Showing posts with label Motivation. Show all posts
Showing posts with label Motivation. Show all posts

Friday, 16 February 2018

Sengsara atau Hikmah, Pilih Mana?



pixabay

Berhibur tiada salahnya karena hiburan itu indah
Hanya pabila salah memilihnya membuat kita jadi sengsara (Raihan)

Pernah dengar lirik lagu nasyid di atas? Dinyanyikan oleh grup nasyid asal Malaysia, yaitu Raihan. Saya tidak akan membahas tentang grup nasyid, tapi lebih kepada makna dari lirik lagu itu sendiri.

Hiburan. Satu hal yang cukup penting yang ada dalam hidup kita. Sebagai manusia yang hidup dengan segala hiruk pikuk dunia, mulai dari kehidupan keluarga, pekerjaan, lingkungan dengan berbagai permasalahannya, kita sangat butuh yang namanya hiburan. Setidaknya dengan hiburan yang ada, akan membuat hidup lebih relax dan menyenangkan.


Lalu, apa saja jenis hiburan yang dapat dinikmati? Sebut saja; film, musik, buku, makanan, dan lain-lain. Itu semua jenis hiburan yang mudah didapatkan saat ini. Tentunya kita harus selektif dalam memilih hiburan, karena seperti lirik lagu di atas, jika salah memilih bentuk hiburan malah akan membuat kita sengsara.

Islam itu indah dan mencintai keindahan. Hiburan itu salah satu jenis keindahan yang ada di dunia. Maka hendaknya kita sebagai umat Islam memilih jenis hiburan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Apakah memilih jenis hiburan yang sesuai dengan nilai Islam itu sulit? Sepertinya  tidak. Sebenarnya hiburan yang baik lagi bermanfaat itu banyak, tinggal kembalikan lagi kepada hati, apakah kita rela mengeluarkan uang untuk sebuah hiburan yang baik itu atau hanya untuk pemuas hawa nafsu.

Salah satu jenis hiburan yang digemari, yakni film. Zaman ini banyak sekali jenis film yang beredar, baik di layar kaca maupun layar lebar. Genre film-film tersebut pun beragam. Ada film komedi, drama, misteri, horor, roman, dan lain sebagainya. Tapi apakah kita harus menonton semua jenis film yang ditayangkan tersebut hanya sekadar mencari hiburan? Lagi-lagi jawabannya tidak. Kita cenderung akan menonton film-film yang memang sesuai dengan selera kita.

Memilih jenis film yang akan ditonton harus lebih selektif. Harus ada tujuan atau output yang bisa diraih. Jangan jadikan hiburan hanya sebagai pemuas hawa nafsu. Karna itu justru hanya akan membuang waktu percuma dan pada akhirnya membuat kita sengsara atau merugi. Pilihlah film yang tidak hanya menghibur tapi juga membawa manfaat baru dalam kehidupan kita. Syukur-syukur bila film yang ditonton akan membawa pengaruh meningkatnya ibadah kita yang selama ini merosot.

Sayangnya film-film yang beredar di Indonesia masih didominasi oleh film yang berbau mistis dan percintaan remeh temeh ala remaja zaman sekarang. Bahkan salah satu film horor beberapa waktu lalu berhasil menembus angka jutaan penonton hingga dinikmati sampai mancanegara. Tidak jauh beda dengan film percintaaan remajanya, lebih sering menonjolkan gaya pacaran serta pameran aurat dari para pemainnya. Astagfirullah! 

Sedih mengetahui remaja Indonesia dicekoki film-film horor dan percintaan remeh temeh (pacaran). Film semacam itu menurut saya tidak baik untuk perkembangan karakter remaja. Efek menonton film horor dapat menimbulkan rasa takut, tegang, percaya pada hal-hal mistis atau irasional yang tidak ada tuntunannya dalam Alqur’an. Sedangkan tema percintaan khas remaja efeknya memberi contoh seputar kehidupan orang berpacaran. Tidak hanya pacaran, pengaruh lainnya dari film tersebut adalah gaya berpakaian yang akan dengan mudahnya menjadi trend setter bagi anak muda. Pastinya gaya berpakaian di film-film itu adalah pakaian yang mengumbar aurat dengan berbagai model. 

