Thursday, 23 January 2014

Abis Minjem Barang, Balikin Dong!




Masalah pinjam meminjam disekitar kita adalah hal yang biasa kita lakukan. Dari mulai pinjem barang, seperti baju, buku, tas, sampai pinjem uang dari nominal kecil sampai besar sekalipun. Tradisi pinjam meminjam ini bisa dilakukan oleh siapapun dari kalangan manapun. Mulai anak-anak sampai dewasa, dari orang miskin sampai orang kaya sekalipun tidak luput dari pinjam meminjam.

Dalam hal pinjam meminjam ini ada kewajiban dan hak yang harus dipenuhi. Kewajiban peminjam disini adalah merawat dan menjaga barang yang dipinjam dengan baik sehingga barang tersebut dikembalikan dalam kondisi baik seperti sediakala. Sedangkan hak untuk orang yang meminjamkan adalah mendapatkan barangnya kembali dalam kondisi baik tidak ada kerusakan apapun.

Namun demikian banyak orang yang kurang memperhatikan masalah ini. Terutama peminjam yang kurang bertanggung jawab dengan barang-barang yang mereka pinjam. Orang yang tidak bertanggung jawab, akan masa bodoh dan tidak peduli dengan barang yang mereka pinjam. Sehingga barang yang dipinjam tidak kembali dengan utuh malah bahkan barang tersebut sampai hilang.

Pengalaman seorang teman yang meminjam baju kepada teman yang lain. Sebut saja Si A, dia meminjam baju kepada Si B cukup lama sekali sampai akhirnya Si B menanyakan baju yang dipinjam itu, namun Si A lupa entah dimana baju yang dia pinjam. Yang pasti Si B kecewa dengan Si A yang tidak bertanggung jawab. Dan Si B akan kehilangan kepercayaan pada Si A. 

Barang sekecil apapun yang kita pinjam hendaknya kita jaga dengan baik, jangan sampai rusak apalagi hilang. Timbulkan rasa memiliki pada barang yang kita pinjam. Jika kita merasa memiliki barang tersebut, kita akan menjaganya dengan baik seperti menjaga barang milik kita sendiri. 

Agar kita tidak lupa atau bahkan menghilangkanbarang yang kita pinjam, sebaiknya begitu selesai menggunakan barang tersebut segeralah kembalikan kepada pemiliknya. Jangan sampai menyimpannya terlalu lama sehingga kita lupa dimana barang tersebut. 

Dalam pinjam meminjam juga dapat membuktikan bahwa kita adalah orang yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya. Jagalah kepercayaan orang lain kepada kita dengan menjaga barang yang kita pinjam. Orang yang kita pinjam barangnya pasti akan senang dan tidak ragu untuk meminjamkan barang-barang lainnya jika kita dapat mengembalikannya dalam kondisi baik seperti sediakala.

Lain halnya jika kita sudah berusaha menjaga barang pinjaman itu, tapi ternyata ada hal-hal yang terjadi diluar kemampuan kita dan kita tidak bisa menghindarinya. Tentunya bukan ssemata-mata kesalahan yang terjadi itu disengaja, melainkan hal itu tidak disengaja. Maka kita harus meminta maaf atas apa yang terjadi pada barang yang dipinjam tersebut. Misalnya kita meminjam sebuah buku, namun karena sedang musim hujan akhirnya buku tersebut basah kehujanan atau bahkan kebanjiran. Tentunya hal ini tidak bisa kita hindari, oleh karena itu minta maaflah dan ceritakan dengan jujur apa yang terjadi. Insya Allah orang meminjamkan itu akan memaklumi dan memaafkan kita.

Marilah kawan mulai sekarang lebih memperhatikan lagi barang-barang apapun yang kita pinjam dengan baik. Rawat dengan baik, jaga jangan sampai rusak apalagi hilang. Jadilah orang yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya sesama kita.

Wednesday, 22 January 2014

Menjalin Pertemanan Dari Sebuah Pertemuan


Bagaimana caranya mendapat teman baru? Banyak sekali cara mendapatkan teman baru, salah satunya adalah bergabung bersama komunitas yang sesuai dengan kesukaan kita. Saat ini begitu banyak komunitas yang ada disekeliling kita. Seperti komunitas pecinta seni, komunitas pecinta lingkungan, komunitas pecinta komik, dsb.

