Tuesday, 23 June 2015

Menemukan Mas Gagah

Dukung Film KMGP
Kisah Ketika Mas Gagah Pergi sedikit banyak ceritanya mirip dengan kisahku. Sejak aku duduk di bangku SMP, kakakku sudah menyuruhku untuk memakai jilbab. Bukan hanya kakakku tapi juga ibuku turut mendesak untuk memenuhi perintah Allah Swt itu. Tapi waktu itu aku tidak mengindahkan keinginan mereka. Entah mengapa aku merasa malu jika harus memakai jilbab ke sekolah. Pasalnya teman-teman tidak ada yang mengenakan pakaian takwa itu. Sebenarnya bukan tidak ada sama sekali, tapi sedikit sekali yang menggunakannya, bisa dihitung dengan jari, mungkin sekitar satu atau dua anak saja yang mengenakannya. Meski begitu kakak dan ibuku tetap sabar dan terus berusaha untuk mengingatkanku.

Thursday, 11 June 2015

Siapa Temanmu?

Guys, berteman itu jangan pilih-pilih. Eits, kata siapa? Justru berteman itu harus pilih-pilih. Pilihlah teman yang baik-baik agar kita tertular kebaikannya. Pilh teman yang solih agar kita tertular kesolihannya. Pilih teman yang pintar agar kita tertular kepintarannya (tapi kalau gak pernah belajar, ya jangan harap bisa pintar, hehe).

Ingat! Berteman dengan penjual minyak wangi akan kecipratan wanginya. Berteman dengan pandai besi akan kecipratan apinya. So, mau berteman dengan penjual minyak wangi atau pandai besi? The choice is yours.

Eh, tapi ada nih yang bilang kalau berteman dengan orang tidak baik justru akan menjadi ladang dakwah kita agar teman kita itu berubah menjadi baik. Jangan pede dulu guys. Kalau iman kita belum kuat, jangan coba-coba deh. Yang ada nanti, bukannya teman kita yang berubah menjadi baik malah kita yang ikutan dia jadi gak baik. Bahaya kan urusannya kalau begitu?

Nabi Isa ‘alaihissalam pernah bilang gini, “Bertemanlah dengan orang-orang yang pemikirannya dapat membuat kamu selalu ingat kepada Allah, dengan orang yang perkataannya dapat membuat gairah ibadahmu meningkat dan dengan orang yang amalannya dapat memperdalam kecintaanmu terhadap akhirat.”

Nah, teman yang kayak gitu tuh yang wajib kita temenin, hehe. Berteman dengan orang solih insyaa Allah akan membawa kita menuju kesolihan. Ingat gak doa orang tua kita dulu sewaktu kita kecil? Kedua orang tua kita selalu mendoakan agar kita menjadi anak yang solih dan solihah. Doa orang tua itu akan terwujud salah satunya dengan berteman dengan orang-orang solih. Masa sih kita gak mau mewujudkan doa dan harapan orang tua?

Terus juga dalam memilih teman jangan pilih-pilih guys. Lho kok beda sama pernyataan di atas? Katanya harus pilih-pilih teman, eh sekarang disuruh jangan pilih-pilih? Jadi yang mana yang benar? Hehe. Maksdunya jangan pilih-pilih teman gini ya. Misalnya kita hanya mau berteman dengan mereka yang anak orang kaya saja atau kita cuma mau berteman dengan mereka yang cantik dan ganteng saja. Nah, yang kayak gitu jangan dijadikan patokan dalam memilih teman. Bertemanlah dengan siapa saja, miskin atau kaya, cantik atau tidak, pintar atau tidak. Semua boleh kok jadi teman kita.

Yang harus dijadikan patokan dalam memilih teman adalah berdasarkan tingkat kesolihannya, pemahaman agamanya dan kedekatannya kepada Allah. Seperti kata ulama nih guys, “Bertemanlah dengan salah satu dari dua macam orang ini. Pertama, orang yang dapat mengajarkan urusan agama kepadamu sehingga kamu dapat mengambil manfaat darinya. Kedua, orang yang mau belajar darimu tentang urusan agamanya.”

Nah, gimana guys, udah tau kan sekarang bagaimana memilih teman yang baik? Jadi, siapa temanmu?
 

#NulisRandom2015 #Day9




Monday, 8 June 2015

Mau Kirim Naskah Ke Media? Simak Dulu Tips Ini

Tips mengirim naskah ke media dari Bang Palris Jaya, seorang cerpenis yang karyanya sudah malang melintang di berbagai media.

1. Tentukan jenis majalah yang akan dituju. Jika kamu ingin mengirim naskah ke majalah remaja misalnya, buatlah konflik semenarik mungkin yang terjadi dalam kehidupan khas remaja.

2. Jangan terlalu memaksakan idealisme pribadi untuk dimasukkan ke dalam cerita. Buatlah cerita sesuai dengan karakter media yang di tuju.

3. Cukup kirim satu naskah ke satu media. Jangan mengirim satu naskah yang sama ke media-media yang berbeda.

4. Biasanya media yang professional akan mengabarkan apakah naskah kita diterima atau tidak melalui pemberitahuan via e-mail. Namun ada juga media yang tidak mengabarkan mengenai hal ini. Jadi di sini penulislah yang harus aktif bertanya. Bisa bertanya via e-mail, telpon atau datang langsung ke penerbit.

