Sebuah
event diselenggarakan lagi oleh komunitas Blogger Muslimah (BM) pada Ahad, 9
Desember 2018 yang lalu. Di usianya yang ke empat tahun, BM menggelar acara
dengan tajuk #Milad4BloggerMuslimah yang dihadiri oleh 30 orang anggota BM terpilih. Milad kali ini diadakan di sebuah co-working space, Nutrifood
Inspiring Center (@nutrifood).
Bersyukurlah, maka kau akan bahagia! Mengungkapkan rasa syukur lewat menulis dan membaca ^0^
Saturday, 15 December 2018
Tuesday, 24 July 2018
Belajar Dari Kisah Ulama Terdahulu
Judul : Sunnah Sedirham Surga
Penulis : Salim A. Fillah
Penerbit : Pro-U Media
Terbit : 2017
Tebal : 268 halaman
Setiap
membaca buku yang bergizi, mulai dari tema yang menarik, pemilihan diksi yang
beragam sampai fakta-fakta baru yang belum pernah diketahui, selalu membuat
saya takjub oleh penulisnya, terharu oleh setiap kisah yang tertulis dan
langsung menyadari bahwa diri ini teramat miskin akan ilmu.
Hal
itu juga terjadi pada saat saya membaca buku ini. Ditulis oleh penulis
sekaligus seorang ustaz yang kebanyakan tulisannya begitu puitis dengan
pemilihan diksi yang tidak biasa. Membaca kisah-kisah para sahabat Nabi dan
ulama-ulama di masanya membuat saya terpesona, bangga dan haru menjadi satu.
Saya pun berpikir “seandainya semua orang membaca buku ini”.
Monday, 9 July 2018
Peperangan Melawan Master Dragon
Judul : Pergi
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Cetakan : III, 2018
Tebal : 455 halaman
Waktu
membaca saya adalah di waktu pagi sebelum berangkat kerja, saat istirahat di
tempat kerja (kadang-kadang), malam hari pulang kerja dan di hari libur. Ketika
membaca sebuah novel yang ceritanya seru dan harus terpotong oleh jam kerja,
maka pikiran saya akan melayang menebak-nebak bagaimana kisah selanjutnya, apa
yang terjadi dengan tokohnya, bagaimana endingnya. Tak sabar ingin menuntaskan
novel itu, tapi apa daya harus menunggu waktu kerja selesai.
Begitu
pun saat membaca novel Pergi karya Bang Tere Liye ini. Saya selalu penasaran
serangan apa lagi yang akan dilakukan oleh Keluarga Tong, siapa lagi yang jadi
korban pembunuh bayaran, apa hubungan Bujang dan Diego. Ya, di setiap bab novel
ini selalu menyimpan misteri yang sayang untuk dilewatkan.
Saturday, 7 July 2018
Mendeteksi Jejak Haram Pada Makanan dan Minuman Kita
Judul : Waspada Jejak Haram Yang
Mengintai
Penulis : Riawani Elyta & Risa Mutia
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer, 2017
Tebal : 127 halaman
Bicara mengenai halal
haram bukan sekadar makanan dan minuman yang terbebas dari babi dan alkohol,
tapi juga harus diperhatikan cara pengolahan, cara penyembelihan hewannya,
alat-alat yang digunakan dan sumber rezeki yang diperoleh. Sebagai muslim kita
harus mengonsumsi makanan halal dan thayyib. Untuk halal dan haram, kita sudah
banyak tahu informasi mengenainya, tapi masih sedikit orang yang mengetahui apa
yang dimaksud dengan thayyib atau baik.
Tidak semua makanan
halal itu thayyib. Thayyib meliputi zat yang terkandung di dalam makanan apakah
membawa manfaat bagi kesehatan atau malah membawa penyakit. Thayyib juga
termasuk bagaimana cara mengelola dan menyajikan makanan. Halal dan thayyib
adalah kesatuan tak terpisahkan, tidak cukup halal atau sekadar baik saja (hlm.
8), keduanya harus ada dalam setiap makanan yang kita konsumsi.
