Monday, 9 July 2018

Peperangan Melawan Master Dragon



Judul               : Pergi
Penulis             : Tere Liye
Penerbit           : Republika
Cetakan           : III, 2018
Tebal               : 455 halaman

Waktu membaca saya adalah di waktu pagi sebelum berangkat kerja, saat istirahat di tempat kerja (kadang-kadang), malam hari pulang kerja dan di hari libur. Ketika membaca sebuah novel yang ceritanya seru dan harus terpotong oleh jam kerja, maka pikiran saya akan melayang menebak-nebak bagaimana kisah selanjutnya, apa yang terjadi dengan tokohnya, bagaimana endingnya. Tak sabar ingin menuntaskan novel itu, tapi apa daya harus menunggu waktu kerja selesai.

Begitu pun saat membaca novel Pergi karya Bang Tere Liye ini. Saya selalu penasaran serangan apa lagi yang akan dilakukan oleh Keluarga Tong, siapa lagi yang jadi korban pembunuh bayaran, apa hubungan Bujang dan Diego. Ya, di setiap bab novel ini selalu menyimpan misteri yang sayang untuk dilewatkan.

Saturday, 7 July 2018

Mendeteksi Jejak Haram Pada Makanan dan Minuman Kita



Judul                : Waspada Jejak Haram Yang Mengintai
Penulis              : Riawani Elyta & Risa Mutia
Penerbit            : Bhuana Ilmu Populer, 2017
Tebal                : 127 halaman

Bicara mengenai halal haram bukan sekadar makanan dan minuman yang terbebas dari babi dan alkohol, tapi juga harus diperhatikan cara pengolahan, cara penyembelihan hewannya, alat-alat yang digunakan dan sumber rezeki yang diperoleh. Sebagai muslim kita harus mengonsumsi makanan halal dan thayyib. Untuk halal dan haram, kita sudah banyak tahu informasi mengenainya, tapi masih sedikit orang yang mengetahui apa yang dimaksud dengan thayyib atau baik.

Tidak semua makanan halal itu thayyib. Thayyib meliputi zat yang terkandung di dalam makanan apakah membawa manfaat bagi kesehatan atau malah membawa penyakit. Thayyib juga termasuk bagaimana cara mengelola dan menyajikan makanan. Halal dan thayyib adalah kesatuan tak terpisahkan, tidak cukup halal atau sekadar baik saja (hlm. 8), keduanya harus ada dalam setiap makanan yang kita konsumsi.

Monday, 9 April 2018

Menghidupkan Kembali Rasa Kemanusiaan Yang Mati



Judul               : Sepotong Roti di Langit Tragedi
Penulis             : Nia Hanie Zen, dkk.
Penerbit           : Iluvia Publishing
Terbit               : Maret, 2018
Tebal               : 124 halaman

Bagi saya, salah satu jenis karya sastra yang rumit adalah puisi. Tak banyak orang yang memahaminya, termasuk saya. Puisi ditulis dengan pemilihan kosakata yang tidak biasa atau unik. Kebanyak puisi yang selama ini saya baca, menggunakan kata-kata yang sulit dimengerti hingga butuh pemikiran mendalam untuk memahami maknanya. 

Namun, tidak semua puisi ditulis dengan kata-kata yang sulit dipahami. Ada juga puisi yang ditulis dengan kata-kata sederhana dengan makna yang dalam, salah satunya adalah buku yang berjudul Sepotong Roti di Langit Tragedi (SRDLT) yang saya tulis bersama teman-teman pegiat literasi.

Friday, 23 March 2018

Ashabul Kahfi Dalam Teori Relativitas Einstein



Judul                : Ketika Embun Merindukan Cahaya
Penulis              : Hadis Mevlana
Penerbit            : Tinta Medina
Terbit               : Februari 2018
Tebal                : 340 halaman

Saya cukup excited begitu mengetahui akan ada sekuel dari novel Embun Di Atas Daun Maple. Saya penasaran dengan akhir cerita kisah cinta Sofyan dan Kiara dan berharap di novel sekuelnya ini ada jawaban yang memuaskan.

Novel kedua dari Hadis Mevlana ini berjudul Ketika Embun Merindukan Cahaya. Masih sama dengan novel pertamanya yang memiliki tema besar perbandingan agama. Saya masih menikmati keseruan pertanyaan dan pernyataan seputar agama Islam dan Kristen.

