Thursday, 24 November 2016

Ily, The Additional Character




Setelah bertualang di klan bulan pada novel Bumi, kali ini, Harry, Ron dan Hermione, oops…masudnya Raib, Seli dan Ali, remaja SMA 15 tahun ini melanjutkan petualangan di klan matahari pada novel Bulan. Heem, ada yang aneh menurut saya. Setelah membaca seri selanjutnya dari novel Bumi, yaitu Bulan, saya masih dibuat bingung oleh keterkaitan antara judul buku dan isi cerita. 

Dalam novel Bumi, Tere menceritakan tentang dunia klan bulan dan tentunya setting lokasi lebih banyak di klan bulan dengan tokoh utama Ra yang keturunan klan bulan namun dibesarkan di klan bumi. Sedangkan novel Bulan menceritakan petualangan Ra dan sahabat-sahabatnya di dunia klan matahari yang tentunya bersetting di dunia klan matahari. Dan saya yakin di novel berikutnya, yaitu Matahari pasti akan bercerita tentang klan bintang. Ehm, agaknya kurang berkaitan sih isi cerita dengan judul bukunya, hehee. Oh, baiklah, mari lupakan bagian ini.

Membaca novel Bulan ini saya jadi teringat oleh salah satu film fantasi favorit saya, The Cronicles of Narnia: Prince Caspian. Film ini menceritakan petualangan empat bersaudara di dunia Narnia dengan satu additional actor yang menjadi orang ke lima dalam petualangan Narnia, yaitu Prince Caspian. Kehadiran Prince Caspian dalam film ini menambah kekuatan empat bersaudara itu dalam melawan musuh yang berusaha menguasai negeri Narnia. By the way, kamu tahu kan Prince Caspian itu yang mana? Oh, baiklah, akan saya tunjukkan fotonya :D

Prince Caspian

Begitu pun dengan novel Bulan. Tiga remaja ini, Ra, Seli dan Ali melakukan perjalanan menuju klan matahari dengan satu additional character, yakni Ily. Ily digambarkan sebagai pemuda yang gagah, tampan (yah, mirip-miriplah dengan Prince Caspian. Hanya saja Ily tidak berambut gondrong). Ily, anak dari Ilo, seorang yang menemani Ra, Seli dan Ali selama berada di klan bulan pada novel Bumi. Ily berusia sekitar 21 tahun, lulusan akademi klan bulan yang memiliki ketangguhan dalam bertarung hasil dari pendidikan yang sangat baik.

Petualangan mereka berempat diawali dengan perjalanan menuju klan matahari bersama Av dan Miss Selena untuk melobi para penguasa klan tersebut, agar mau menjadi sekutu dalam melawan kekuatan Tamus dan si Tanpa Mahkota yang masih berambisi menguasai klan bulan. Namun Ketua Konsil klan matahari tidak serta merta menerima kehadiran mereka. Sebagai syarat yang harus dipenuhi kontingen klan bulan harus menyertakan empat orang ke dalam kompetisi menemukan bunga matahari yang pertama mekar. Kompetisi yang cukup mematikan ini sudah terselenggara sejak ratusan tahun silam di klan matahari dalam menyambut festival matahari.

Av sebagai tetua dari rombongan klan bulan tidak setuju dengan ide itu. Pasalnya, Ra, Seli, Ali dan Ily tidak memiliki kemampuan bertarung dalam kompetisi yang mematikan ini. Sangat disayangkan, rupanya Ketua Konsil klan matahari tidak menerima alasan itu. Mereka berempat tetap harus mengikuti kompetisi. Dengan sangat terpaksa Av merelakannya. Entah apa yang akan terjadi dengan anak-anak itu dalam kompetisi yang terkenal mematikan ini. Walaupun Ketua Konsil mengatakan bahwa kompetisi ini sudah banyak berubah dari tahun-tahun sebelumnya, tetap saja kompetisi ini berbahaya bagi Ra dan teman-temannya.