Tentu tidak semua film yang hadir di Indonesia sejenis film-film yang disebutkan di atas. Tidak sedikit para pekerja atau pembuat film yang memproduksi film bagus berkualitas. Masih ada orang-orang yang peduli dengan pendidikan moral bangsa dengan menyajikan film yang penuh semangat membangkitkan harapan. Masih ada orang-orang yang cemas akan pergaulan anak muda yang semakin tidak terkontrol, sehingga mereka pun memproduksi film khas remaja yang lebih membawa perubahan positif. 

Namun, sekali lagi, sayangnya, orang Indonesia sedikit sekali yang sadar dan mendukung film-film baik seperti itu. Film horor dan tema pacaran masih menjadi primadona di kalangan remaja. Maka, mulailah dari diri kita sendiri. Mulailah memilih hiburan yang tidak hanya memuaskan hawa nafsu dan sedang hits, tapi pilih hiburan yang membawa manfaat dan pelajaran dalam hidup. Kita pun dapat mengajak remaja untuk turut menonton film-film baik dengan berbagai cara yang saat ini popular, yaitu media sosial. 

Dalam mencari hiburan pun hendaknya tidak berlebihan dan meninggalkan kewajiban kepada Allah SWT. Jangan sampai hiburan tersebut membuat kita lalai pada perintah Allah, seperti salat. Hanya karna mengejar jam tayang film, kita rela mengabaikan waktu salat. Tentu saja hal itu sangat tidak sesuai dengan nilai Islam dan malah akan membawa kepada sengsara di akhirat.





Friday, 9 December 2016

AKU CEMBURU




Jumat pagi, 2 Desember 2016, hujan turun cukup lebat di wilayah Depok. Aku teringat agenda besar umat Islam hari ini di Jakarta, yaitu Aksi Bela Islam III. Kekhawatiran mulai muncul, bagaimana nanti aksi berjalan jika hujan deras begini? Pikirku. 

Namun, terlintas keyakinan dalam diri bahwa hujan tidak akan menghalangi semangat mereka demi membela Al-qur’an yang telah dinistakan. Hujan yang turun adalah rahmat dariNya. ia adalah tentara Allah yang selalu patuh pada titahNya. Aku berseru dalam hati, “bahkan hujan pun ingin turut serta menjadi saksi bersama jutaan umat Islam dalam aksi super damai ini”.

Wednesday, 9 November 2016

BUKU, CANDU BAGIKU






Sebagai seorang perempuan saya selalu tergoda dengan barang-barang lucu khas perempuan. Kamu tahu kan yang saya maksud barang-barang lucu itu? Sebut saja misalnya; baju, hijab dan pernak-perniknya, tas, sepatu, kosmetik dan lain-lain. Tapi satu hal yang membuat saya bangga pada diri sendiri adalah meskipun tergoda dengan barang-barang tersebut, saya bisa bertahan untuk tidak membelinya. Saya akan berpikir panjang dan lama untuk memutuskan apakah akan membeli atau tidak.

Hey, tapi hal itu tidak berlaku pada benda yang satu ini. Sangat sulit bagi saya untuk menahan diri darinya.  Saya bagaikan tersihir jika melihat benda ini, dan sihir itu mulai bekerja ketika saya memegangnya, melihat-lihat isinya, lalu membawanya ke kasir untuk membayar, dan begitu saya tersadar ternyata benda itu sudah menumpuk dalam tas belanja. Bukan kecewa dan marah karena merasa sudah tersihir, tapi saya malah tersenyum bangga bisa mendapatkannya.

Itulah buku, bagi saya ia adalah candu. Sihir apa pun takkan mampu menyerang saya, tapi jika buku yang menyebarkan sihirnya, diri ini tak kuasa tuk menghindar. Saya akan kalap dan khilaf jika berada di toko buku. Ah, betapa bahagianya berada di toko buku, seolah berada di Surga. Ya, lautan buku yang terhampar bagaikan Surga untuk saya. berjam-jam waktu tak terasa bila sudah berada di dalamnya. 

Kamu tahu kan harga buku lumayan menguras kocek agak dalam? Nah, ini juga sebenarnya menjadi kendala buat saya. Sebagai anak kos yang sudah terkenal dengan penghematannya, saya pun harus menghemat banyak pengeluaran. Tapi hal itu tidak menghalangi saya untuk membeli buku setiap bulannya. Saya punya cara lain agar tidak mengeluarkan uang terlalu mahal untuk mendapatkan buku yang lumayan banyak. Mau tahu caranya? Oh, baiklah akan saya bocorkan rahasia besar ini :D

Di beberapa toko buku, bahkan toko buku besar yang sudah terkenal pun menyediakan space khusus untuk buku-buku murah. Buku-buku terbitan lama dijual di sana dengan harga yang miring. Meskipun terbitan lama, buku-buku itu tentu saja masih bagus dan terbungkus rapi dalam plastiknya. Dari situ saya bisa mendapatkan 2, 3, 5 bahkan 10 buku dengan harga yang fantastis. Ah, puas rasanya bisa mendapatkan banyak buku tanpa menguras kocek lebih dalam.

