Tuesday, 31 May 2016

MENULIS ITU MUDAH



Behind the scene
 
Berbeda dengan Sang Ketua Panitia Studium Generale (SG) Angkatan 20 FLP Jakarta, Karina Anggara, yang begadang demi menyelesaikan segala pernak-pernik yang dibutuhkan pada hari H. Saya begadang dikarenakan tidak bisa tidur akibat sakit kepala yang tak kunjung hilang sejak sore hari saat rapat terakhir panitia yang berlangsung sehari sebelumnya.

Sakit kepala yang cukup mengganggu ini membuat saya tak bisa tidur nyenyak hingga pagi harinya. Pikiran buruk pun mulai menghampiri. Bila sakit kepala ini tak kunjung membaik, saya terpaksa tidak akan datang ke acara penyambutan anggota baru FLP Jakarta. Saya sudah menyusun kalimat permohonan maaf dalam benak saya, jika memang saya benar-benar tidak bisa hadir. Di lubuk hati terdalam sebenarnya saya tidak tega meninggalkan tugas yang telah diamanahkan sebagai panitia. Akhirnya saya bangkit dan berusaha menghilangkan rasa sakit di kelapa. Alhamdulillah lama kelamaan sakit kepala ini berangsur membaik.


On the stage

Studium Generale Angkatan 20 FLP Jakarta diselenggarakan pada 29 Mei 2016 di Perpumda Kuningan, Gedung Nyi Ageng Serang. 

Tahun lalu saya menghadiri acara Studium Generale sebagai peserta angkatan 19. Kali ini saya menghadiri acara yang sama dengan predikat baru, yaitu sebagai panitia. Hehe...

Tugas saya di kepanitiaan tidak sulit. Saya hanya diminta untuk memastikan apakah semua teman-teman yang bertugas di pos masing-masing telah siap, hadir tepat waktu dan bersedia melaksanakan tugasnya dengan baik hingga selesai. Mudah kan? Dan saya pun mulai beraksi mengontak semua teman-teman yang bertugas melalui pesan broadcast (BC) di WA, sesering mungkin menanyakan kesediaan mereka semua sebelum hari H.

Maaf ya teman-teman yang kena jebakan BC dari saya, hehe. Mulai hari ini kalian akan tenang tidak akan menerima BC dari saya lagi :D 

Tugas selesai. Lalu apa yang harus saya kerjakan pada hari H? Rupanya Sang koordinator sie acara, Mba Iecha, telah menyiapkan tugas untuk saya selama acara berlangsung. Dan sekali lagi tugas ini tidaklah sulit. Saya hanya diminta untuk menjadi “tukang klik”, haha. Mudah sekali bukan? Saya hanya tinggal memencet tombol klik pada laptop yang telah tersedia. Namun saya tekankan pada Mba Iecha, jangan beri saya tugas lebih dari itu, karena saya tidak mengerti apa yang harus dilakukan pada laptop itu selain meng-klik :D

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al qur’an oleh Azizani dan Jamingatu. Dilanjutkan dengan sambutan dari Karina Anggara (ketua panitia), Arya Noor (ketua FLP Jakarta), Hari Wibowo (perwakilan dari perpumda, lokasi cara ini berlangsung).
Azizani & Jamingatu

ki-ka: Karina Anggara, Arya Noor, Hari Wibowo, Palris Jaya, Zaenal Radar, Sokat Rachman

Tema SG kali ini adalah “Menulis Itu Mudah”. Heem, sounds interesting. Materi dibawakan oleh para penulis kerBek (Keren Beken) jebolan FLP yang karyanya telah tersebar di mana-mana. Empat pemateri, empat karakter, empat gaya, namun satu tujuan, menginspirasi para penulis baru untuk semakin semangat menelurkan karya-karya tulisnya. 

Palrsi J Ippal, Zaenal Radar T, Taufan E Prast, Sokat Rachman. Empat cowok macho ini sukses membuka pikiran seluruh peserta yang hadir, tak terkecuali saya, bahwa menulis itu mudah, asal…

Menulis itu mudah, tapi ada syaratnya. Ikuti ketentuan, patuhi peraturan, begitu kata Bang Ippal. Pemateri pertama ini menceritakan lika-likunya menjadi seorang penulis. Sebelum naskahnya diterima dan dimuat di majalah, ia pernah mengalami penolakan selama enam tahun. Can you imagine? Apa jadinya kalau Bang Ippal berhenti menulis di tahun ke 5 atau di tahun ke 5,5? Eehm, mungkin kita tidak akan melihat karyanya hingga saat ini.