Monday, 9 April 2018
Menghidupkan Kembali Rasa Kemanusiaan Yang Mati
Judul : Sepotong Roti di Langit Tragedi
Penulis : Nia Hanie Zen, dkk.
Penerbit : Iluvia Publishing
Terbit : Maret, 2018
Tebal : 124 halaman
Bagi
saya, salah satu jenis karya sastra yang rumit adalah puisi. Tak banyak orang
yang memahaminya, termasuk saya. Puisi ditulis dengan pemilihan kosakata yang
tidak biasa atau unik. Kebanyak puisi yang selama ini saya baca, menggunakan
kata-kata yang sulit dimengerti hingga butuh pemikiran mendalam untuk memahami
maknanya.
Namun,
tidak semua puisi ditulis dengan kata-kata yang sulit dipahami. Ada juga puisi
yang ditulis dengan kata-kata sederhana dengan makna yang dalam, salah satunya
adalah buku yang berjudul Sepotong Roti
di Langit Tragedi (SRDLT) yang saya tulis bersama teman-teman pegiat
literasi.
Friday, 23 March 2018
Ashabul Kahfi Dalam Teori Relativitas Einstein
Judul :
Ketika Embun Merindukan Cahaya
Penulis :
Hadis Mevlana
Penerbit : Tinta Medina
Terbit :
Februari 2018
Tebal :
340 halaman
Saya
cukup excited begitu mengetahui akan ada sekuel dari novel Embun Di Atas Daun
Maple. Saya penasaran dengan akhir cerita kisah cinta Sofyan dan Kiara dan
berharap di novel sekuelnya ini ada jawaban yang memuaskan.
Novel
kedua dari Hadis Mevlana ini berjudul Ketika Embun Merindukan Cahaya. Masih
sama dengan novel pertamanya yang memiliki tema besar perbandingan agama. Saya
masih menikmati keseruan pertanyaan dan pernyataan seputar agama Islam dan
Kristen.
Wednesday, 21 March 2018
Cara Allah Menjaga Kita
Orang
yang memiliki harta berlimpah, ia harus menjaga harta itu dengan hati-hati jika
tidak ingin dicuri. Ia akan merasa was-was dan terus memikirkan hartanya.
Hidupnya pun jadi tidak tenang. Lain halnya dengan orang yang berilmu, ilmu
yang dimiliki justru yang akan menjaga si pemilik ilmu tersebut.
Maka
sangat penting bagi kita untuk menuntut ilmu, terutama ilmu agama Islam. dengan
ilmu agama yang dimiliki, kita dapat melakukan amalan-amalan sesuai dengan
tuntunan. Ilmu agama sangat bermanfaat tidak hanya di dunia tapi juga sebagai
bekal di akhirat.
Saturday, 17 March 2018
KENALAN SAMA NICHE YUK
![]() |
para peserta kelas blogger FLP Jakarta bersama Kang Arul |
Kamu tahu tidak
apa itu niche?
Pertemuan kelas
blogger FLP Jakarta minggu lalu bersama Dosen Galau alias Kang Arul, membahas
tentang niche. Sebelumnya, saya sudah sering mendengar istilah ini dan sedikit
banyak tahu maknanya.
Nah, sepemahaman
saya, niche adalah topik atau lebih tepatnya ciri khas yang akan dibahas di
dalam blog kita. Misalnya, kita hobi nyanyi, maka kita akan menulis segalanya
tentang menyanyi. Atau jika kita suka mendaki gunung, maka blog kita akan
berisi segala sesuatu yang berhubungan dengan pendakian gunung. Satu contoh
lagi, jika kita suka membaca buku, maka blog kita akan diisi dengan resensi
berbagai buku yang telah dibaca, seperti blog saya ini 😀
Tuesday, 6 March 2018
Ternyata Anak Laki-Laki Juga Butuh Pengawasan Ekstra
Zaman
dulu, orang tua selalu was-was jika punya anak perempuan. Mereka bilang, anak
perempuan harus ekstra perhatian, harus betul-betul dijaga, salah-salah
pergaulan bisa jadi hamil di luar nikah. Kekhawatiran tersebut tidak salah dan
sampai sekarang pun orang tua masih menerapkan pengawasan ekstra kepada
anak-anak perempuannya.