Satu lagi cara mendapatkan buku tanpa mengeluarkan uang. Kamu pasti penasaran kan? Hehe. Ok, jadi begini caranya. Saat ini banyak sekali acara yang diadakan oleh berbagai organisasi atau komunitas seperti seminar, training, bedah buku, diskusi buku, launching buku dan acara apa pun yang berhubungan dengan buku. Nah, jika kamu tahu acara-acara tersebut, datang dan hadirilah acaranya. Terkadang panitia membagikan doorprize berupa buku bagi siapa saja yang bisa menjawab pertanyaan seputar acaranya. Atau kamu juga bisa mengajukan pertanyaan setelah diskusi selesai, dan biasanya hadiah buku akan diberikan bagi si penanya. Kuis-kuis kecil sering juga diadakan, seperti live twit seputar acara dan twit terbanyak siap-siap mendapatkan buku mendarat di tanganmu.

Hal ini beberapa kali saya lakukan, menghadiri acara-acara tersebut, mengajukan pertanyaan dan hadiah buku telah menanti. Saya pun pulang dengan senyum puas merekah dengan beberapa buku gratis di tangan. Hehe.

Sangat disayangkan masih banyak orang yang tidak suka membaca dengan alasan malas membeli buku, harga buku yang mahal, jarang membeli buku. Padahal untuk membaca buku tidak selalu harus membelinya, meskipun membeli buku ada kepuasan tersendiri. Kita tetap bisa membaca buku dengan meminjam pada teman yang punya koleksi buku lebih banyak mungkin, atau bisa juga sesekali berkunjung ke perpustakaan daerah masing-masing untuk membaca dan meminjam buku di sana.

Hal ini juga yang saya lakukan. Hampir setiap pekan saya mengunjungi perpustakaan untuk membaca buku atau sekadar mencari bahan referensi untuk membuat tulisan. Melihat buku-buku di perpustakaan yang begitu banyak dan tertata rapi di rak-rak yang tinggi menjulang, saya merasa selama ini buku yang saya baca hanya sedikit sekali tak ada apa-apanya. Banyak sekali yang belum saya tahu, banyak yang belum saya baca dan masih banyak yang ingin saya baca. 

Meminjam buku kepada teman pun salah satu cara saya untuk bisa membaca buku lebih banyak. Penting sekali berteman dengan orang yang suka membaca, karena kita bisa saling bertukar ilmu dari apa yang dibaca, bertukar buku dan saling memberi informasi seputar buku. Saya akan selalu semangat jika ada teman yang baru membeli buku, apalagi jika itu buku terbaru dan bestseller :D

Tapi perlu diingat jika meminjam buku baik dari teman atau di perpustakaan, jagalah baik-baik buku itu. Kembalikan buku tepat waktu dan dalam kondisi baik seperti pertama kali meminjam. Jangan pinjamkan buku kepada orang lain sebelum meminta ijin pada pemiliknya. Jagalah kepercayaan mereka yang sudah meminjamkan bukunya pada kita. Karena jika buku kembali dalam keadaan tidak sempurna, misalnya ada halaman yang kotor, sobek, basah karena kehujanan, hal itu akan membuat si empunya buku kecewa. Dia sudah menjaga bukunya dengan baik, tapi kita yang meminjam malah tidak perhatian dengan buku yang dipinjam. 

Saya pun akan kecewa jika buku saya yang dipinjam kembali dalam keadaan yang tidak baik. Akan tetapi sebelum kita kecewa atau bahkan marah karena buku kita rusak, sebaiknya tanyalah pada teman yang meminjam mengapa bukunya jadi seperti itu. Dengarkan penjelasannya. Siapa tahu teman yang meminjam buku kita tidak sengaja melakukan hal itu atau ada sebab lain yang membuat buku itu jadi tidak sempurna. Hendaknya memaafkan dan mengingatkan teman kita untuk lebih hati-hati dan tidak mengulanginya lagi.