5. Batas waktu diterima atau tidaknya naskah adalah 3 bulan. Jika setelah tiga bulan tidak ada kabar, penulis boleh menarik naskahnya dari media tersebut. Nah, penarikan naskah pun harus ada pemberitahuan dari penulis ke media bahwa naskah yang dikirim akan ditarik. Kirim e-mail ke media yang bersangkutan yang menyatakan bahwa naskah akan ditarik. Setelah naskah ditarik, penulis boleh mengirimkannya lagi ke media yang berbeda.

6. Alangkah lebih baik mengirim naskah dalam dua versi. Versi print out dan e-mail. Karena ada beberapa editor yang malas membaca naskah via e-mail.

7. Jika mengirim naskah via e-mail, penulis dapat melakukannya sebanyak tiga kali. Jaga-jaga kalau e-mail tidak masuk ke redaksi.

8. Yang paling penting dari semua poin di atas. Sebelum mengirim naskah pastikan tehnik penulisan sudah sesuai dengan EYD. Ada beberapa editor yang sangat tegas mengenai hal ini. Jadi meskipun penulis merasa tulisan sudah bagus, tapi kalau tehnik penulisan masih banyak kesalahan, editor tidak akan mentolerir hal itu. jadi jangan malas membaca ulang naskah dan lakukan pengeditan sebaik mungkin.

Semoga poin-poin di atas dapat diperhatikan dengan baik oleh para penulis, khususnya penulis pemula seperti saya. Sehingga terhindar dari penolakan yang tidak diharapkan. Jika ada tips-tips lain yang dirasa kurang, silakan ditambahkan. Selamat menulis. selamat berkarya.

(Rangkuman materi dari pertemuan Pramuda FLP. Minggu, 7 Juni 2015)

Wednesday, 3 June 2015

KUIS GIVEAWAY BUKU RAMADHAN IN LOVE

Bulan Ramadhan yang bertabur rahmah, maghfirah dan ampunan sudah kian menghampiri kita. Sudahkah teman-teman semua mempersiapkan diri untuk menyambutnya? Menguatkan tekad untuk beribadah lebih baik dari ramadhan-ramadhan sebelumnya?
Buku Ramadhan in Love akan menjadi bacaan yang tepat buat kalian, berisikan panduan-panduan lengkap tentang persiapan menyambut ramadhan, pelaksanan amal ibadah di bulan ramadhan (sahur, berbuka, tadarrus, tarawih, dan lain-lain), bagaimana menjaga kesehatan fisik yang prima di bulan ramadhan, dan sebagainya. Semua panduan ini disampaikan dengan bahasa yang ringan, mengalir dan mudah dipahami sehingga cocok untuk siapa saja.

Buku ini sudah beredar di seluruh Indonesia dengan harga hanya Rp.25.000,- :) Buat kalian yang ingin mendapatkannya, yuk ikuti giveawaynya dengan mengikuti syarat-syarat di bawah ini :
1. Tulis pengalaman paling berkesan yang pernah kamu alami di bulan ramadhan (max. 300 kata)

2. Publikasikan tulisan tersebut di blog pribadimu beserta kalimat "tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway Ramadhan in Love" yang ditautkan ke info lomba ini. Sertakan juga cover buku ini.

3. Bagikan link tulisan tersebut di FB / twitter dengan mention Penerbit Indiva dan Riawani Elyta.

4. Follow akun twitter minimal 5 (lima) orang dari para penulis antologi Ramadhan in Love berikut ini :
@RiawaniElyta, @nia_hnie, @arulight, @dwiaprily, @ratnaShinju2chi, @LindaSatibi, @jedasejenak11, @renapuspa, @kanianingsih, @saraaamijaya
 
5. Bagi yang tidak punya blog, teman-teman bisa menulis di note FB dan jangan lupa tag Riawani Elyta dan Penerbit Indiva serta menyertakan cover buku Ramadhan in Love.

6. Kuiz berlangsung dari tanggal 4 - 14 Juni 2015.
Hadiah :
3 (tiga) orang pemenang akan mendapatkan masing-masing Al-Quran dengan terjemahan per kata + buku Ramadhan in Love.
Oh ya, masih ada lagi nih. Bagi pemenang yang kemudian meresensi buku ini lalu mempublikasikan resensinya di blog pribadi / media online / media cetak selambatnya tanggal 30 Juni 2015 akan mendapatkan pulsa sebesar Rp.25.000,-.

Selamat mengikuti, dan mari ngeborong pahala di bulan mulia :)
 

Tuesday, 2 June 2015

Lomba Menulis Cerpen Tema LAUT - Vio Publisher

Laut merupakan ekosistem penting di bumi. Sebagian besar wajah planet biru ini didominasi olehnya. Begitu pun Indonesia dikenal sebagai negeri dengan perairan yang luas dan kekayaan bawah lautnya yang luar biasa. Sudah begitu banyak inspirasi yang telah lahir darinya. Mulai dari lukisan, potret indahnya yang diselimuti senja, ribuan puisi yang menggambarkan meganya juga karya-karya lainnya.

Nah, bersama Vio Publisher, saya ingin mengajak teman-teman untuk berpartisipasi menyelam dalam lautan inspirasi yang dihadirkan oleh laut. Ayo, berkarya melalui event ini!

Gemari Karyanya, Jangan Penulisnya!

Saya jarang sekali baca novelnya Tere Liye. Novel pertama karya beliau yang saya baca adalah "Bidadari Bidadari Surga" dan itu su...