Wednesday, 10 August 2016

Kata Mereka Tentang Habibie



ka-ki: Andi Makka, Nurmahmudi, Bambang Setiadi, Wendy Aritenang dan moderator Dala


Telah terselenggara acara bedah buku Habibie The Series dan Diskusi Publik Menggali Inspirasi dari 80 Tahun Habibie pada Ahad, 7 Agustus 2016 di Museum Mandiri, Kota Tua, Jakarta Barat. Pelaksana acara ini adalah FLP (Forum Lingkar Pena) yang tergabung dalam Friends of Mandiri Museum. Bekerjasama dengan The Habibie Center, Penerbit Tiga Serangkai, Museum Mandiri, Bank Mandiri dan Lembaga Kursus Bahasa Asing Euro Management.

Acara ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk menggali lebih dalam sosok Habibie terutama memperkenalkannya kepada generasi muda yang patut menjadi teladan penuh inspirasi dan semangat bagi anak muda Indonesia. 

Diskusi buku “Habibie The Series” sesi ke dua yang saya hadiri, mengangkat tema “Kepemimpinan BJ. Habibie Dalam Pengembangan SDM Indonesia”. Sesi ini menghadirkan para pembicara yang sangat mengetahui sisi luar dalam Pak Habibie. Mereka adalah Andi makmur Makka, Nur Mahmudi Ismail (mantan Menteri Kehutanan dan Walikota Depok), Wendy Aritenang (mantan Sekjen Dephub), Bambang Setiadi (Ketua Dewan Riset Nasional).


Para pembicara yang dekat dengan BJ. Habibie secara langsung menceritakan tentang keseharian dan keunikan beliau yang begitu membuat mereka semakin mengagumi sosok Habibie. 

Tahukah kamu mengapa hari kerja ditetapkan hanya lima hari dalam seminggu? Nurmahmudi mengungkapkan bahwa Pak Habibielah yang memotori pola kerja perkotaan menjadi lima hari, Senin sampai Jumat. Habibie lebih mengutamakan kinerja bukan absensi. 

Ada satu peristiwa yang membuat Nurmahmudi begitu mengagumi sikap kepemimpinan BJ Habibie, yaitu pada tahun 1998 ketika Nurmahmudi diamanahi tanggungjawab untuk memimpin sebuah partai, Partai Keadilan yang menjadi cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera sekarang. Bapak Habibie dengan terbuka dan legowo mengetahui anak buahnya memimpin partai lain, sedangkan Pak Habibie saat itu marupakan bagian dari Partai Golongan Karya.

Lain halnya dengan Wendy Aritenang, beliau menyayangkan mengapa setiap pergantian pemerintahan di Indonesia, maka pembangunan jangka panjang yang telah disusun oleh pemerintahan sebelumnya seolah terhenti dan berganti dengan kebijakan yang lain. Hal ini sangat bertolak belakang dengan parlemen Jerman yang sempat ia kunjungi dalam kegiatan study bandingnya. Pembangunan jangka panjang dalam pemberdayaan teknologi dan sumber daya manusia merupakan kesepakatan yang harus dilaksanakan di setiap pergantian parlemen. Jadi pembangunan tersebut tetap berjalan meskipun parlemen Jerman berganti-ganti.

Bambang Setiadi dalam diskusi kali ini menampilkan slide yang berisi testimoni-testimoni dari Pak Habibie. Karna dari Pak Habibielah ia jadi dikenal di dunia internasional dan mendapatkan banyak penghargaan. Penghargaan itu akibat kerja keras, begitu kata Pak Habibie. 

Sebuah cerita menarik berkaitan dengan sifat relijius Pak Habibie, pada saat Bambang Setiadi diminta untuk membuatkan agenda acara BJ Habibie di luar kota, bambang tidak menyadari kalau acara dibuat hari Jumat. Maka Pak Habibie meminta untuk dibuatkan agenda shalat Jumat di desa setempat. Hal itu membuat Bambang semakin menyadari bahwa bekerja tidak boleh mengesampingkan ibadah. Seperti kata Pak Habibie bekerja harus, berdoa juga harus.

Begitulah sifat-sifat Pak Habibie yang meninggalkan kesan mendalam bagi orang-orang di sekitarnya. Seorang pembicara berseloroh, Habibie walaupun kecil isinya otak semua. Saking jeniusnya sosok Habibie diibaratkan yang ada ditubuhnya adalah otak semua.

Acara bedah buku Habibie The Series dan Diskusi Public Menggali Inspirasi dari 80 Tahun Habibie ini merupakan rangkaian acara yang digelar oleh Friends of Mandiri Museum bersama dengan pameran foto Habibie yang telah berlangsung sejak 24 Juli hingga 21 Agustus 2016 mendatang.





2 comments:

  1. He he...Subhanallah ya...! Kerja tak melupakan ibadah...!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Semoga kita bisa mencontoh kerja keras dan tdk melupakan ibadah spt Habibie :)

      Delete

Menghidupkan Kembali Rasa Kemanusiaan Yang Mati

Judul                : Sepotong Roti di Langit Tragedi Penulis              : Nia Hanie Zen, dkk. Penerbit            : Iluvia ...