Sebuah
event diselenggarakan lagi oleh komunitas Blogger Muslimah (BM) pada Ahad, 9
Desember 2018 yang lalu. Di usianya yang ke empat tahun, BM menggelar acara
dengan tajuk #Milad4BloggerMuslimah yang dihadiri oleh 30 orang anggota BM terpilih. Milad kali ini diadakan di sebuah co-working space, Nutrifood
Inspiring Center (@nutrifood).
Bersyukurlah, maka kau akan bahagia! Mengungkapkan rasa syukur lewat menulis dan membaca ^0^
Showing posts with label Event. Show all posts
Showing posts with label Event. Show all posts
Saturday, 15 December 2018
Saturday, 17 March 2018
KENALAN SAMA NICHE YUK
![]() |
| para peserta kelas blogger FLP Jakarta bersama Kang Arul |
Kamu tahu tidak
apa itu niche?
Pertemuan kelas
blogger FLP Jakarta minggu lalu bersama Dosen Galau alias Kang Arul, membahas
tentang niche. Sebelumnya, saya sudah sering mendengar istilah ini dan sedikit
banyak tahu maknanya.
Nah, sepemahaman
saya, niche adalah topik atau lebih tepatnya ciri khas yang akan dibahas di
dalam blog kita. Misalnya, kita hobi nyanyi, maka kita akan menulis segalanya
tentang menyanyi. Atau jika kita suka mendaki gunung, maka blog kita akan
berisi segala sesuatu yang berhubungan dengan pendakian gunung. Satu contoh
lagi, jika kita suka membaca buku, maka blog kita akan diisi dengan resensi
berbagai buku yang telah dibaca, seperti blog saya ini 😀
Saturday, 10 February 2018
Inspirasi di Meet Up With Khadija
Bersyukur
diberikan kesempatan oleh Allah untuk mengenal dan bergabung dengan
komunitas-komunitas baik, salah satunya Blogger Muslimah Indonesia. Komunitas
blogger khusus muslimah yang didirikan oleh seorang penulis yang telah
melahirkan beberapa karya novel. Ialah Novia Syahidah Rais sebagai founder
komunitas baik ini sejak 2014.
Blogger
Muslimah (BM) telah sukses mengadakan berbagai acara yang dihadiri para blogger
yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Acara terbaru yang baru saja terselenggara,
yaitu Meet Up With Teh Khadija (Peggy Melati Sukma). Bertempat di gedung
Proxsis, Permata Kuningan lt.17. ini merupakan kali ke dua BM bekerjasama
dengan Proxsis dalam menyelenggarakan kegiatan.
Wednesday, 31 January 2018
Jangan Mager Kalau Mau Jadi Blogger
![]() |
| FLP Jakarta squad |
Blog
saya ini usianya entah sudah berapa tahun. Yang pasti sudah bertahun-tahun.
Tapi kok ya gak ada kemajuan, gitu-gitu aja. Padahal katanya dari nge-blog itu
kita bisa dapat penghasilan, lho? Lalu, bagaimana caranya supaya nge-blog bisa
menebalkan isi dompet? Nah, makanya yuk belajar lagi.
Thursday, 28 December 2017
Milad Seru Ala Blogger Muslimah
Alhamdulillah
pada Ahad 10 Desember 2017 telah terselenggara acara milad dari sebuah
komunitas blogger, yaitu Blogger Muslimah (BM). Komunitas blogger yang kesemua
anggotanya adalah muslimah ini telah menginjak usia balita, yakni tiga tahun.
Di tahun ke-3 ini Blogger Muslimah semakin berkembang dan dikenal oleh kalangan
blogger. Berbagai kegiatan telah banyak diselenggarakan oleh BM, baik online
maupun offline.
Saturday, 21 October 2017
[INFO NOBAR]
FLP Jakarta vs ODOJ Nobar Duka Sedalam Cinta
Setelah
lama dinantikan akhirnya film sekuel “Ketika Mas Gagah Pergi” tayang serentak
di bioskop-bioskop tanah air pada 19 Oktober 2017. Sekuel film KMGP ini diberi
judul “Duka Sedalam Cinta”. Meskipun diperankan oleh pemain yang notabene
adalah wajah-wajah baru di dunia perfilman Indonesia, film ini tidak kalah
pamor dengan film-film nasional lainnya.