Lain
dulu, lain sekarang. Rupanya zaman telah berubah dan semakin mencengangkan.
Bukan hanya anak perempuan yang butuh pengawasan ekstra, anak laki-laki pun
sama, malah lebih membahayakan kasusnya bila salah menyikapi.
Mengapa
demikian?
Saya
cukup terkejut mendengar pemaparan Kak Sinyo tentang homoseksual. Kak Sinyo adalah
pegiat Yayasan Peduli Sahabat yang fokus menangani, mendampingi dan mengedukasi
orang-orang yang terindikasi LGBT. Beliau juga seorang penulis, salah satu
bukunya adalah LGBT (Lu Gue Butuh Tau). Ahad, 4 Maret lalu, Kak Sinyo memenuhi
undangan dari FLP Jakarta dalam acara bincang LGBT, yang digawangi oleh Divisi
Rohis.
Jadi,
Kak Sinyo cerita begini, orang yang memiliki kelainan seksual atau tidak sesuai
dengan fitrahnya, seperti homoseksual, sebenarnya sama dengan orang normal
(heteroseksual) dalam hal ketertarikan. Laki-laki normal akan tertarik dan
bergairah jika ia melihat aurat wanita yang terbuka. Begitu juga dengan kaum
yang tidak sesuai dengan fitrah tersebut. Mereka akan terangsang dengan aurat
laki-laki yang terbuka. Kaum homo akan “on” jika melihat paha laki-laki yang
terbuka. Mereka juga akan “on” jika melihat laki-laki dengan baju ketat yang
memperlihatkan otot dan lekuk-lekuk tubuhnya.
Dari
cerita beliau, saya pun tahu bahwa bukan hanya wanita yang harus menutup aurat,
laki-laki juga wajib menutup aurat. Tapi kebanyakan laki-laki abai dengan
auratnya sendiri, padahal aturan aurat laki-laki sudah diajarkan dalam agama
Islam, yaitu di antara pusar sampai lutut. Sebaiknya, laki-laki juga
menghindari memakai pakaian ketat, kata Kak Sinyo.
Data
yang mencengangkan juga menunjukkan laki-laki terindikasi kuat mengalami
kelainan seksual sebanyak 90% dibanding wanita. Jadi yang terindikasi homo
bukan hanya mereka yang menyukai sesama jenis, bahkan yang hetero sekali pun
bisa terindikasi kelainan ini walaupun ia sudah menikah dan punya anak.
Kak
Sinyo juga menjelaskan secara lengkap tentang bagaimana mendeteksi dini apakah
anak-anak kita terindikasi menyukai sesama jenis atau tidak. Penyebab
terindikasinya seseorang menyukai sesama jenis dapat dideteksi sejak sejak
dini, mulai dari masa balita, masa kanak-kanak, hingga masa remajanya. 60%
penyebab utamanya adalah faktor lingkungan dan psikologis. Orang tua juga
memiliki faktor yang fatal sebagai penyebab terindikasinya anak menyukai sesama
jenis. Untuk penjelasan detilnya, teman-teman bisa membaca buku Kak Sinyo yang
berjudul LGBT (Lu Gue Butuh Tau).
Salah
satu cara mengantisipasi hal tersebut di atas adalah dengan cara menjadi
sahabat terbaik bagi anak. Posisikan diri kita sebagai orang tua yang siap
menjadi tempat curhat anak. Begitu pun sebaliknya, sebagai orang tua, hendaklah
terbuka kepada anak. Jangan sungkan untuk menceritakan kondisi finansial atau
apa pun masalah yang sedang dialami orang tua. Dengan begitu anak tidak ragu
untuk menceritakan cinta pertamanya, sahabat-sahabatnya, kegiatan sekolah,
bahkan ketertarikannya kepada sesama jenis misalnya.