Bila kita langsung marah padahal tidak tahu apa penyebab buku itu rusak, itu akan membuat teman yang meminjam buku tidak akan meminjam buku lagi. Dan secara tidak langsung kita sudah memutus kegiatan membacanya yang mungkin saja ia baru berusaha untuk menyukai membaca buku. Jangan sampai kita berperan menjadi orang yang membuat orang lain tidak suka kegiatan membaca hanya karna sebuah buku yang dipinjam tidak kembali dengan sempurna.

Mari tularkan kesukaan membaca kepada orang lain dengan cara yang baik. Salah satu caranya dengan memberi pinjaman buku kepada teman yang tidak suka membaca. Bisa jadi pada awalnya teman kita tidak suka membaca, tapi karna buku-buku yang dibaca menarik dan membuat ia penasaran, akhirnya akan membuat teman kita semakin suka membaca.

Cara lain mengenalkan buku pada orang banyak yaitu melalui media sosial. Media sosial mempunyai pengaruh yang cukup luas bagi penggunanya. Kita bisa menggunakannya untuk mempengaruhi orang dengan hal-hal positif. Satu cara yang saya lakukan adalah saya selalu memposting foto buku-buku yang sedang dibaca dengan memberikan penjelasan sedikit mengenai isi bukunya. Foto tersebut saya bagikan di semua akun media social yang saya miliki. Selesai membaca satu buku saya pun segera membuat tulisan yang lebih panjang mengenai ulasan buku tersebut, lalu saya posting di blog pribadi dan membagikan link-nya ke semua akun media sosial. 

Dengan begitu saya berharap teman-teman di media social merasa tertarik membeli dan membaca buku-buku itu. Saya ingin apa yang saya rasakan saat membaca dapat dirasakan juga oleh orang lain. Untuk mendapatkan kebahagiaan itu sederhana saja, bacalah buku-buku yang disukai. Karena membaca membuat saya bahagia.


Thursday, 7 January 2016

Belajar Puisi



Pertama kali belajar menulis saya lebih sering menulis artikel, sama sekali tidak tertarik untuk menulis cerpen, karena saya termasuk orang yang kesulitan dalam berimajinasi. Menurut saya menulis cerpen atau fiksi itu butuh kreativitas dalam berimajinasi. Lalu apa yang akan ditulis jika tidak bisa berimajinasi? Dan saya pun menghindari menulis cerpen.

Namun, lama kelamaan saya perhatikan setiap ada lomba menulis, selalu yang diangkat adalah cerpen. Dulu jarang sekali saya temukan lomba menulis artikel. Dari situ saya berpikir, saya harus bisa menulis cerpen supaya bisa ikut lomba-lomba itu. Akhirnya saya pun mulai memberanikan diri menulis cerpen, mulai membaca lagi buku kumpulan cerpen dan mempelajari bagaimana cara menulisnya dari cerpen-cerpen yang saya baca. Akhirnya sekarang saya telah melahirkan beberapa cerpen, walaupun belum sempurna.

Friday, 27 November 2015

Gaul Bareng Penulis


FLP Jakarta

Hei, gaul bareng penulis nggak serta merta bikin kamu jadi penulis! Okelah, kalau kamu berpedoman dengan ungkapan ini, “Jika kamu berteman dengan pandai besi, maka akan terkena percikan apinya. Jika kamu berteman dengan penjual minyak wangi, maka kamu akan ketularan wanginya juga”. Terus kamu yakin banget kalau berteman dengan penulis bisa jadi penulis juga? Itu semua tidak akan terwujud, kecuali kamu mulai menulis. Kalau hanya sekedar berteman saja tapi kamu nggak nuli-nulis, yaaah,,,kapan jadi penulisnya??

Jadi kalau kamu bergaul sama penulis, manfaatin deh keahliannya dia supaya kamu bisa ketularan jago nulis. Gali sedalam-dalamnya ilmu menulis darinya dan pastinya mulailah menulis. Wake up and write!

Gaul bareng penulis itu bikin tingkat kekerenan kita bertambah lho!

Sesama penulis, baik yang udah ahli maupun masih amatir, mereka biasanya saling memuji tulisan satu sama lain. Jadi gini, 

Penulis A memuji tulisan penulis B, “Hei, tulisan kamu keren banget. Aku suka gaya bahasa kamu yang romantis, indah dan bikin pembaca tuh berbunga-bunga ikut merasakan keindahan rangkaian kata-kata yang kamu buat.”