Diangkat
dari novel karya penulis sastra Islami Helvy Tiana Rosa yang ditulis di tahun
yang sama dengan kelahiran pemeran tokoh utamanya, Hamas Syahid Izzudin yaitu
tahun 1992. Film ini juga diproduseri langsung oleh Bunda Helvy, dengan
sutradara Firman Syah dan empat pemeran tokoh utamanya merupakan potret anak muda zaman
sekarang yang gaul sekaligus solih dan solihah, insyaallah.
Monday, 18 September 2017
Jadikan Buku Benda Favorit Anak
Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan menghadiri sebuah seminar dengan tema “Sosialisasi Pembudayaan Kegemaran Membaca”. Salah satu pembicara yang hadir adalah Bapak Dodi Pribadi dari Perpustakaan Nasional. Ada pernyataan menarik yang beliau kutip dari seorang public figure, Tantowi Yahya, yaitu “Ibuku adalah perpustakaan pertamaku”. Tantowi kecil menjadikan ibunya sebagai perpustakaan tempatnya mendapatkan informasi.
Biasanya
anak kecil itu suka sekali bertanya. Apa saja yang dilihat atau didengar pasti
akan ditanyakan kepada ayah atau ibunya. Lalu, bagaimana cara orangtua menjawab
pertanyaan anak? Jika pertanyaan yang disampaikan adalah hal-hal yang umum,
orangtua akan dengan mudah menjawabnya. Tapi bagaimana jika pertanyaan yang
muncul adalah sesuatu yang tak wajar atau sulit untuk dijawab karena orangtua
tidak memiliki pengetahuan tentangnya?
Saturday, 2 September 2017
Hari yang Padat Berisi dari Blogger Muslimah Indonesia
Potlock (tulisannya bener gak ya? :D). Saya baru tahu istilah ini sejak ikutan meet up Blogger Muslimah yang pertama dulu. Jadi, dalam kegiatan meet up Blogger Muslimah, seluruh peserta diwajibkan membawa makanan masing-masing. Jenisnya bisa apa saja, baik makanan basah atau kering selain goreng-gorengan. Karena lokasi di mana kita menyelenggarakan kegiatan meet up merupakan tempat yang mengutamakan makanan sehat, sedangkan goreng-gorengan tidak termasuk di dalamnya. Itulah yang dimaksud potlock. Nah, karena bawa makanan masing-masing dan bebas, sejak jauh-jauh hari saya mulai bingung apa yang akan dibawa pada acara meet up nanti. Secara saya tidak pandai memasak dan memang di kosan tidak ada alat masak, hehe. Akhirnya saya memutuskan membeli makanan ringan yang mudah dibawa.
Sepekan yang lalu saya menghadiri acara Blogger Muslimah Meet Up untuk ke dua kali. Tepatnya hari Minggu, 27 Agustus 2017. Berlokasi di kantor NutriFood, Menteng Square, Matraman. Ini kali ke tiga saya bertandang ke kantor NutriFood. Satu kali pada acara diskusi menulis dari satu komunitas dan dua kali acara Blogger Muslimah Meet Up. Kesan pertama saat melihat tempat ini yaitu; unik, menarik, nyaman dan sejuk. Keunikan tempat ini ada pada desain interior yang beda dari kantor-kantor lain. Biasanya sebuah kantor itu terlihat kaku dan membosankan. Sedangkan kantor NutriFood menyajikan sebuah ruangan yang membuat pengunjung menebak-nebak, “Ini kantor atau cafe & resto?”
Banyak ornamen benda-benda klasik yang ada pada jaman dulu alias jadul, seperti kamera jadul, miskroskop, setrika jadul, radio dan kipas angin yang unik. Benda-benda itu memang tidak digunakan, hanya menjadi atribut lucu yang bisa membuat foto-foto kami makin kece. Selain benda-benda jaman dulu, ada juga berbagai kutipan penyemangat dengan tulisan yang artistik.
Tersedia juga banyak tempat sampah yang dibedakan berdasarkan jenis sampahnya. Sampah plastik, kertas dan organik. Tempat ini menjadi tempat yang layak direkomendasikan untuk mengadakan acara dengan jumlah peserta yang tidak terlalu banyak. Karena memang ruangannya tidak luas, meskipun terdiri dari dua lantai. Sebagian besar acara dilaksanakan di lantai atas, sedangkan lantai bawah untuk rehat sejenak sambil duduk manis menikmati minuman sehat khas NutriFood serta berbagai penganan yang dibawa oleh peserta, dan tidak lupa foto-foto cantik.