Baik
anak laki-laki maupun perempuan memiliki porsi yang sama untuk terus
mendapatkan pengawasan ekstra dari orang tua. Inti komunikasi kepada anak harus
mengacu pada tiga poin, yaitu jujur, terbuka dan tidak vulgar. Sering orang tua
lebih sibuk dengan ponselnya, sehingga pada saat anak bertanya sesuatu atau
mengungkapkan sesuatu, orang tua hanya menanggapi sekilas tanpa beralih dari
layar ponselnya. Tak jarang juga orang tua menganggap haram hukumnya seorang
anak menanyakan hal sensitif seperti “bagaimana ia bisa lahir ke dunia” atau
“kenapa ia bisa ada di perut bunda”.
Orang
tua yang kurang memahami bagaimana menghadapi pertanyaan anak yang seperti itu,
akan langsung memutus komunikasi bahkan mewanti-wanti si anak untuk tidak
menanyakan hal tersebut. Akhirnya si anak pun akan mencari jawaban dari orang
lain yang justru akan menjerumuskannya kepada hal yang buruk.
Kak
Sinyo megingatkan agar tidak memutus komunikasi dengan anak. Hendaknya orang
tua memandang mata anak, merangkulnya dan beri jawaban sejauh mana yang orang
tua pahami, tentunya dengan kata-kata atau bahasa yang tidak vulgar. Untuk
memberi jawaban dan memuaskan rasa ingin tahu anak, tentunya butuh ilmu dan
penguasaan yang baik dari orang tua. Maka sebagai orang tua, jangan berhenti
belajar. Belajar bisa dari mana saja, internet, buku, menghadiri kajian,
seminar, diskusi, dll. Dan yang paling utama adalah doa memohon perlindungan
bagi anak kita kepada Allah subhanahu wata’ala.
[Tambahan]
Demi memenuhi janji saya di postingan instagram tentang ciri-ciri wanita yang sedang jatuh cinta, berikut ini ciri-ciri yang dimaksud. Walaupun tidak berkaitan dengan tulisan di atas tak apalah, terlanjur janji. Barangkali ada yang penasaran 😂
Ciri-ciri wanita yang sedang jatuh cinta:
1. Bila bertemu orang yang dia suka, perutnya mules, deg-degan, serasa ada kupu-kupu terbang berkeliling di atas kepala
2. Ingin selalu dekat dengan orang yang disukai
3. Selalu ingat dia di mana pun berada, bahkan lihat kecoa pun ingat si dia
4. Cemburu. Tidak suka melihat orang yang dicintainya berdekatan dengan orang lain.
Udah itu aja! Gak penasaran lagi, kan? Ehm...apakah teman-teman mengalami 4 ciri-ciri di atas? 😊
Wednesday, 28 February 2018
Cara Asyik Menikmati Senja
Sejak purba, senja mati dalam usia mudaAku hanya mampu menggunting senjaMenyimpannya di sudut hatiDan membukanya saat aku tak tahuBagaimana mengobati penyakit rinduAkulah sang penghimpun senja(Puisi “Sang Penghimpun Senja” dari novel Akik dan Penghimpun Senja karya Afifah Afra)
Siapa
pun yang menatap senja pasti akan tersihir oleh keindahannya yang begitu
mempesona. Di mana pun kau menatapnya, takkan berkurang keindahannya. Pantai,
gunung, di atas gedung bahkan di atas loteng rumahmu, senja akan selalu indah
dipandang dari berbagai sisi.
Cara
menikmati senja bagi setiap orang berbeda-beda. Izinkan saya berbagaia cara
asyik menikmati senja versi saya:
Wednesday, 21 February 2018
Memoar Sang Ulama Besar
Judul : Buya HAMKA Memoar
Perjalanan Hidup Sang Ulama
Penulis : Yanuardi Syukur dan
Arlen Ara Guci
Penerbit : Tinta Medina
Cetakan : 1, 2017
Tebal : 208 halaman
Haji
Abdul Malik Karim Amrullah atau yang lebih dikenal dengan HAMKA merupakan
seorang ulama besar yang pernah dimiliki Indonesia. Ia adalah aktivis
Muhammadiyah yang bervisi kebinekaan untuk keutuhan bangsa Indonesia. Kehidupan
keluarga HAMKA rupanya tidak semenyenangkan yang saya kira. Ia harus
menyaksikan perceraian orang tuanya saat masih kecil. HAMKA kecil juga dikenal
sebagai anak nakal yang sering terlibat perkelahian antar siswa sekolah.
