia masih rendah. Hal ini tidak bisa disamaratakan untuk semua orang, tapi faktanya orang-orang disekitar saya sendiri mengaku malas atau tidak ada waktu untuk kegiatan yang satu itu.

Kehidupan di kota Jakarta yang begitu dinamis membuat warganya seolah berpacu oleh waktu. Pekerjaan yang sangat menyita waktu dan tenaga menjadikan mereka seperti robot yang pergi pagi pulang malam. Senin sampai Jumat, tidak sedikit yang bekerja sampai Sabtu bahkan Minggu. Jadwal yang begitu padatnya mmbuat mereka mengesampingkan kegiatan membaca.

Friday, 19 December 2014

Burung Kecil Aja Bisa. Kamu?


Teman, lihat deh gambar di atas! Apa yang ada dalam pikiran kalian ketika melihat gambar itu?

Seekor burung yang memungut kaleng minuman kosong yang tergeletak di jalan dengan menggunakan  paruhnya, lalu memasukkannya ke dalam tong sampah.

Saya bertanya-tanya, koq bisa ya seekor burung kecil melakukan hal itu? Padahal manusia aja belum tentu bisa melakukannya. Saya tau dan sadar sekali bahwa yang menggerakkan dan membuat burung itu melakukan hal tersebut adalah kuasa Allah Swt.

Wednesday, 17 December 2014

Bangkitkan Pesona Museum

“Sepanjang perjalanan Levi menekuk wajahnya, diam tiada kata, menatap kosong ke luar jendela mobilnya, menengok jam ditangan yang tidak beranjak dari angka sepuluh. Dia memang tidak terlalu antusias dengan ide ayahnya pada liburan kali ini yang memang selalu menerapkan tema liburan bagi anak-anaknya. Dan tema kali ini adalah museum.”

Apakah kalian termasuk pribadi seperti Levi yang menganggap museum itu membosankan? Jika pertanyaan itu ditujukan padaku, aku akan menjawab dengan mudah. Ya. Jujur saja bagiku museum memang membosankan, sepi, gelap, sangat tidak menarik. Kalian juga pasti merasa seperti itu, iya kan? Ya memang tidak semua orang begitu. ada sebagian orang yang senang berkunjung ke museum. Namun tidak sebanding dengan yang tidak menyukainya.

Tuesday, 16 December 2014

Creative Writing Workshop: Travel Blog Writer and Photography

Masih dalam rangka acara Festival Pembaca Indonesia yang diselenggarakan pada tangga 6-7 Desember 2014 lalu. Salah satu rangkaian acaranya adalah Creative Writing Workshop. Kali ini aku akan berbagi sedikit ilmu yang didapat dari acara Creative Writing Workshop: Travel Blog Writer and Photography.

Saat ini travelling menjadi begitu popular di masyarakat kita. Kita dapat dengan mudah melakukan perjalanan baik dalam negeri maupun luar negeri. Penyebab dari populernya travelling saat ini adalah adanya kemudahan-kemudahan yang ditawarkan, mulai dari murahnya harga tiket pesawat, booking penginapan yang mudah, tempat-tempat wisata yang semakin banyak dan bervariasi, dll. Kemudahan-kemudahan tersebut didukung pula oleh perkembangan teknologi yang begitu pesat terutama pada perkembangan teknologi informasi. Informasi-informasi yang berseliweran dapat dengan mudah kita dapatkan melalui internet.

Wednesday, 10 December 2014

Creative Writing Workshop: Menulis Resensi Dari Hati

Ada dua workshop yang aku hadiri pada Sabtu, 6 Desember 2014 dalam rangka acara Festival Pembaca Indonesia. Workshop pertama bertajuk “Menulis Resensi Dari Hati” dan yang kedua “Travel Blog Wroter and Photography”. Aku akan sedikit berbagi apa yang aku dapat dari kedua workshop tersebut. Namun aku akan membuatnya menjadi dua tulisan yang terpisah. 

 “Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Maka ikatlah ilmu dengan menuliskannya”. (Imam Syafi’i)

Sunday, 7 December 2014

Pembangkit Mood Hari Ini

Foto Booth Festival Pembaca Indonesia
Selalu bergairah kalau sudah menyangkut masalah buku dan nulis. Pameran buku, festival baca, seminar dan workshop menulis adalah hal-hal yang selalu aku tunggu-tunggu. Informasi mengenai acara-acara tersebut banyak aku dapat dari berbagai sumber, seperti social media, facebook, twitter, website, iklan, spanduk, banner. Selain dari sumber-sumber tersebut, aku juga mendapatkan info dari orang-orang terdekat, saudara, kerabat dan teman-teman.