Acara Blogger Muslimah Meet Up ini berlangsung sejak pukul sembilan hingga pukul tiga sore. Dengan rangkaian acara yang padat, peserta tidak merasa bosan atau lelah, karena acara dikemas semenarik mungkin dengan dukungan para sponsor yang tak kalah seru. Dengan tema “Membaca Dunia Menulis Semesta” acara ini diawali dengan pemateri yang berkecimpung di dunia penerbitan, yaitu Mbak Rahmadiyanti Rusdi dari penerbit Noura Publishing. Beliau memaparkan dengan cukup lengkap seputar dunia penerbitan yang sudah ditekuninya selama kurang lebih sembilan tahun. Bertambah lagi ilmu para Blogger Muslimah hari ini dengan pemaparan dari Mba Dee. Ilmu seputar penerbitan ini membuat peserta semakin semangat untuk terus belajar, terutama ilmu kepenulisan.
![]() |
| Rahmadiyanti Rusdi |
Viva Cosmetics menjadi salah satu sponsor pada acara ini. Selesai menimba ilmu tentang dunia penerbitan, saatnya belajar mempecantik diri bersama Viva Cosmetics. Sesi ini disebut beauty class. Beberapa perwakilan Viva Cosmetics hadir untuk membantu para muslimah belajar mengaplikasikan make-up di wajah. Setelah perkenalan profil perusahaan Viva Cosmetic oleh Ibu Indah, kami melanjutkan acara beauty class yang dipandu oleh Mbak Erma. Satu per satu peserta menyiapkan diri dan alat make-up masing-masing yang telah dibagikan sebelumnya. Dengan sabar Mbak Erma menjelaskan fungsi masing-masing produk serta bagaimana cara yang tepat mengaplikasikannya ke wajah.
![]() |
Peserta menyimak dengan seksama arahan Mbak Erma dan mulai mempraktikannya selangkah demi selangkah. Sekitar pukul 12:30 beauty class pun usai. Seluruh peserta terlihat beda. Selain wajah merona, mereka terlihat cantik, cerah dan happy. Tak menyia-nyiakan waktu lagi, para peserta pun mulai mengabadikan wajah hasil make-up hari itu.
Hari sudah semakin siang. Sesi selanjutnya adalah materi tentang menulis fiksi yang dibawakan oleh founder Blogger Muslimah, Novia Syahidah Rais. Uni Novia yang sudah malang melintang di dunia kepenulisan membagi ilmunya seputar menulis fiksi.
“Menulis fiksi harus tetap sesuai dengan logika”
“Modal dasar seorang penulis adalah; mencintai dunia menulis, giat membaca dan terus berlatih”
Rangkaian acara ditutup dengan pembagian doorprize, pengumuman pemenang lomba live tweet, instagram dan mini workshop di facebook. Hey! Tahukah kalian acara Blogger Muslimah Meet Up kali ini menjadi trending topic di twitter, lho. Alhamdulillah, semoga komunitas ini semakin dikenal dan semakin banyak menebar kebaikan.
Berbagai macam hadiah yang disediakan semakin menambah antusias peserta untuk berlomba-lomba mengikuti lomba. Beruntungnya kami yang hadir hari ini. Para pemenang mendapatkan hadiah mulai dari khimar dan gamis dari Margaw, paket kosmetik dari Viva Cosmetics, sovenir lucu dari She Collection dan koleksi buku-buku dari Novia Syahidah Rais. Tentunya acara ini sukses terselenggara juga atas dukungan dari www.gogobli.com dengan tagline Go Healthy Go Beauty, gogobli menyediakan berbagai produk kecantikan dan kesehatan. It's kind a perfect store for women’s need.
![]() |
| @she_collection_id |
![]() |
| doorprize buku |
![]() |
| @viva.cosmetics |
Hari yang padat berisi. Padat kegiatan yang berisi wawasan bagi pengembangan diri seorang muslimah agar dapat terus berkarya lewat tulisan. Tentunya setelah ini para Blogger Muslimah diharapkan dapat lebih berkembang dalam segala aktifitasnya yang positif, terutama di dunia blogging. Sampai jumpa di acara-acara seru Blogger Muslimah lainnya.