Buku
biografi “BUYA HAMKA: Memoar Perjalanan Hidup Sang Ulama” ini ditulis oleh
kolaborasi antara Yanuardi Syukur dan Arlen Ara Guci dengan membaginya menjadi
tiga fase; fase pra penjara, fase penjara dan fase pasca penjara.
Fase
pra penjara secara garis besar menceritakan masa kecil HAMKA, aktivitas
organisasi, kegiatan menulis dan hubungannya dengan pemerintahan Soekarno pada
masa itu. Selain masa kecil yang sedikit disinggung di awal tulisan ini, saya
sangat tertarik dengan kegiatan atau aktivitas menulis HAMKA. Setelah membaca
aktivitas menulis dan membacanya, saya menemukan kesamaan dengan beliau seperti
yang dikatakan Buya Zas, teman HAMKA.
“HAMKA bisa membaca selama dua tiga jam dan mencatat di kertas apa pun yang dekat dengannya- seperti bungkus rokok- lalu mengantongi catatan tersebut.” (hlm. 39)
Bedanya
adalah saya tidak pernah mencatat di bungkus rokok, tapi saya sengaja
menyiapkan selembar kertas khusus untuk mencatat apa pun dari buku yang dibaca 😀
Sejak
muda, HAMKA sudah aktif menulis. Tulisannya rutin muncul di surat kabar dan
majalah. Ia juga pernah menjadi wartawan dan editor di majalah Pedoman Mayarakat, Panji Masyarakat dan Gema Islam. Dalam hal membaca, HAMKA
merupakan pembaca segala jenis karya mulai dari tasawuf, sejarah, filsafat dan
moralitas. Pengaruh dari bacaan-bacaan tersebut cukup signifikan bagi
perkembangan wawasan dan kemampuan menulisnya.
Beberapa
karya fenomenal telah berhasil ia terbitkan, di antaranya; Di Bawah Lindungan
Ka’bah, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Merantau ke Deli, Tasawuf Modern
hingga Tafsir Al-Azhar yang berhasil ditulisnya selama di dalam penjara. Masih
banyak lagi karya tulis HAMKA yang ternyata jumlahnya mencapai 118 karya.
Fase
kedua, yaitu penjara. Kisah dipenjarakannya HAMKA cukup menyedihkan. Pasalnya
ia dijebloskan ke penjara oleh sahabatnya sendiri, Soekarno. Alasan tidak masuk
akal pun dibuat untuk meloloskan niat memenjarakan HAMKA. Ia dituduh ingin
membunuh Soekarno dan berkhianat bersekongkol dengan Malaysia. Meskipun tuduhan
itu tidak terbukti, HAMKA tetap menjalani kurungan selama dua tahun.
Membaca
fase penjara ini, saya jadi teringat dengan peristiwa yang berkaitan dengan
ulama yang ditangkap yang terjadi saat ini. Rupanya kasus HAMKA masih relevan
dengan zaman sekarang, di mana para ulama dituduh, ditangkap dan dipenjara
dengan alasan menyebarkan kebencian atau kasus lainnya.
Saya
menilai, tidak semua orang dipenjara itu bersalah. Mereka justru dipaksa
mengaku bersalah atas apa yang tidak dilakukan. Seperti kasus HAMKA dan
ulama-ulama saat ini. Meskipun di dalam penjara HAMKA tetap mampu
menghasilkan karya. Salah satunya buku Tafsir
Al-Azhar yang ditulisnya selama di penjara.
Fase
terakhir, yaitu pasca penjara. Keluar dari penjara HAMKA tetap menjalani
aktivitasnya seperti dulu; ceramah, menulis, mengajar dan mengurus organisasi. HAMKA
dilantik menjadi ketua umum MUI pada 27 Juli 1975. Selama memimpin MUI, HAMKA
melakukan kebijakan intern maupun ekstern. Ia juga merumuskan fatwa-fatwa
terkait urusan agama Islam. Salah satu fatwa yang membuat resah pemerintah
adalah diharamkannya umat Islam untuk turut merayakan Natal bersama. Bahkan
mentri agama saat itu mendesak HAMKA untuk mencabut fatwa tersebut.