Banyak cara agar kita dapat bergabung dengan komunitas yang kita inginkan, diantaranya browsing di internet, bertanya dengan teman yang sudah bergabung lebih dulu, menghadiri seminar, workshop, training, dll. Saya sendiri tergabung kedalam beberapa komunitas yang saya dapatkan dari social media twitter dan facebook.

Saya sering menghadiri acara-acara yang diselenggarakan oleh komunitas yang saya ikuti, seperti seminar, training, kajian, talk show, dll. Saya sangat senang dan antusias sekali jika ada info mengenai acara-acara tersebut, walaupun tidak semua acara saya ikuti karena waktu yang kurang pas dengan kegiatan saya.
Dengan menghadiri beberapa acara tersebut, saya bisa mendapatkan kenalan baru. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jakarta, maupun dari luar kota, berbagai macam latar belakang, dan berbagai macam karakter. Mendapat teman baru yang mempunyai kesukaan yang sama itu sangat menyenangkan, karena kita bisa menjadi semangat dan antusias dalam membahas sesuatu. Dan pastinya dapat menambah wawasan kita mengenai banyak hal.

Komunitas yang baru-baru ini saya ikuti adalah komunitas ACI (Aku Cinta Islam). Beberapa waktu yang lalu, komunitas ini menyelenggarakan Seminar Kepenulisan yang bertajuk “Menggores Pena Menggapai Surga”. Acara ini sangat saya tunggu-tunggu karena dari temanya yang sangat menarik, selain itu saya sangat antusias di dunia kepenulisan. Saya ingin sekali bisa menulis dengan baik dan berharap suatu saat nanti saya bisa meraih mimpi untuk menjadi penulis. Insha Allah.

Acara ini berlangsung dari pagi hingga sore hari. Saya pun mendapat beberapa kenalan dari acara ini. Salah satunya adalah seorang wanita yang begitu ramah bernama @dyayuningrum yang ternyata kami seumuran . Kami yang memang datang sendiri-sendiri bergabung menjadi satu dari awal acara hingga selesai.
Pertemuan kami pun berlanjut didunia maya twitter, whatsapp, dan blog. Seiring berjalannnya waktu, kami tidak hanya berdua (saya dan dyah), namun jumlah kami pun bertambah menjadi satu grup di salah satu chat room. Kami adalah para peserta Seminar Kepenulisan yang direkrut oleh teh Nunung Fathur penulis buku Tausiyah Cinta. Kami semua adalah calon penulis masa depan, calon penulis terkenal, dan pastinya calon pendakwah melalui tulisan yang bermanfaat. Itu adalah harapan kami semua yang ingin menjadi penulis selain bermanfaat di dunia namun juga untuk akhirat. Aamiin.

Pertemanan kami terus berlanjut dan semakin seru dengan program-program yang akan kami lakukan bersama. Senang sekali rasanya mendapat teman baru menjalin ukhwah melalui tulis menulis. Kami semua memiliki kesukaan yang sama, yaitu menulis. Ada beberapa dari kami yang memang sudah mahir dalam menulis, namun tidak sedikit juga yang masih belajar seperti saya.

Saya akui, saya masih lemah sekali dalam menulis. Tapi saya ingiiiiiiinnn sekali belajar menulis sampai tulisan saya menjadi lebih baik dan menarik pembaca untuk membacanya. Semoga digrup atau komunitas yang baru ini saya bisa lebih meningkatkan kualitas dalam tulisan-tulisan saya. Saya berharap kita semua dapat saling berbagi saran, kritik dan tips-tips yang dapat membuat tulisan kita lebih baik dan berkembang. Aamiin.




Monday, 20 January 2014

#SemangatODOJ




       One day one juz atau ODOJ istilah yang saya kenal lewat twitter dan facebook. ODOJ adalah program membaca Al-qur’an satu hari satu juz. Pertama mendenganr istilah ini saya hanya mengetahui sekilas saja, tanpa ingin mengetahuinya lebih dalam. Namun, semakin sering saya melihat dan membaca artikel tentang ODOJ dimedia dan dari teman-teman yang sudah terjun langsung, saya pun daftar dan ikut dalam grup ODOJ. Awal bergabung di grup ini saya tidak mengerti bagaimana cara pelaksanaa program ini. Setelah dilaksanakan beberapa hari, akhirnya saya mengerti dan semakin semangat untuk melakukannya.


