Tuesday, 26 April 2016

EYD yang Hilang




Saya tidak terlalu suka membaca buku terjemahan. Tapi bukan berarti tidak pernah membacanya. Kenapa saya jarang baca buku terjemahan? Karena dari beberapa buku terjemahan yang pernah saya baca terasa membosankan, mungkin itu pengaruh dari gaya bahasa atau cara menerjemahkan yang kurang bisa saya pahami. Dari situ saya mengambil kesimpulan, buku-buku yang ditulis oleh penulis-penulis Indonesia lebih berbobot dan mengasyikkan. Itu sih menurut saya pribadi, hehe.

Beberapa hari yang lalu saya baru saja menyelesaikan novel terjemahan yang berjudul “Will Grayson”, hasil duet John Green dan saya-lupa-siapa-penulis-satunya. Sebelum membaca buku ini, seorang teman sudah memperingati saya bahwa buku ini agak membosankan dan dia tidak mengerti jalan ceritanya. Tapi saya berpikir, boleh jadi bagi teman saya buku ini membosankan, belum tentu saya berpendapat yang sama. Oleh karna itu saya memutuskan untuk tetap membacanya.

Friday, 22 April 2016

UNTUK BUMI




Hey, kalian tau gak kalau hari ini adalah hari bumi? Yup, setiap tanggal 22 April, warga bumi merayakan hari bumi. 

Kenapa sih harus ada hari bumi?

Hari bumi bertujuan untuk mengembalikan kesadaran kita betapa pentingnya menjaga dan melestarikan bumi yang kita huni ini. Tidak hanya tangga 22 April saja sih kita harus menjaga bumi, setiap saat hendaknya kita selalu memperhatikan bumi yang sudah semakin tua ini.

Sebagai penghuni bumi sudah semestinya kita menjaga dan memelihara kelestarian bumi. Lalu bagaimana caranya menjaga bumi?

Berikut beberapa poin yang bisa kita lakukan untuk menjaga bumi tetap aman dan nyaman kita tinggali.

Thursday, 21 April 2016

DERITA DI TANGGAL TUA

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi



Beberapa hari yang lalu aku menerima e-mail yang isinya info mengenai lomba menulis blog yang diselenggarakan oleh MatahariMall. Tema tulisannya adalah “Kisah Tanggal Tua”, heeem…temanya kok gue banget ya :D

Salah satu persyaratannya yaitu harus menonton video singkat si Budi tentang kisah tanggal tua dia. Begitu nonton video #JadilahSepertiBudi aku jadi inget masa-masa tanggal tuaku, hiks. Yang pernah menyandang predikat anak kos, pasti hafal banget deh gimana menderitanya di tanggal tua.

Tanggal tua adalah hari-hari yang mengerikan. Sisa uang gak seberapa, sedangkan tanggal gajian masih lama. Uang yang sisa beberapa lembar recehan itu hanya cukup buat ongkos, makan pun seadanya, kalau ada hari ini ya makan, kalau gak ada ya siap-siap kelaparan. Kalau udah gini salah satu jurus andalan adalah lirik-lirik teman yang kira-kira masih kelihatan punya uang dan bakalan ngasih aku pinjaman. 

Alhamdulillah ya, masih ada teman baik yang mau ngasih pinjam dengan syarat begitu gajian diterima langsung diganti tuh uang pinjaman. Sip deh, sis, beres! Lumayan masih bisa ngeganjel perut sama nasi uduk :D

Tapi gak semudah itu juga dapat pinjaman, kalau gak ada yang mau minjemin gimana? 

Pernah juga aku gak dapet pinjaman uang, secara temen-temen juga sama sekaratnya sama aku. Ya sudah, pasrahlah dengan makan sehari sekali, malah kadang gak makan seharian alias puasa. Kalau udah kayak gitu biasanya hati jadi mellow, mata berkaca-kaca lalu air mata pun mengalir meretapi nasib yang malang ini :(

Kuliah meskipun sambil kerja, tetap saja biaya hidup terasa banget beratnya. Gaji yang gak bisa dibilang besar itu hanya cukup buat bayar kuliah, bayar kos, makan dan kebutuhan sehari-hari. Dengan pengeluaran yang super ketat itu, mana bisa buat nongkrong di kafe, apalagi buat beli hape terbaru. Hahaa.

Hemat sana-sini udah pasti deh jadi kebiasaan bulanan. Semua deh dihemat, makan yang tiga kali itu bisa dipangkas jadi dua atau malah satu kali sehari. Nah, kalau menghemat ongkos, dikurangin deh kegiatan di luar yang gak penting-penting amat, atau bisa juga cari tebengan teman-teman yang baik hati.

Semua harus dihemat, mau beli ini itu mikirnya panjang. Tapi sekarang mah santai aja, udah ada MatahariMall yang hematnya bener-bener super. Diskonnya ampuuuunn, dijamin gak bakal nolak. Jadi mau belanja di tanggal tua? Klik aja MatahariMall gak bikin dompet tipis, tapi hati tenang tiada tangis :)

Wednesday, 20 April 2016

SESUATU TENTANG JURNALISTIK






Fikih jurnalistik. Membaca judulnya membuat saya malas membuka buku ini. Pasalnya ini  bukanlah jenis buku yang saya suka atau minati. Berhubung ini adalah hadiah, maka saya harus membacanya. Sayang kalau tidak dibaca. Setidaknya saya berharap ada sesuatu yang dapat mengisi otak saya dari tipe buku yang tidak saya minati ini.

Beberapa teman yang melihat saya membaca ini, mereka berkata “wih, bacaannya berat, bo!” saya hanya membalas dengan “hahaha”.

Ada satu hal yang membuat saya mau membaca buku ini. Menurut bunda Helvy Tiana Rosa, jika seseorang ingin menjadi penulis, maka ia harus membaca 5 jenis buku, yaitu:

Thursday, 7 April 2016

MEMBACA ITU BELAJAR


 Melihat cover buku ini pertama kali, saya pikir buku ini kebasahan, ketumpahan air atau kehujanan, karena sebagian huruf pada judulnya pudar. Rupanya buku ini memang didesain layaknya sebuah buku yang kebasahan terkena air hujan, seperti judulnya “Hujan Bulan Juni”. Bukunya tidak terlalu tebal, hanya 135 halaman saja. Jauh sekali dari novel yang biasa saya baca, lebih dari 200 halaman.

Di halaman-halaman awal saya kurang paham ceritanya tentang apa, semakin dibaca barulah saya mengerti. Bercerita tentang dua orang yang saling menyukai tapi berbeda suku dan agama. Sarwono berasal dari Solo beragama Islam, sedangkan Pingkan berasal dari Menado beragama Kristen. Ceritanya lebih kepada pergulatan batin tentang perbedaan-perbedaan pada kedua tokoh utama tersebut. 

Gemari Karyanya, Jangan Penulisnya!

Saya jarang sekali baca novelnya Tere Liye. Novel pertama karya beliau yang saya baca adalah "Bidadari Bidadari Surga" dan itu su...