Berbeda dengan Bang Ippal yang sangat detil dan mematuhi kaidah penulisan. Bang Zaenal malah berusaha break the rule. Idealnya sebuah cerpen berisi kombinasi antara narasi dan dialog. Tapi tidak bagi Bang Zaenal. Peraturan itu tidak diindahkannya. Ia malah membuat cerpen yang berisi narasi dari awal hingga akhir tanpa dialog. Lain waktu ia membuat cerpen yang berisi dialog dari awal hingga akhir tanpa narasi. And it works! Cerpennya dimuat di berbagai majalah nasional.

Kalau ceritamu masih biasa-biasa saja, don’t you dare breaking the rule! (talking to the mirror in front of me)

Bang Ippal & Bang Zaenal
Next speaker, Sokat Rachman. Duh, ini mah mentor saya di buku “Wak Ali & Manusia Lumpur” kumpulan cerpen yang ditulis bareng oleh anggota FLP Jakarta lintas angkatan. Dan mendapat kesempatan untuk launching pada SG kali ini. Mas Sokat berpesan pada kita semua, kalau ingin jadi penulis harus banyak baca. Tapi jangan cuma baca karya-karya penulis yang sekarang-sekarang aja, baca juga karya-karya penulis di masa lalu. Dengan membaca karya sastra klasik, kita akan belajar bagaimana cara mereka membuka sebuah tulisan, bagaimana gaya Bahasa, ending, dsb.

Selain launching kumcer “Wak Ali & Manusia Lumpur”, pada kesempatan SG kali ini juga diadakan soft launching buku “ADAB” karya teman-teman dari Divisi Rohis FLP Jakarta.
Launching "Wak Ali & Manusia Lumpur"

Launching "ADAB"
Akhirnya kita sampai ke pemateri terakhir, Taufan E Prast. Penulis yang satu ini siap mengocok perut kita semua. Bukan, beliau bukan hendak melakukan stand up comedy di panggung sana. Tapi kita akan menyaksikan pemaparan beliau tentang menulis dengan kocak khas Kang TEP, begitu beliau biasa disapa.
 
Benar saja, selama sesi Kang TEP, saya tak henti-hentinya tertawa hingga berderai air mata, hiks. Sekocak apa pun beliau memaparkan materi, pasti ada pesan di dalamnya. Menulislah apa yang ingin kamu tulis. Kita boleh menguasai semua jenis tulisan, tapi fokuslah pada satu jenis tulisan yang kamu kuasai.

The closing

Bagian akhir acara ini ditutup dengan pengumuman-pengumuman. Hal yang satu ini selalu membuat saya excited, apalagi kalau pengumuman pemenang lomba :D

Sebelum acara SG diselenggarakan, divisi perpustakaan FLP Jakarta mengadakan lomba resensi bagi anggotanya. Dan pemenangnya adalaaah…saya sendiri, hehe. Alhamdulillah nambah lagi koleksi buku. Kali ini saya dapat buku terbaru dari anggota FLP Jakarta, Mbak Fisra, yang berjudul “Don’t Stop Exploring West Sumatra”. Senang sekali bisa mendapatkan buku Mbak Fisra ini. Terima kasih Mbak :)



Pengumuman selanjutnya adalah seputar kegiatan pramuda yang akan dijalani oleh para anggotanya selama enam bulan ke depan. Selesai pengumuman, akhirnya doa penutup pun dipanjatkan.

Tak lupa seperti biasa kita abadikan momen tahunan ini dengan berfoto bersama, baik peserta pramuda, pemateri dan panitia. Foto bersama satu angkatan pun tidak boleh ketinggalan. Bagi teman-teman senior, acara ini juga menjadi ajang reuni yang tidak lupa untuk diabadikan. Say cheeseers!!

The nineteenth squad

We Are FLPers
Terima kasih teman-teman pramuda yang sudah hadir di acara stadium Generale ini. Semoga kalian lebih semangat lagi dalam belajar dan produktif dalam menulis.



 

2 comments:

  1. Waaaah, pengen deh aktif di kegiatan keren kaya begini, Mba Nia. Ikutan duuuuns

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mba, ikut aja! Mau daftar? Klo mau, nanti aku sampein ke PJ-nya..

      Delete

Menghidupkan Kembali Rasa Kemanusiaan Yang Mati

Judul                : Sepotong Roti di Langit Tragedi Penulis              : Nia Hanie Zen, dkk. Penerbit            : Iluvia ...