Sebelum ikut ODOJ, saya memang sudah merutinkan baca qur’an setiap hari. Akan tetapi hanya membaca beberapa lembar saja, tidak sampai 1 juz. Namun demikian setelah mengikuti program ODOJ, mau tidak mau saya harus menyelesaikan tugas saya menyelesaikan 1 juz dalam 1 hari. Dengan mengikuti program ini kita jadi lebih rajin dan semakin semangat membaca al-qur’an, kita jadi lebih terkontrol dan merasa punya tanggung jawab yang harus ditunaikan setiap hari.

Meskipun kita dapat melakukannya tanpa bergabung didalam grup, tapi kita tidak bisa konsisten dan disiplin karena tidak ada yang mengontrol. Biasanya kita justru akan cepat merasa bosan dan malas bila membaca terlalu banyak dan lama. Oleh karna itu, bergabung dalam grup itu lebih baik karena setiap hari ada laporan yang harus disetor jika kita sudah menyelesaikan 1 juz hari itu.

Membaca al-qur’an setipa hari belum menjadi kebiasaan setiap umat Islam. Walaupun banyak orang tahu bahwa membaca al-qur’an adalah salah satu ibadah yang harus dilakukan, tapi mereka hanya membacanya disaat-saat tertentu saja. Mereka hanya membaca ketika malam Jum’at saja atau ada acara-acara keagamaan. Padahal al-qur’an adalah firman Allah yang langsung diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk dibaca dan dipelajari sebagai pedoman hidup umat Islam.

Sedikit cerita dari teman yang saat itu belum mengikuti program ODOJ. Dia bercerita bahwa dia belum membiasakan diri untuk membaca al-qur’an setiap hari, dengan alasan tidak sempat karena kesibukan yang begitu menyita waktunya. Dia mengakui bahwa dia hanya membaca al-qur’an setiap malam Jum’at saja dan itu pun biasanya hanya membaca surat Yaasiin atau surat Al-kahfi yang memang mempunyai banyak fadhilah jika dibaca pada hari Jum’at.

Selain dari pada itu, masih banyak umat Islam yang belum lancar membaca al-qur’an. Sangat disayangkan kalau umat Islam tidak bisa membaca kitab sucinya sendiri. Lebih miris lagi banyak orang tua yang tidak bisa membaca al-qur’an sehingga mereka tidak bisa mengajarkan anaknya. Meskipun banyak bertebaran TPA (Taman Pendidikan Al-qur’an) dimana-mana, tapi jika tidak sering-sering diulang dirumah, akan membuat lupa dan tidak lancar.

Marilah kita semua mulai menjadwalkan membaca al-qur’an setiap hari, masukkan kedalam list aktifitas kita sehari-hari. Kalau belum bisa one day one juz, mulailah dengan satu halaman satu hari dan terus ditingkatkan jumlah halamannya sampai bisa menyelesaikan one day one juz. Semoga kita yang sudah mengikuti program ODOJ bisa tetap istiqomah selama hayat masih dikandung badan. Aamiin.

Friday, 10 January 2014

Short Story:





 MENCARI MESIN ATM

Pagi hari yang mendung, seperti biasa Runi berangkat kerja naik kendaraan umum. Taukah kalian pada hari itu Runi tidak mempunyai uang yang cukup untuk ongkos pulang pergi ke kantor. Ditengah perjalanan hujan pun turun dengan derasnya. Jalanan macet panjang sekali, akhirnya sang supir angkot mencari jalan alternative lewat jalan lain. Beberapa saat angkot melaju, ternyata tanpa disadari angkot itu memilih rute yang tidak sesuai dengan trayeknya, sehingga angkot tersebut tidak melewati kantor yang Runi tuju. Dia  sangat kecewa dan memutuskan untuk turun dari angkot itu dan bermaksud untuk  naik angkot lain yang melewati kantornya.
Hujan masih turun membasahi bumi pagi itu. Setelah turun dari angkot, Runi ingat bahwa dia tidak punya cukup uang untuk naik angkot lagi. Dibawah derasnya hujan, Runi bingung bagaimana melanjutkan perjalanannya. Sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 9.30 pagi, itu artinya dia terlambat masuk kantor. Runi berjalan terus menerjang derasnya hujan, menuju entah kemana. Di sebrang jalan dia melihat ada sebuah mall, dan dia pun menuju kesana dengan harapan ada mesin ATM sehingga dia dapat mengambil uang untuk ongkos.
Pukul 9.30 pagi ternyata mall itu belum buka, hanya beberapa restoran yang sudah siap melayani pelanggan yang ingin memenuhi hak perut pagi itu. Runi sudah sering mengunjungi mall itu jadi dia tau dimana letak ATM yang dia inginkan. Tapi sayang sekali, setiba didepan pintu lokasi tempat berbagai ATM berada ternyata ATM juga belum buka.
“Pak, dimana lagi ATM selain disini?”. Tanya Runi kepada seorang satpam yang sedang bertugas pagi itu.
“Tidak ada lagi mba selain disini”, Runi agak kecewa mendengar jawaban pak satpam.
Runi pun berlalu meninggalkan pak satpam setelah mengucapkan terima kasih. Dia bingung harus mencari ATM kemana. Dia jalan keluar dari mall itu. Hujan belum juga berhenti, Runi membuka payungnya dan terus berjalan berharap dia dapat menemukan mesin ATM. Sambil berjalan dia lihat-lihat sekeliling siapa tau ada  mesin ATM disekitar situ, namun yang dia dapati hanyalah jalanan yang penuh dengan mobil, motor, bus dan angkot yang sedang berjajar rapi menunggu giliran untuk jalan alias macet.
Dimusim hujan begini banyak jalan yang tergenang air, sehingga membuat kendaraan harus berhati-hati melintasi jalan. Dan akhirnya menyebabkan kemacetan. Runi terus berjalan sampai dia akhirnya menemukan sebuah bank. Bank ini berada dipinggir jalan yang ramai dilalui oleh pengguna jalan. Runi tau itu adalah sebuah bank yang baru, dia pun ragu apakah ada ATM didalamnya. Mengingat dia bukanlah nasabah bank tersebut.
Satpam didepan pintu masuk bank menyapa dengan ramah, “Ada yang bisa dibantu ibu?”
“Pak ada ATM ga ya disini?” Runi langsung mengutarakan maksudnya.
“Maaf  bu, disini tidak ada ATM”, sekali lagi Runi dikecewakan oleh seorang satpam pagi ini.
“Baik, terima kasih pak”. Balas Runi singkat.
Runi kembali meneruskan perjalanannya pagi itu berburu mesin ATM. Hujan masih setia menemani perburuannya pagi ini. Bagian bawah rok yang Runi pakai sudah basah, kaos kaki dan sepatunya pun tak luput dari kebasahan. Dia pasrah dengan apa yang terjadi pagi ini. Sempat terpikir olehnya untuk pulang saja tidak usah masuk kerja hari ini. Tapi percuma karena dia tidak punya uang sepeserpun untuk pulang. Pencarian mesin ATM dilanjutkan, sampai dia menemukan sebuah mini market. Runi ingat biasanya didalam mini market terdapat mesin ATM. Hatinya mulai merasa senang, karena dia menemukan sebuah harapan terbentang didepan mata.
Masuklah Runi kedalam mini market itu dan langsung mencari mesin ATM. Dia mengelilingi mini market, setiap sudut tidak dia tinggalkan. Namun dia tidak menemukan apa yang dia cari. Tanpa menunggu lama, Runi langsung bertanya pada petugas kasir, “Mbak ada ATM ngga?”. Runi menyiapkan diri untuk sebuah jawaban yang tidak dia ingikan. “Tidak ada mba”, Runi sudah menduga jawaban itu akan keluar dari mulut si kasir. Tiga kali sudah dia mendapatkan penolakan pagi ini.