Penulis B tidak mau kalah, “Aah,,,tulisan kamu itu yang keren. Isinya berbobot, selalu ada yang baru dari tulisan kamu, analisis dan risetnya oke banget. Dan itu bikin pembaca jadi tambah pinter.”

Sejatinya setiap penulis itu emang keren, nggak masalah jenis tulisannya apa, karena mereka punya keahlian menulis yang berbeda. Ada yang ahli dalam menulis puisi, sajak, cerpen, yang membutuhkan gaya bahasa yang indah. Ada juga yang jago nulis artikel, jurnal, liputan, opini yang membutuhkan analisa mendalam agar membuat tulisannya semakin berkualitas.

Kita yang bergaul sama penulis juga kecipratan kerennya. Setidaknya kita jadi ketularan hobi baca, lalu sedikit demi sedikit ikut mencoba merangkai kata dan akhirnya seiring berjalannya waktu kita jadi bisa menjadi seperti mereka yang keren-keren itu, dengan catatan harus konsisten dan fokus.

So, jangan ada lagi tuh kalimat yang menjatuhkan diri sendiri, seperti ini;

“Ih, dia nulis jago banget. Tulisannya bagus. Aku jadi minder, malu sama tulisan sendiri.”

“Gila! Tulisan dia ajib banget, TOP dah pokoknya. Gue mah apa atuh.”

“Malu ah, posting tulisan, dibaca banyak orang. Tulisan gue gak ada apa-apanya. Cetek banget. Nggak kayak dia, tulisannya selalu oke.”

Kalimat-kalimat itu boleh saja dilontarkan kalau kamu orang yang pesimis, nggak mau belajar, nggak mau usaha dan emang nggak punya niat jadi penulis. Kalau kata Zaenal Radar T “Teruslah menulis. Jangan takut jika tulisan kita jelek. Karena dari 1000 tulisan yang jelek itu, pasti ada satu karya yang terbaik”. Nah, gimana kita tahu tulisan kita itu bagus atau jelek kalau kita nggak mulai nulis, nggak mau orang lain baca karena malu? Ayolah mulai menulis dan biarkan orang lain yang menilai tulisan itu. Jangan menghakimi tulisanmu sendiri.

Ingat ya! Setiap tulisan akan bertemu dengan jodohnya sendiri. Maksudnya, setiap tulisan pasti akan ada yang membaca dan menemukan penikmatnya sendiri.

Semangat nulis yaaa!!!

Wednesday, 22 April 2015

Saya Pun Tak Tau Bagaimana Caranya Menulis



“Syarat untuk menjadi penulis ada tiga; yaitu menulis, menulis, menulis”

Ada beberapa orang yang bertanya pada saya, “Gimana sih caranya menulis?”. Jika ada pertanyaan seperti itu, saya bingung bagaimana menjawabnya karena saya pun tak tau bagaimana caranya menulis. Yang saya tau hanyalah mulai menulis. Tulis saja apa yang ingin kau tulis. Karena saya pun begitu. Jadi kalau ditanya bagaimana caranya, kiat-kiat, tips-tips menulis, saya belum tau banyak tentang hal itu karena saya bukanlah pakar dalam hal menulis.

Tapi saya selalu berusaha untuk menulis apapun itu yang terbesit dalam pikiran. Saya mengatakan pada mereka yang bertanya, bahwa cara untuk menulis ya mulai saja menulis. Lakukan setiap hari, konsisten pada apa yang akan kita kerjakan. Dengan menulis setiap hari kita jadi akan terbiasa dan mulai mengetahui dimana kelebihan dan kekurangan kita.

Monday, 30 March 2015

Yuk Dakwah Lewat Tulisan!

Pelatihan menulis dari Forum Lingkar Pena pada pertemuan pertama ini membahas tentang "Wawasan Islam", yang disampaikan oleh Ahmad Lamuna dari Divisi Rohis FLP Jakarta. Saya mencoba untuk sedikit berbagi atau menyampaikan kembali apa yang saya dapatkan dari materi yang disampaikan. Semoga barakah dan manfaat. Aamiin.
 
Materi dibuka dengan pertanyaan yang diajukan kepada para peserta, “Apa itu Islam?”

Sebagai umat Islam pastinya kita memiliki definisi masing-masing tentang Islam. Begitu pertanyaan itu muncul, mungkin sebagian dari kita bingung untuk mendefinisikan Islam. Kita tahu dan paham mengenai hal itu, tapi terkadang sulit untuk mengungkapkannya dalam kata-kata. Kita (khususnya saya) membutuhkan waktu untuk berfikir sejenak dan merangkai kata-kata yang pas dalam mendifinisikan kata “Islam” itu sendiri.