Terima kasih kepada semua sponsor yang telah mendukung berjalannya acara Blogger Muslimah Meet Up yang kece ini.
Saturday, 15 April 2017
Diskusi Rempah dan Ilmu Gaib
Sabtu,
15 April 2017, saya berkesempatan menghadiri pameran rempah-rempah. Pameran ini
digelar di Gedung Galeri Pos Indonesia,
Kota Tua. Selain pameran, kegiatan ini juga diramaikan dengan acara
bincang-bincang dengan tema seputar rempah-rempah. Tema rempah-rempah ini menarik sekali bagi
saya, karena jarang sekali saya temukan sebuah acara diskusi, seminar dan
semacamnya yang mengangkat rempah-rempah sebagai tema utama. Ah, mungkin saja
pergaulan saya yang kurang luas, sehingga tidak mengetahui kegiatan seperti
ini.
Diskusi
kali ini menghadirkan pembicara seorang pengajar di Universitas Khairun,
Ternate, yaitu Yanuardi Syukur, Msi. Beliau juga merupakan anggota komunitas penulis
Forum Lingkar Pena. Tema diskusi hari ini adalah “Rempah dan Ilmu Gaib”.
Berbicara
tentang rempah tak bisa dipisahkan dari masyarakat Indonesia, karena bicara
rempah berarti bicara Indonesia. Rempah-rempah itu sendiri menjadi salah satu
komoditi yang diperebutkan oleh penjajah pada masa lalu. Sayangnya msyarakat
kita belum memaksimalkan potensi rempah-rempah yang ada. Rempah-rempah yang
kita tahu secara umum digunakan sebagai bahan penyedap masakan. Padahal lebih
daripada itu, rempah dapat digunakan ssebagai perawatan dan pengobatan.
Ilmu
gaib lebih banyak disinggung dalam diskusi kali ini. mas Yankur, begitu beliau
biasa disapa, banyak menceritakan hal-hal mistis atau gaib yang masih
dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Setiap daerah memiliki kepercayaan
masing-masing yang berkaitan dengan ilmu gaib. Sebagai contoh, masyarakat di beberapa daerah
lebih memilih membawa anak mereka yang terserang sakit ke dukun atau para
normal daripada ke dokter untuk penyembuhan.
Selain
kepercayaan pada ilmu gaib yang terjadi di masyarakat, rupanya ilmu gaib juga
ada kaitannya dalam dunia politik. Betapa masih banyak calon pemimpin di
daerah-daerah yang mendatangi “orang pintar” agar ia dapat terpilih menjadi
gubernur, bupati, dll. Mereka rela menghabiskan uang jutaan untuk dialokasikan
kepada “orang pintar” tersebut.
Mungkin kita yang hidup di daerah perkotaan agak sulit mempercayai hal-hal gaib semacam itu. Tapi sejatinya itu ada dan sebagian masyarakat kita pun masih meyakininya. Karna sesungguhnya sesuatu yang tidak terlihat itu bukan berarti tidak ada. Seperti angin yang tidak terlihat tapi dapat kita rasakan, tutur Mas Yankur.
Pada
akhirnya masih banyak hal yang perlu dikaji, diteliti dan dipelajari lagi
tentang rempah-rempah ini agar lebih popular di masyarakat, sehingga
manfaatnnya lebih bisa dirasakan oleh kita semua.
Pameran
rempah ini masih akan berlangsung hingga Minggu 16 April 2017. Dengan
kegiatan-kegiatan menarik lainnya seperti workshop, kreatifitas dan
bincang-bincang seputar rempah-rempah. Jika ingin mendapatkan bibit
rempah-rempah, panitia juga menyediakan bibit-bibit yang bisa dibeli di
sana.
Friday, 9 December 2016
AKU CEMBURU
Jumat
pagi, 2 Desember 2016, hujan turun cukup lebat di wilayah Depok. Aku teringat
agenda besar umat Islam hari ini di Jakarta, yaitu Aksi Bela Islam III. Kekhawatiran
mulai muncul, bagaimana nanti aksi berjalan jika hujan deras begini? Pikirku.
Namun,
terlintas keyakinan dalam diri bahwa hujan tidak akan menghalangi semangat
mereka demi membela Al-qur’an yang telah dinistakan. Hujan yang turun adalah
rahmat dariNya. ia adalah tentara Allah yang selalu patuh pada titahNya. Aku
berseru dalam hati, “bahkan hujan pun ingin turut serta menjadi saksi bersama
jutaan umat Islam dalam aksi super damai ini”.