Tapi Runi belum menyerah juga, dia berjalan lagi mencari apa yang sebenarnya tidak hilang. Hujan mulai meninggalkan derasnya menuju rintik-rintik yang lumayan membuat pakaian basah. Kalian tau kan sekarang banyak sekali bertebaran mini market yang jaraknya saling berdekatan. Setelah pergi meninggalkan mini market yang pertama, tidak jauh dari sana ada mini market yang lain. Langsung saja Runi masuk dan bertanya pada kasir apakah ada ATM. Sekali lagi dan untuk yang terakhir Runi mendapatkan jawaban yang mengecewakan. “TIDAK ADA”.
Waktu sudah berlari dengan cepat meninggalkan Runi yang masih berjuang dalam rintik hujan untuk mencari mesin ATM. Dia tau dia sudah terlambat masuk kantor namun dia tidak peduli. Dia hanya berpikir bagaimana caranya dia mendapatkan uang hari ini. Satu-satunya harapan dia harus menemukan ATM. Perjalanan dilanjutkan masih dalam rintik hujan yang sepertinya tiada akhir. Tengak-tengok, kiri-kanan, depan-belakang mencari dimanakah mesin ATM berada. Tiba-tiba ada secercah cahaya yang muncul dari wajah Runi. Tepat di ujung jalan depan lampu merah, terdapat sebuah bank, dan yang ini adalah bank yang besar dan sudah tekenal, maka tidak mungkin jika didalamnya tidak ada ATM.
Runi buru-buru menuju bank itu, disambut oleh pak satpam,
  “Selamat pagi, ada yang bisa dibantu ibu?”, Tanya pak satpam. “Saya mau pakai ATM pak” jawab Runi singkat.
“Silakan Ibu sebelah sini”, mendengar jawaban pak satpam membuat Runi merasa lega, seolah beban yang berat dipundaknya berkurang hilang begitu saja.
Runi tersenyum penuh terima kasih membalas senyum pak satpam yang ramah. Sampai di ATM, Runi mengeluarkan kartu ATM dengan semangat, tekan nomor pin ATM nya, lalu klik penarikan dengan jumlah 100 ribu rupiah. Menunggu beberapa saat,,,seketika muncullah tulisan  di layar monitor mesin ATM “MAAF SALDO ANDA TIDAK CUKUP UNTUK MELAKUKAN PENARIKAN TUNAI”.
Glek! Duuuaarrrrr!! Brukkk!!! Seakan-akan dunia runtuh dan hanya menimpa dirinya, hingga longsor ambruk masuk kedalam tanah, ditelan bumi. Dunia seolah tak bersahabat dengan dirinya, semua menjauh darinya, tidak menerima keberadaannya.
AAAARRGGGGGHHHH!!!!
Tanpa disadari Runi berteriak didalam bank yang pada saat itu ramai oleh nasabah yang sedang melakukan transaksi. Orang-orang terkejut sekaligus heran mendengar teriakan Runi. Pak satpam yang tadi ramah menyapa, menghampirinya dengan wajah cemas dan agak sedikit kesal atas  perbuatan Runi yang menganggu kenyamanan para nasabah.
“Mengapa Ibu berteriak disini? Apakah Ibu tau kalau Ibu sudah membuat kami semua disini terkejut dan mengganggu kenyamanan kami?” Tanya pak dengan tegas.
“Ma,,,ma,,,maaf pak, saya tidak sengaja”. Jawab Runi gugup, malu dan ketakutan, kalau-kalau pak satpam mengira dirinya stress atau gila.
“Baik kalau begitu. Jika Ibu sudah selesai dengan urusan ATM, silakan pergi”.
“Ba,,,baik Pak”. Runi sempat melihat wajah para nasabah yang sedang memperhatikannya, ada yang keheranan, ada yang menertawakan, ada juga yang berkomentar “Woii…lu pikir ini hutan apa? Teriak seenaknya”. Runi cepat-cepat pergi dari hadapan mereka dan berjanji tidak akan datang lagi ke bank itu.
Runi termenung di pinggir jalan, dia bingung entah apa yang harus dilakukan lagi. Sudah putus harapannya. Tidak ada yang bisa dia lakukan, tidak ada uang, pakaian basah, perut lapar. Lengkaplah sudah penderitaannya pagi ini. “Ya Allah bagaimana ini? Hamba tidak bisa ke kantor, pulang ke rumah pun tidak bisa. Tidak ada uang sepeser pun Ya Allah”. Gumam Runi dalam hati.
Akhirnya dia memutuskan untuk berjalan kembali entah kemana. Dia pasrah kemana kakinya akan melangkah membawanya pergi, ditemani rintik hujan yang selalu setia. Setelah beberapa lama berjalan, dia memperhatikan jalanan yang masih saja macet, dan dia tersadar bahwa jalan yang dia lalui adalah jalan menuju kantornya. Runi tambah semangat dan mempercepat laju perjalanannya. Dia tau kantornya sudah mulai dekat. Wajahnya kembali bersemangat dan mulai memperlihatkan seutas senyum dibibirnya.
Tibalah Runi di kantor dengan pakaian yang setengah basah, setengah kering. Masuk kedalam kantor, suasana sepi, hanya terlihat beberapa orang saja. “Kemana yang lain?” Tanya Runi pada dirinya sendiri. Beruntunglah Runi karena dia bukanlah satu-satunya yang terlambat. Ternyata banyak teman-temannya yang masih terjebak macet dijalan.
“Alhamdulillah….” Desah Runi dalam hati. Hari yang begitu melelahkan dan penuh perjuangan telah dia lalui dengan baik. Senyumnya pun melebar.