Wednesday, 21 March 2018

Cara Allah Menjaga Kita




Orang yang memiliki harta berlimpah, ia harus menjaga harta itu dengan hati-hati jika tidak ingin dicuri. Ia akan merasa was-was dan terus memikirkan hartanya. Hidupnya pun jadi tidak tenang. Lain halnya dengan orang yang berilmu, ilmu yang dimiliki justru yang akan menjaga si pemilik ilmu tersebut. 

Maka sangat penting bagi kita untuk menuntut ilmu, terutama ilmu agama Islam. dengan ilmu agama yang dimiliki, kita dapat melakukan amalan-amalan sesuai dengan tuntunan. Ilmu agama sangat bermanfaat tidak hanya di dunia tapi juga sebagai bekal di akhirat.

Saturday, 17 March 2018

KENALAN SAMA NICHE YUK



para peserta kelas blogger FLP Jakarta bersama Kang Arul

Kamu tahu tidak apa itu niche?

Pertemuan kelas blogger FLP Jakarta minggu lalu bersama Dosen Galau alias Kang Arul, membahas tentang niche. Sebelumnya, saya sudah sering mendengar istilah ini dan sedikit banyak tahu maknanya. 

Nah, sepemahaman saya, niche adalah topik atau lebih tepatnya ciri khas yang akan dibahas di dalam blog kita. Misalnya, kita hobi nyanyi, maka kita akan menulis segalanya tentang menyanyi. Atau jika kita suka mendaki gunung, maka blog kita akan berisi segala sesuatu yang berhubungan dengan pendakian gunung. Satu contoh lagi, jika kita suka membaca buku, maka blog kita akan diisi dengan resensi berbagai buku yang telah dibaca, seperti blog saya ini 😀

Tuesday, 6 March 2018

Ternyata Anak Laki-Laki Juga Butuh Pengawasan Ekstra



 
FLP Jakarta squad bersama Kak Sinyo
Zaman dulu, orang tua selalu was-was jika punya anak perempuan. Mereka bilang, anak perempuan harus ekstra perhatian, harus betul-betul dijaga, salah-salah pergaulan bisa jadi hamil di luar nikah. Kekhawatiran tersebut tidak salah dan sampai sekarang pun orang tua masih menerapkan pengawasan ekstra kepada anak-anak perempuannya.

Lain dulu, lain sekarang. Rupanya zaman telah berubah dan semakin mencengangkan. Bukan hanya anak perempuan yang butuh pengawasan ekstra, anak laki-laki pun sama, malah lebih membahayakan kasusnya bila salah menyikapi. 

Mengapa demikian? 

Saya cukup terkejut mendengar pemaparan Kak Sinyo tentang homoseksual. Kak Sinyo adalah pegiat Yayasan Peduli Sahabat yang fokus menangani, mendampingi dan mengedukasi orang-orang yang terindikasi LGBT. Beliau juga seorang penulis, salah satu bukunya adalah LGBT (Lu Gue Butuh Tau). Ahad, 4 Maret lalu, Kak Sinyo memenuhi undangan dari FLP Jakarta dalam acara bincang LGBT, yang digawangi oleh Divisi Rohis.

Jadi, Kak Sinyo cerita begini, orang yang memiliki kelainan seksual atau tidak sesuai dengan fitrahnya, seperti homoseksual, sebenarnya sama dengan orang normal (heteroseksual) dalam hal ketertarikan. Laki-laki normal akan tertarik dan bergairah jika ia melihat aurat wanita yang terbuka. Begitu juga dengan kaum yang tidak sesuai dengan fitrah tersebut. Mereka akan terangsang dengan aurat laki-laki yang terbuka. Kaum homo akan “on” jika melihat paha laki-laki yang terbuka. Mereka juga akan “on” jika melihat laki-laki dengan baju ketat yang memperlihatkan otot dan lekuk-lekuk tubuhnya. 

Dari cerita beliau, saya pun tahu bahwa bukan hanya wanita yang harus menutup aurat, laki-laki juga wajib menutup aurat. Tapi kebanyakan laki-laki abai dengan auratnya sendiri, padahal aturan aurat laki-laki sudah diajarkan dalam agama Islam, yaitu di antara pusar sampai lutut. Sebaiknya, laki-laki juga menghindari memakai pakaian ketat, kata Kak Sinyo.