Seperti hari ini, aku hadir di acara Festival Pembaca Indonesia yang diselenggarakan oleh Goodreads Indonesia yang berlangsung tanggal 6-7 Desember 2014 di Museum Nasional Jakarta. Aku dapat info acara ini dari kerabatku Mba Dipi. Sayang sekali Mba Dipi agak kurang sehat hari ini, rencana kami pergi bersama batal. Tetap semangat walaupun sendirian, hehe.
Tema acara ini adalah Reading is happiness. Aku sangat setuju dengan tema yang diusung acara ini. Karena untuk merasa bahagia itu sangat simple sebenarnya, cukup baca buku yang kamu suka maka bahagia akan menyapamu. Setidaknya itu yang aku rasakan.

Banyak kegiatan yang dapat diikuti dalam acara Festival Pembaca Indonesia ini, seperti pameran buku, workshop menulis, nonton film, kids corner, launching buku dan berbagai kegiatan komunitas yang berkaitan dengan membaca.

Kids Corner
Writing Workshop
”Menulis Resensi dari Hati” dan “Travel Blog Writer” adalah dua acara creative writing workshop yang aku ikuti hari ini. Kedua tema itu sangat menarik buatku, terutama tentang travel writer. Senang sekali dapat hadir dalam workshop tersebut dengan nara sumber yang kompeten dibidangnya. Menambah wawasan dan membuka pikiran untuk lebih baik lagi dalam menulis.

Selain dua tema workshop tersebut diatas, sebenarnya masih ada workshop menulis lain dengan tema yang tidak kalah menariknya. Ingin rasanya mengikuti seluruh rangkaian acara yang ada. Tapi itu tidak mungkin, hiks.
O ya, ada satu booth yang menawarkan penukaran buku. Jadi kita dapat menukar buku lama kita dengan buku-buku lain yang kita inginkan. Tapi sayang sekali aku tidak bisa berpartisipasi dalam kegiatan satu ini. Pasalnya aku tidak mendapatkan informasi ini sebelumnya, jadi aku tidak bisa menukar buku lamaku.


Quote Spot

Bagi para pengunjung festival yang ingin memberikan komentar tentang acara ini, disediakan spot khusus yang bisa digunakan untuk menulis komentar semacam mading lengkap dengan lembar notes post-it aneka warna dan sepidol untuk menulis. Temple tulisan kalian dimading yang telah disediakan. Ide ini lumayan seru, karena kita bisa menuliskan kesan-kesan, perasaan, pesan, saran dan kritik disana. Dan banyak para pengunjung yang menuliskan pesannya, termasuk aku, hehe.


Comment Board

Secara keseluruhan, acara ini benar-benar membangkitkan mood-ku. Senang, antusias, bahagia dapat aku rasakan hari ini diacara Festival Pembaca Indonesia. Sampai saatnya pulang pun masih terasa kebahagiaannya, hehe.

Friday, 5 December 2014

Be Wise!


Baru saja aku melihat video yang ada di facebook. Video itu berisi tentang laporan/liputan  seorang warga Negara Amerika tentang rokok. Melihat video itu membuatku malu sebagai WNI. Pasalnya dalam video tersebut diperlihatkan industry rokok yang berkembang sangat baik di Indonesia. Parahnya lagi para perokok itu banyak dari kalangan anak-anak muda, bahkan anak kecil yang berusia kurang lebih 5 tahun. Dalam video itu diperlihatkan anak  tersebut sedang asik merokok sambil memainkan asap rokok yang dia ciptakan layaknya orang dewasa dan ditonton oleh orang-orang dewasa disekelilingnya. Dan itu terjadi di Indonesia. Berita tentang bocah perokok ini sudah sampai ke luar negeri. Banyak liputan berita luar negeri yang meliput bocah perokok ini.. Ah, betapa memalukan!

Gemari Karyanya, Jangan Penulisnya!

Saya jarang sekali baca novelnya Tere Liye. Novel pertama karya beliau yang saya baca adalah "Bidadari Bidadari Surga" dan itu su...