Monday, 6 January 2014

Sedikit Ungkapan Sayangku Untukmu (Saudariku)


Sedikit Ungkapan Perasaanku Untukmu 





Teruntuk saudariku yang sangat aku sayangi.
     Maafkan aku yang tak sempurna ini, maaafkan jika seolah aku tidak peduli padamu. Padahal sesungguhnya aku begitu sayang padamu dan sangat mengkhawatirkanmu. Aku adalah seorang yang tidak bisa mengungkapkan perasaan sayang walaupun kepada keluarga sendiri. Sulit sekali rasanya mengungkapkan rasa sayang melalui kata-kata, hanya dapat menyimpannya dalam hati saja. Aku bukanlah seorang yang pandai merangkai kata-kata, bukan pula seorang yang sempurna untuk menjadi seorang saudari.
     Maafkan sikapku selama ini yang tidak membuatmu nyaman, maafkan kata-kata yang selama ini menyakiti hati. Aku tak ada niat sama sekali untuk melakukan hal yang menyakitkan. Janganlah berprasangka buruk kepadaku ini. Jagalah hati, jagalah pikiran agar selalu positif dalam menghadapi apapun.
Taukah kau saudariku mengapa selama ini sikapku sangat tidak  nyaman bagimu? Jawabannya adalah karena aku tidak bisa mengungkapkan apa yang ada dalam pikiranku tentang dirimu, tentang sikapmu, tentang cara berpakaianmu, tentang hubunganmu dengan seorang laki-laki yang bukan muhrim.
Aku tau sebagai keluarga kandung seharusnya kita saling berbagi dan saling menasihati. Entahlah, sulit sekali rasanya berbicara denganmu. Tidak ada yang salah denganmu, karena mungkin kamu belum memahaminya. Namun aku lah yang bersalah karena tidak bisa berterus terang.
Mungkin karena kita tidak pernah tinggal berdekatan sebagai satu kelurga. Karena selama ini kita tinggal dikota yang berbeda sejak kau masih kecil kau sudah diambil oleh paman untuk tinggal bersamanya. Sedangkan aku tinggal bersama Ibu. Namun setelah aku pikir-pikir sepertinya jarak bukanlah masalah yang sesungguhnya. Sebab walaupun aku tinggal bersama Ibu dan saudara-saudara yang lain dsini, aku tetap tidak banyak bercerita maupun ngobrol dengan mereka. Jadi masalah ada pada diriku.
Setelah kebersamaan kita selama beberapa bulan ini, banyak hal-hal yang aku tidak suka darimu. Ada peraturan Allah yang kau langgar. Sebut saja masalah pacaran, aku pikir sebenarnya kau tau hal itu dilarang dalam Islam tapi mungkin pergaulan yang kau jalani disana membawamu kearah pacaran. aku sedih mendengar dirimu mempunyai pacar, tapi aku tak kuasa mengungkapkannya padamu. aku hanya bisa menulis perasaanku dalam tulisan, berharap sekali kau membacanya.
Kau tau saudariku, jangankan untuk bersentuhan, berdua-duaan saja dengan laki-laki yang bukan mahrom kita itu dilarang. Allah sangat mewanti-wanti kita dalam hal itu. Itu semua karena Allah sayang sama kita, Allah sangat menjaga kita, melindungi kita. Kita hanya boleh disentuh oleh laki-laki yang sudah halal menjadi suami kita nanti.
Kau tau saudariku, pacaran itu sama dengan maksiat. Karena orang yang pacaran tidak mungkin tidak berdua-duaan, tidak mungkin tidak bersentuhan. Dan itu semua masuk dalam kategori zina kecil. Dari zina kecil itu besar sekali kemungkinan untuk melakukan zina yang lebih besar. Naudzubillah. Tapi aku tau kau tidak mungkin seperti itu. Aku sangat percaya itu.