HAMKA
tidak rela merusak aqidahnya dengan mencabut larangan tersebut. Daripada ia
harus mencabut fatwa larangan merayakan Natal bagi umat Islam, ia justru
memilih mundur dari jabatan ketua MUI.
Keteladanan
yang dapat diambil dari sosok ulama besar ini adalah sifatnya yang tidak
mendendam dan ringan hati. Ia tidak mendendam pada Soekarno yang telah
memenjarakannya, justru tetap menganggap Soekarno sebagai sahabatnya. Begitu pun
dengan Pramudya Ananta Toer dan M. Yamin yang memusuhinya karena perbedaan
pemikiran. HAMKA memaafkan mereka tanpa rasa dendam sedikit pun.
HAMKA
bukan hanya ulama yang berpengaruh di masanya, hingga sekarang pun ia menjadi panutan
dan inspirasi bagi umat Islam. Banyak mutiara hikmah yang telah ditorehkannya
ke dalam karya tulis yang masih dicetak dan ditulis kembali oleh
penulis-penulis Indonesia pada masa sekarang. Membaca biografi Buya HAMKA
seperti meraup ilmu langsung dari sumbernya. Penulis buku ini berhasil
menuliskan sebuah memoar yang ringan namun sarat makna.
Friday, 16 February 2018
Sengsara atau Hikmah, Pilih Mana?
![]() |
pixabay |
Berhibur
tiada salahnya karena hiburan itu indah
Hanya pabila salah memilihnya
membuat kita jadi sengsara (Raihan)
Pernah
dengar lirik lagu nasyid di atas? Dinyanyikan oleh grup nasyid asal Malaysia,
yaitu Raihan. Saya tidak akan membahas tentang grup nasyid, tapi lebih kepada
makna dari lirik lagu itu sendiri.
Hiburan.
Satu hal yang cukup penting yang ada dalam hidup kita. Sebagai manusia yang
hidup dengan segala hiruk pikuk dunia, mulai dari kehidupan keluarga,
pekerjaan, lingkungan dengan berbagai permasalahannya, kita sangat butuh yang
namanya hiburan. Setidaknya dengan hiburan yang ada, akan membuat hidup lebih relax dan menyenangkan.
Lalu,
apa saja jenis hiburan yang dapat dinikmati? Sebut saja; film, musik, buku,
makanan, dan lain-lain. Itu semua jenis hiburan yang mudah didapatkan saat ini.
Tentunya kita harus selektif dalam memilih hiburan, karena seperti lirik lagu
di atas, jika salah memilih bentuk hiburan malah akan membuat kita sengsara.
Islam
itu indah dan mencintai keindahan. Hiburan itu salah satu jenis keindahan yang
ada di dunia. Maka hendaknya kita sebagai umat Islam memilih jenis hiburan yang
sesuai dengan nilai-nilai Islam. Apakah memilih jenis hiburan yang sesuai
dengan nilai Islam itu sulit? Sepertinya tidak. Sebenarnya hiburan yang baik lagi
bermanfaat itu banyak, tinggal kembalikan lagi kepada hati, apakah kita rela
mengeluarkan uang untuk sebuah hiburan yang baik itu atau hanya untuk pemuas
hawa nafsu.
Salah
satu jenis hiburan yang digemari, yakni film. Zaman ini banyak sekali jenis
film yang beredar, baik di layar kaca maupun layar lebar. Genre film-film
tersebut pun beragam. Ada film komedi, drama, misteri, horor, roman, dan lain
sebagainya. Tapi apakah kita harus menonton semua jenis film yang ditayangkan
tersebut hanya sekadar mencari hiburan? Lagi-lagi jawabannya tidak. Kita cenderung
akan menonton film-film yang memang sesuai dengan selera kita.