Wednesday, 9 November 2016
BUKU, CANDU BAGIKU
Sebagai
seorang perempuan saya selalu tergoda dengan barang-barang lucu khas perempuan.
Kamu tahu kan yang saya maksud barang-barang lucu itu? Sebut saja misalnya;
baju, hijab dan pernak-perniknya, tas, sepatu, kosmetik dan lain-lain. Tapi
satu hal yang membuat saya bangga pada diri sendiri adalah meskipun tergoda
dengan barang-barang tersebut, saya bisa bertahan untuk tidak membelinya. Saya
akan berpikir panjang dan lama untuk memutuskan apakah akan membeli atau tidak.
Hey,
tapi hal itu tidak berlaku pada benda yang satu ini. Sangat sulit bagi saya
untuk menahan diri darinya. Saya bagaikan
tersihir jika melihat benda ini, dan sihir itu mulai bekerja ketika saya
memegangnya, melihat-lihat isinya, lalu membawanya ke kasir untuk membayar, dan
begitu saya tersadar ternyata benda itu sudah menumpuk dalam tas belanja. Bukan
kecewa dan marah karena merasa sudah tersihir, tapi saya malah tersenyum bangga
bisa mendapatkannya.
Itulah
buku, bagi saya ia adalah candu. Sihir apa pun takkan mampu menyerang saya,
tapi jika buku yang menyebarkan sihirnya, diri ini tak kuasa tuk menghindar.
Saya akan kalap dan khilaf jika berada di toko buku. Ah, betapa bahagianya
berada di toko buku, seolah berada di Surga. Ya, lautan buku yang terhampar
bagaikan Surga untuk saya. berjam-jam waktu tak terasa bila sudah berada di
dalamnya.
Kamu
tahu kan harga buku lumayan menguras kocek agak dalam? Nah, ini juga sebenarnya
menjadi kendala buat saya. Sebagai anak kos yang sudah terkenal dengan
penghematannya, saya pun harus menghemat banyak pengeluaran. Tapi hal itu tidak
menghalangi saya untuk membeli buku setiap bulannya. Saya punya cara lain agar
tidak mengeluarkan uang terlalu mahal untuk mendapatkan buku yang lumayan
banyak. Mau tahu caranya? Oh, baiklah akan saya bocorkan rahasia besar ini :D
Di
beberapa toko buku, bahkan toko buku besar yang sudah terkenal pun menyediakan
space khusus untuk buku-buku murah. Buku-buku terbitan lama dijual di sana
dengan harga yang miring. Meskipun terbitan lama, buku-buku itu tentu saja
masih bagus dan terbungkus rapi dalam plastiknya. Dari situ saya bisa
mendapatkan 2, 3, 5 bahkan 10 buku dengan harga yang fantastis. Ah, puas
rasanya bisa mendapatkan banyak buku tanpa menguras kocek lebih dalam.
Satu
lagi cara mendapatkan buku tanpa mengeluarkan uang. Kamu pasti penasaran kan?
Hehe. Ok, jadi begini caranya. Saat ini banyak sekali acara yang diadakan oleh
berbagai organisasi atau komunitas seperti seminar, training, bedah buku,
diskusi buku, launching buku dan acara apa pun yang berhubungan dengan buku.
Nah, jika kamu tahu acara-acara tersebut, datang dan hadirilah acaranya.
Terkadang panitia membagikan doorprize berupa buku bagi siapa saja yang bisa
menjawab pertanyaan seputar acaranya. Atau kamu juga bisa mengajukan pertanyaan
setelah diskusi selesai, dan biasanya hadiah buku akan diberikan bagi si
penanya. Kuis-kuis kecil sering juga diadakan, seperti live twit seputar acara
dan twit terbanyak siap-siap mendapatkan buku mendarat di tanganmu.
Hal
ini beberapa kali saya lakukan, menghadiri acara-acara tersebut, mengajukan
pertanyaan dan hadiah buku telah menanti. Saya pun pulang dengan senyum puas
merekah dengan beberapa buku gratis di tangan. Hehe.