Jika kau ingin sekali memiliki pasangan sekarang juga, maka segeralah menikah. Namun jika kau belum sanggup untuk itu, maka jauhilah pacaran. Tidak usahlah kita mengikuti arus perkembangan zaman yang menyesatkan seperti pacaran. Karena itu sama sekali bukanlah suatu kebaikan yang harus ditiru.
Itulah masalah pertama yang aku temui dari dirimu. Masalah kedua adalah jilbab. Aku sedikit risih melihatmu memakai jilbab tipis yang sedang tren saat ini tanpa lapisan/dobelan lagi didalamnya, sehingga auratmu tidak sempurna tertutupi, rambutmu masih terlihat, bahkan sebagian lehermu pun terlihat. Masya Allah.
Duhai saudariku, taukah kau syarat-syarat pakaian muslimah seperti apa? Jilbab yang kita pakai haruslah panjang menutupi dada, tidak transparan dan longgar. Allah yang menyuruh kita untuk menutup aurat, dan Dia sudah menjelaskan syarat-syarat jilbab yang harus kita kenakan. Janganlah kau ikuti mode jika tidak sesuai dengan syariat. Kalaupun kau ingin sekali memakai jilbab tipi situ, maka alangkah baiknya kau pakai dua lapis dengan dobelan agar tidak transparan dan menutupi auratmu dengan baik.
Wahai saudariku, janganlah kau menganggap aku ini orang yang sempurna. Tidak, aku sama sekali belum sempurna dalam menjalankan ajaran agama. Tapi aku selalu berusaha untuk menjalankan agama ini dengan sebaik-baiknya, aku berusaha mengikuti aturan-aturan yang Allah tetapkan untuk kita umatnya. Sesungguhnya masih banyak sekali hal-hal yang belum aku ketahui, belum aku pahami, tapi kita sebagai umat Islam hendaknya terus dan terus belajar untuk meraih ridho-Nya.
Mungkin hanya sedikit yang aku ketahui, dan alangkah bahagianya jika kau pun mengetahui dan menaatinya juga. Marilah kita sama-sama belajar menaati aturan-aturanNya.
Saudariku, aku bukanlah orang pintar, bukan ustadz, apalagi ulama. Namun dalam menyampaikan kebaikan siapaun boleh melakukannya, bahkan jika kebaikan itu datang dari seorang anak kecil pun kita harus tetap mendengarkannya.
Saudariku janganlah marah padaku, jangan menjauhiku, jangan memusuhiku hanya karena aku menyampaikan ini padamu. Bukan, bukan aku yang membuat peraturan ini, tapi Allah yang menciptakan kita yang membuatnya. Allah yang membuat peraturan ini, apakah kita berani melanggarNya? Dia yang telah memberikan kita kehidupan, Dia yang telah memberikan kita rejeki. Apa pantas kita membangkang padaNya? Tidak mematuhi perintahNya? Sama sekali tidak saudariku. Semua peraturan yang datang dariNya adalah baik.
Marilah kita sama-sama merenung, memperbaiki diri, memperbaiki ibadah kita dalam rangka meningkatkan keimanan kita, meningkatkan ketaatan kita pada Tuhan kita Allah SWT. Semoga Allah meridhoi apa yang kita lakukan. Aamiin.
I really really love you sister...
Terima kasih karena kau sudah mau membacanya.

    
     

Gemari Karyanya, Jangan Penulisnya!

Saya jarang sekali baca novelnya Tere Liye. Novel pertama karya beliau yang saya baca adalah "Bidadari Bidadari Surga" dan itu su...