Thursday, 11 June 2015

Siapa Temanmu?

Guys, berteman itu jangan pilih-pilih. Eits, kata siapa? Justru berteman itu harus pilih-pilih. Pilihlah teman yang baik-baik agar kita tertular kebaikannya. Pilh teman yang solih agar kita tertular kesolihannya. Pilih teman yang pintar agar kita tertular kepintarannya (tapi kalau gak pernah belajar, ya jangan harap bisa pintar, hehe).

Ingat! Berteman dengan penjual minyak wangi akan kecipratan wanginya. Berteman dengan pandai besi akan kecipratan apinya. So, mau berteman dengan penjual minyak wangi atau pandai besi? The choice is yours.

Eh, tapi ada nih yang bilang kalau berteman dengan orang tidak baik justru akan menjadi ladang dakwah kita agar teman kita itu berubah menjadi baik. Jangan pede dulu guys. Kalau iman kita belum kuat, jangan coba-coba deh. Yang ada nanti, bukannya teman kita yang berubah menjadi baik malah kita yang ikutan dia jadi gak baik. Bahaya kan urusannya kalau begitu?

Nabi Isa ‘alaihissalam pernah bilang gini, “Bertemanlah dengan orang-orang yang pemikirannya dapat membuat kamu selalu ingat kepada Allah, dengan orang yang perkataannya dapat membuat gairah ibadahmu meningkat dan dengan orang yang amalannya dapat memperdalam kecintaanmu terhadap akhirat.”

Nah, teman yang kayak gitu tuh yang wajib kita temenin, hehe. Berteman dengan orang solih insyaa Allah akan membawa kita menuju kesolihan. Ingat gak doa orang tua kita dulu sewaktu kita kecil? Kedua orang tua kita selalu mendoakan agar kita menjadi anak yang solih dan solihah. Doa orang tua itu akan terwujud salah satunya dengan berteman dengan orang-orang solih. Masa sih kita gak mau mewujudkan doa dan harapan orang tua?

Terus juga dalam memilih teman jangan pilih-pilih guys. Lho kok beda sama pernyataan di atas? Katanya harus pilih-pilih teman, eh sekarang disuruh jangan pilih-pilih? Jadi yang mana yang benar? Hehe. Maksdunya jangan pilih-pilih teman gini ya. Misalnya kita hanya mau berteman dengan mereka yang anak orang kaya saja atau kita cuma mau berteman dengan mereka yang cantik dan ganteng saja. Nah, yang kayak gitu jangan dijadikan patokan dalam memilih teman. Bertemanlah dengan siapa saja, miskin atau kaya, cantik atau tidak, pintar atau tidak. Semua boleh kok jadi teman kita.

Yang harus dijadikan patokan dalam memilih teman adalah berdasarkan tingkat kesolihannya, pemahaman agamanya dan kedekatannya kepada Allah. Seperti kata ulama nih guys, “Bertemanlah dengan salah satu dari dua macam orang ini. Pertama, orang yang dapat mengajarkan urusan agama kepadamu sehingga kamu dapat mengambil manfaat darinya. Kedua, orang yang mau belajar darimu tentang urusan agamanya.”

Nah, gimana guys, udah tau kan sekarang bagaimana memilih teman yang baik? Jadi, siapa temanmu?
 

#NulisRandom2015 #Day9




No comments:

Post a Comment

Belajar Dari Kisah Ulama Terdahulu

Judul                : Sunnah Sedirham Surga Penulis              : Salim A. Fillah Penerbit            : Pro-U Media Terbit ...