Sangat
disayangkan masih banyak orang yang tidak suka membaca dengan alasan malas
membeli buku, harga buku yang mahal, jarang membeli buku. Padahal untuk membaca
buku tidak selalu harus membelinya, meskipun membeli buku ada kepuasan
tersendiri. Kita tetap bisa membaca buku dengan meminjam pada teman yang punya
koleksi buku lebih banyak mungkin, atau bisa juga sesekali berkunjung ke
perpustakaan daerah masing-masing untuk membaca dan meminjam buku di sana.
Hal
ini juga yang saya lakukan. Hampir setiap pekan saya mengunjungi perpustakaan
untuk membaca buku atau sekadar mencari bahan referensi untuk membuat tulisan.
Melihat buku-buku di perpustakaan yang begitu banyak dan tertata rapi di
rak-rak yang tinggi menjulang, saya merasa selama ini buku yang saya baca hanya
sedikit sekali tak ada apa-apanya. Banyak sekali yang belum saya tahu, banyak
yang belum saya baca dan masih banyak yang ingin saya baca.
Meminjam
buku kepada teman pun salah satu cara saya untuk bisa membaca buku lebih banyak.
Penting sekali berteman dengan orang yang suka membaca, karena kita bisa saling
bertukar ilmu dari apa yang dibaca, bertukar buku dan saling memberi informasi
seputar buku. Saya akan selalu semangat jika ada teman yang baru membeli buku,
apalagi jika itu buku terbaru dan bestseller :D
Tapi
perlu diingat jika meminjam buku baik dari teman atau di perpustakaan, jagalah
baik-baik buku itu. Kembalikan buku tepat waktu dan dalam kondisi baik seperti
pertama kali meminjam. Jangan pinjamkan buku kepada orang lain sebelum meminta
ijin pada pemiliknya. Jagalah kepercayaan mereka yang sudah meminjamkan bukunya
pada kita. Karena jika buku kembali dalam keadaan tidak sempurna, misalnya ada
halaman yang kotor, sobek, basah karena kehujanan, hal itu akan membuat si
empunya buku kecewa. Dia sudah menjaga bukunya dengan baik, tapi kita yang
meminjam malah tidak perhatian dengan buku yang dipinjam.
Saya
pun akan kecewa jika buku saya yang dipinjam kembali dalam keadaan yang tidak
baik. Akan tetapi sebelum kita kecewa atau bahkan marah karena buku kita rusak,
sebaiknya tanyalah pada teman yang meminjam mengapa bukunya jadi seperti itu.
Dengarkan penjelasannya. Siapa tahu teman yang meminjam buku kita tidak sengaja
melakukan hal itu atau ada sebab lain yang membuat buku itu jadi tidak
sempurna. Hendaknya memaafkan dan mengingatkan teman kita untuk lebih hati-hati
dan tidak mengulanginya lagi.
Bila
kita langsung marah padahal tidak tahu apa penyebab buku itu rusak, itu akan
membuat teman yang meminjam buku tidak akan meminjam buku lagi. Dan secara
tidak langsung kita sudah memutus kegiatan membacanya yang mungkin saja ia baru
berusaha untuk menyukai membaca buku. Jangan sampai kita berperan menjadi orang
yang membuat orang lain tidak suka kegiatan membaca hanya karna sebuah buku
yang dipinjam tidak kembali dengan sempurna.
Mari
tularkan kesukaan membaca kepada orang lain dengan cara yang baik. Salah satu
caranya dengan memberi pinjaman buku kepada teman yang tidak suka membaca. Bisa
jadi pada awalnya teman kita tidak suka membaca, tapi karna buku-buku yang
dibaca menarik dan membuat ia penasaran, akhirnya akan membuat teman kita
semakin suka membaca.
Cara
lain mengenalkan buku pada orang banyak yaitu melalui media sosial. Media
sosial mempunyai pengaruh yang cukup luas bagi penggunanya. Kita bisa
menggunakannya untuk mempengaruhi orang dengan hal-hal positif. Satu cara yang
saya lakukan adalah saya selalu memposting foto buku-buku yang sedang dibaca
dengan memberikan penjelasan sedikit mengenai isi bukunya. Foto tersebut saya
bagikan di semua akun media social yang saya miliki. Selesai membaca satu buku
saya pun segera membuat tulisan yang lebih panjang mengenai ulasan buku
tersebut, lalu saya posting di blog pribadi dan membagikan link-nya ke semua
akun media sosial.