Tuesday, 17 March 2015

Mencetak Hafidz dan Hafidzah





Assalamu’alaikum,

Untuk teman-teman yang sudah menjadi Ayah dan Bunda, saya akan sedikit sharing tentang bagaimana caranya memiliki anak-anak yang bisa menghafal Al-qur’an. Untuk teman-teman belum jadi orang tua boleh juga koq ikutan baca, hehe. Siapa tau punya cita-cita memiliki anak yang hafidz dan hafidzah nantinya.

Kalian pasti tau kan betapa Allah memberikan kemuliaan bagi orang tua yang memiliki anak penghafal Al-qur’an? Yup, betul. Allah akan memberikan mahkota dari cahaya untuk orang tua yang memiliki anak penghafal Al-qur’an di akhirat kelak. Siapa yang mau? Hayo ngacung! :D

Ok ok, langsung aja ya sharingnya.

Saturday, 7 March 2015

IBF Lagiiiii,,,

Panggung Utama IBF (Islamic Book Fair) 2015


Hampir tiap tahun ga perah ketinggalan acara ini. Acara yang ditunggu-tunggu para pegiat buku baik penulis, pembaca, penerbit, toko buku dan seluruh warga Jakarta dan luar kota. Meskipun IBF ini diselenggarakan di Jakarta, banyak juga lho yang datang dari luar kota. Wah, salut sama mereka yang udah jauh-jauh datang cuma untuk IBF. Kenapa IBF begitu banyak peminatnya? Karena ini adalah salah satu alternative untuk melakukan wisata, yaitu “wisata buku”. Selain itu IBF juga merupakan pameran buku islam terbesar se-Asia Tenggara.

Wednesday, 4 March 2015

Terbitkan Mimpimu

“Bang, lewat Wisma Bisnis Indonesia ga?”, tanyaku pada supir angkot yang sedang bercengkrama dengan seseorang. Ketika aku bertanya, pak supir agak kurang memperhatikan dan akhirnya dia tidak menjawab pertanyaanku. Tapi ada seorang wanita yang baik hati yang duduk di samping pak supir menjawab pertanyaanku.

“Mbak mau bareng? Kebetulan saya juga mau ke sana.” Jawab wanita itu sambil membukakan pintu depan mobil.

Friday, 27 February 2015

Mukena Cantik Untuk Kaum Adam


“Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata: Telah datang kepada Nabi Saw. seorang lelaki yang buta. Kemudian Ia berkata “Wahai Rasulullah, aku tidak punya orang yang bisa menuntunku ke masjid.” Lalu dia memohon kepada Rasulullah untuk diberi keringanan kepadanya. Ketika dia berpaling untuk pulang, beliau Saw. memanggilnya seraya berkata “Apakah engkau mendengar suara azan (panggilan) shalat?” Ia menjawab “Ya”, beliau besabda “Maka hendaklah kau penuhi panggilan itu”. (HR. Muslim) 

Friday, 23 January 2015

Membangun Peradaban Emas: Maksimalkan SDM dan SDA dengan IMTAK dan IPTEK




Kajian kali ini tanggal 20 Januari 2015 di Masjid Sunda Kelapa bertajuk “Membangun Peradaban Emas” yang diisi oleh beberapa pembicara yang menurut saya super keren. Mereka adalah Ustadz Bachtiar Nasir, Imam Syamsi Ali, Ippho Santosa, Muhammad Assad dan terakhir Ustadz Yusuf Mansur. Pasti pada kenal dong sama orang-orang keren ini? ;) 

Baru kali ini saya ikut kajian yang jadwalnya malam hari. biasanya kalau kajian malam begini saya tidak akan hadir karena khawatir pulang kemalaman dan tidak ada angkot. Walaupun sih katanya Jakarta itu angkot 24 jam, faktanya tidak begitu.  Tidak semua angkutan umum beroperasi 24 jam. Alhamdulillah ada ojek pribadi yang baik hati yang mau mengantarkan kemana pun saya pergi, dia adalah adik saya sendiri, sekalian aja diajak ikut kajian, hehe.

Cara Memupuk Kegemaran Membaca Sejak Kecil Hingga Dewasa

  Sebelum kita membahas cara memupuk kegemaran membaca, mari kita flashback sedikit ke masa di mana kita berada di fase belajar membaca d...