Memilih
jenis film yang akan ditonton harus lebih selektif. Harus ada tujuan atau
output yang bisa diraih. Jangan jadikan hiburan hanya sebagai pemuas hawa
nafsu. Karna itu justru hanya akan membuang waktu percuma dan pada akhirnya
membuat kita sengsara atau merugi. Pilihlah film yang tidak hanya menghibur
tapi juga membawa manfaat baru dalam kehidupan kita. Syukur-syukur bila film
yang ditonton akan membawa pengaruh meningkatnya ibadah kita yang selama ini
merosot.
Sayangnya
film-film yang beredar di Indonesia masih didominasi oleh film yang berbau
mistis dan percintaan remeh temeh ala remaja zaman sekarang. Bahkan salah satu
film horor beberapa waktu lalu berhasil menembus angka jutaan penonton hingga
dinikmati sampai mancanegara. Tidak jauh beda dengan film percintaaan remajanya,
lebih sering menonjolkan gaya pacaran serta pameran aurat dari para pemainnya. Astagfirullah!
Sedih
mengetahui remaja Indonesia dicekoki film-film horor dan percintaan remeh temeh
(pacaran). Film semacam itu menurut saya tidak baik untuk perkembangan karakter
remaja. Efek menonton film horor dapat menimbulkan rasa takut, tegang, percaya
pada hal-hal mistis atau irasional yang tidak ada tuntunannya dalam Alqur’an. Sedangkan
tema percintaan khas remaja efeknya memberi contoh seputar kehidupan orang
berpacaran. Tidak hanya pacaran, pengaruh lainnya dari film tersebut adalah
gaya berpakaian yang akan dengan mudahnya menjadi trend setter bagi anak muda. Pastinya
gaya berpakaian di film-film itu adalah pakaian yang mengumbar aurat
dengan berbagai model.
Tentu
tidak semua film yang hadir di Indonesia sejenis film-film yang disebutkan di
atas. Tidak sedikit para pekerja atau pembuat film yang memproduksi film bagus
berkualitas. Masih ada orang-orang yang peduli dengan pendidikan moral bangsa
dengan menyajikan film yang penuh semangat membangkitkan harapan. Masih ada
orang-orang yang cemas akan pergaulan anak muda yang semakin tidak terkontrol,
sehingga mereka pun memproduksi film khas remaja yang lebih membawa perubahan
positif.
Namun,
sekali lagi, sayangnya, orang Indonesia sedikit sekali yang sadar dan mendukung
film-film baik seperti itu. Film horor dan tema pacaran masih menjadi primadona
di kalangan remaja. Maka, mulailah dari diri kita sendiri. Mulailah memilih
hiburan yang tidak hanya memuaskan hawa nafsu dan sedang hits, tapi pilih hiburan yang membawa
manfaat dan pelajaran dalam hidup. Kita pun dapat mengajak remaja untuk turut
menonton film-film baik dengan berbagai cara yang saat ini popular, yaitu media
sosial.
Dalam
mencari hiburan pun hendaknya tidak berlebihan dan meninggalkan kewajiban kepada
Allah SWT. Jangan sampai hiburan tersebut membuat kita lalai pada perintah
Allah, seperti salat. Hanya karna mengejar jam tayang film, kita rela
mengabaikan waktu salat. Tentu saja hal itu sangat tidak sesuai dengan nilai
Islam dan malah akan membawa kepada sengsara di akhirat.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Cara Memupuk Kegemaran Membaca Sejak Kecil Hingga Dewasa
Sebelum kita membahas cara memupuk kegemaran membaca, mari kita flashback sedikit ke masa di mana kita berada di fase belajar membaca d...

-
Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan menghadiri sebuah seminar dengan tema “Sosialisasi Pembudayaan Kegemaran Membaca”. Sa...
-
Potlock (tulisannya bener gak ya? :D) . Saya baru tahu istilah ini sejak ikutan meet up Blogger Muslimah yang pertama dulu. Jadi, dalam ...
-
Terlanjur berjanji pada seorang gadis untuk menuliskan ini. Jadi, ia bertanya pada saya bagaimana caranya menulis cerpen. Lebih tepa...