Dengan
begitu saya berharap teman-teman di media social merasa tertarik membeli dan
membaca buku-buku itu. Saya ingin apa yang saya rasakan saat membaca dapat
dirasakan juga oleh orang lain. Untuk mendapatkan kebahagiaan itu sederhana
saja, bacalah buku-buku yang disukai. Karena membaca membuat saya bahagia.
Friday, 26 August 2016
Jika Adian Husaini Jadi Presiden
Kajian
yang bertajuk “Indonesia Is You” ini diselenggarakan dalam rangka hari
Kemerdekaan RI yang ke-71. Kajian yang mengangkat tema kepemimpinan ini rutin
diadakan di AQL Islamic Center setiap bulannya. Nah, pada kesempatan hari
kemerdekaan ini, Young Islamic Leadership sebagai penyelenggara, menghadirkan
DR. Adian Husaini yang didaulat sebagai pembicara. Beliau merupakan Ketua Dewan
Da’wah Islamiyah Indonesia dan pendiri INSIST.
Dalam
kajiannya ini pemuda menjadi objek utama dalam kepemimpinan. Dijelaskan
bagaimana pemuda pada masa dulu begitu produktif, penuh semangat militan dan
rasa nasionalisme. Pemuda Indonesia pada masa penjajahan dulu sudah memiliki
peran penting dalam membangun bangsa. Sebut saja Agus Salim yang diangkat
menjadi konsulat di Jeddah pada usia muda; Buya Hamka yang di usia 12 tahun
sudah membaca buku-buku sastra, filsafat, sejarah. Dalam sejarah Islam juga
dikenal banyak pejuang muda Islam yang ikut berperang menegakkan agama Islam.
usamah bin Zaid yang menjadi panglima perang pada usia 17 tahun, dan masih
banyak lagi.
Wednesday, 10 August 2016
Kata Mereka Tentang Habibie
![]() |
| ka-ki: Andi Makka, Nurmahmudi, Bambang Setiadi, Wendy Aritenang dan moderator Dala |
Telah
terselenggara acara bedah buku Habibie The Series dan Diskusi Publik Menggali Inspirasi dari 80 Tahun Habibie pada Ahad, 7 Agustus 2016
di Museum Mandiri, Kota Tua, Jakarta Barat. Pelaksana acara ini adalah FLP (Forum
Lingkar Pena) yang tergabung dalam Friends of Mandiri Museum. Bekerjasama dengan
The Habibie Center, Penerbit Tiga Serangkai, Museum Mandiri, Bank Mandiri dan
Lembaga Kursus Bahasa Asing Euro Management.
Acara ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk menggali lebih dalam sosok Habibie terutama memperkenalkannya kepada generasi muda yang patut menjadi teladan penuh inspirasi dan semangat bagi anak muda Indonesia.
Acara ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk menggali lebih dalam sosok Habibie terutama memperkenalkannya kepada generasi muda yang patut menjadi teladan penuh inspirasi dan semangat bagi anak muda Indonesia.
Diskusi
buku “Habibie The Series” sesi ke dua yang saya hadiri, mengangkat tema
“Kepemimpinan BJ. Habibie Dalam Pengembangan SDM Indonesia”. Sesi ini menghadirkan
para pembicara yang sangat mengetahui sisi luar dalam Pak Habibie. Mereka
adalah Andi makmur Makka, Nur Mahmudi Ismail (mantan Menteri Kehutanan dan
Walikota Depok), Wendy Aritenang (mantan Sekjen Dephub), Bambang Setiadi (Ketua
Dewan Riset Nasional).
Subscribe to:
Posts (Atom)
Cara Memupuk Kegemaran Membaca Sejak Kecil Hingga Dewasa
Sebelum kita membahas cara memupuk kegemaran membaca, mari kita flashback sedikit ke masa di mana kita berada di fase belajar membaca d...
-
Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan menghadiri sebuah seminar dengan tema “Sosialisasi Pembudayaan Kegemaran Membaca”. Sa...
-
Terlanjur berjanji pada seorang gadis untuk menuliskan ini. Jadi, ia bertanya pada saya bagaimana caranya menulis cerpen. Lebih tepa...
-
Judul : The Great Muslimah Penulis : Hanny Dewanti & Penulis Muslimah Penerbit : Penerbit Ikon Cetakan : I, Juli 2019...




