Data yang mencengangkan juga menunjukkan laki-laki terindikasi kuat mengalami kelainan seksual sebanyak 90% dibanding wanita. Jadi yang terindikasi homo bukan hanya mereka yang menyukai sesama jenis, bahkan yang hetero sekali pun bisa terindikasi kelainan ini walaupun ia sudah menikah dan punya anak.

Kak Sinyo juga menjelaskan secara lengkap tentang bagaimana mendeteksi dini apakah anak-anak kita terindikasi menyukai sesama jenis atau tidak. Penyebab terindikasinya seseorang menyukai sesama jenis dapat dideteksi sejak sejak dini, mulai dari masa balita, masa kanak-kanak, hingga masa remajanya. 60% penyebab utamanya adalah faktor lingkungan dan psikologis. Orang tua juga memiliki faktor yang fatal sebagai penyebab terindikasinya anak menyukai sesama jenis. Untuk penjelasan detilnya, teman-teman bisa membaca buku Kak Sinyo yang berjudul LGBT (Lu Gue Butuh Tau).



Salah satu cara mengantisipasi hal tersebut di atas adalah dengan cara menjadi sahabat terbaik bagi anak. Posisikan diri kita sebagai orang tua yang siap menjadi tempat curhat anak. Begitu pun sebaliknya, sebagai orang tua, hendaklah terbuka kepada anak. Jangan sungkan untuk menceritakan kondisi finansial atau apa pun masalah yang sedang dialami orang tua. Dengan begitu anak tidak ragu untuk menceritakan cinta pertamanya, sahabat-sahabatnya, kegiatan sekolah, bahkan ketertarikannya kepada sesama jenis misalnya.

Baik anak laki-laki maupun perempuan memiliki porsi yang sama untuk terus mendapatkan pengawasan ekstra dari orang tua. Inti komunikasi kepada anak harus mengacu pada tiga poin, yaitu jujur, terbuka dan tidak vulgar. Sering orang tua lebih sibuk dengan ponselnya, sehingga pada saat anak bertanya sesuatu atau mengungkapkan sesuatu, orang tua hanya menanggapi sekilas tanpa beralih dari layar ponselnya. Tak jarang juga orang tua menganggap haram hukumnya seorang anak menanyakan hal sensitif seperti “bagaimana ia bisa lahir ke dunia” atau “kenapa ia bisa ada di perut bunda”. 

Orang tua yang kurang memahami bagaimana menghadapi pertanyaan anak yang seperti itu, akan langsung memutus komunikasi bahkan mewanti-wanti si anak untuk tidak menanyakan hal tersebut. Akhirnya si anak pun akan mencari jawaban dari orang lain yang justru akan menjerumuskannya kepada hal yang buruk. 

Kak Sinyo megingatkan agar tidak memutus komunikasi dengan anak. Hendaknya orang tua memandang mata anak, merangkulnya dan beri jawaban sejauh mana yang orang tua pahami, tentunya dengan kata-kata atau bahasa yang tidak vulgar. Untuk memberi jawaban dan memuaskan rasa ingin tahu anak, tentunya butuh ilmu dan penguasaan yang baik dari orang tua. Maka sebagai orang tua, jangan berhenti belajar. Belajar bisa dari mana saja, internet, buku, menghadiri kajian, seminar, diskusi, dll. Dan yang paling utama adalah doa memohon perlindungan bagi anak kita kepada Allah subhanahu wata’ala.

[Tambahan]
Demi memenuhi janji saya di postingan instagram tentang ciri-ciri wanita yang sedang jatuh cinta, berikut ini ciri-ciri yang dimaksud. Walaupun tidak berkaitan dengan tulisan di atas tak apalah, terlanjur janji. Barangkali ada yang penasaran 😂

Ciri-ciri wanita yang sedang jatuh cinta:
1. Bila bertemu orang yang dia suka, perutnya mules, deg-degan, serasa ada kupu-kupu terbang berkeliling di atas kepala
2. Ingin selalu dekat dengan orang yang disukai
3. Selalu ingat dia di mana pun berada, bahkan lihat kecoa pun ingat si dia 
4. Cemburu. Tidak suka melihat orang yang dicintainya berdekatan dengan orang lain.

Udah itu aja! Gak penasaran lagi, kan? Ehm...apakah teman-teman mengalami 4 ciri-ciri di atas? 😊


  

Cara Memupuk Kegemaran Membaca Sejak Kecil Hingga Dewasa

  Sebelum kita membahas cara memupuk kegemaran membaca, mari kita flashback sedikit ke masa di mana kita berada di fase belajar membaca d...