Misi kompetisi ini mencari bunga matahari yang pertama kali mekar di seluruh negeri klan matahari. Ada sepuluh kontingen yang ikut dalam kompetisi ini. Sembilan kontingen merupakan para pemuda tangguh, terlatih dan berani yang sudah terbiasa bertarung dan sudah paham tentang kompetisi berbahaya ini. Sedangkan satu kontingen lainnya, yakni kontingen klan bulan hanya terdiri dari remaja biasa yang tidak memiliki keahlian bertarung apalagi pengetahuan tentang kompetisi ini. Tak ada pilihan, akhirnya Ra, Seli, Ali dan Ily menyetujui keputusan ketua konsil klan matahari untuk mengikuti kompetisi ini.

Perjalanan mencari bunga matahari yang pertama mekar ini membutuhkan waktu sembilan hari. Setiap kontingen pergi mencari petunjuk-petunjuk yang akan membawa mereka menemukan bunga matahari tersebut. Perjalanan mencari bunga matahari yang pertama mekar ini tidaklah mudah. Mereka harus menelusuri banyak medan sulit seperti; pegunungan, padang rumput berduri, hutan, tebing, sungai yang panjang, bendungan air raksasa, dinding pembatas yang kokoh yang tidak bisa dilalui. Tidak hanya itu, mereka juga harus siap menghadapi berbagai serangan dari binatang buas; puluhan gorilla raksasa yang mengamuk, ribuan burung kecil pemakan daging, tikus raksasa, jamur beracun, monster raksasa yang mendiami danau.

Setiap kontingen dalam kompetisi ini terdiri dari empat orang dengan binatang tunggangan masing-masing. Mereka menunggangi kucing, kelinci, salamander, angsa putih, serigala. Jangan salah, binatang-binatang itu hadir dalam ukuran yang tidak sama seperti binatang yang ada di bumi. Binatang tunggangan itu hadir dalam ukuran jumbo. Jadi silakan bayangkan seperti apa bentuk kucing, kelinci dan angsa raksasa :D. Kontingen asal klan bulan sendiri diberikan binatang tunggangan berupa macan putih dengan ukuran besar, bulu tebal dan auman yang menggetarkan. Tak butuh waktu lama, macan-macan putih itu menjadi sahabat Ra, Seli, Ali dan Ily menemani petualangan mereka mencari bunga matahari yang pertama mekar. 

Setelah melakukan perjalanan panjang dan melelahkan selama sembilan hari, akhirnya mereka menemukan tempat di mana bunga matahari pertama kali akan mekar. Tempat itu adalah peternakan lebah milik Hana-tara-hata, seorang nenek tua yang pernah kehilangan anaknya dalam kompetisi festival matahari ratusan tahun silam. Namun, itu bukanlah akhir dari kompetisi ini. justeru sebaliknya pertarungan yang sebenarnya baru saja dimulai. Ketua konsil klan matahari mendatangi tempat mekarnya Bunga matahari bersama anggota konsil pendukungnya. Fala-tara-tana IV, nama Ketua Konsil klan matahari, rupanya memiliki niat jahat yakni ingin melanggengkan ambisinya menjadi penguasa klan bumi dan klan bulan dengan bantuan si Tanpa Mahkota yang terpenjara di penjara Bayangan bersama Tamus.

Dari situ pecahlah pertarungan antara ketua konsil klan matahari dan pendukungnya dengan kontingen klan bulan. Ra berusaha melindungi Ali yang tidak memiliki kekuatan dari serangan petir Fala-tara-tana IV dan anak buahnya. Ily, miss Selena dan Av tidak tinggal diam, mereka semua bertarung dengan kekuatan masing-masing. Sayang, kekuatan mereka tidak ada apa-apanya dibandingkan kekuatan ketua konsil yang telah mengumpulan 400 bunga matahari selama 400 tahun festival matahari. Kontingen klan bulan terkapar tak berdaya melawan Fala. 

Ali yang berubah wujud mejadi beruang raksasa pun tak bisa mengalahkan Fala dengan kekuatan petir birunya. Ra berada dalam penguasaan Fala. Tubuhnya kaku tak bisa bergerak karena dikendalikan oleh Fala. Miss Selena dan Av juga tumbang. Seli masih tak sadarkan diri. Hanya Ily yang masih berdiri tegap meskipun sebenarnya tubuhnya sudah lelah oleh perjalanan Sembilan hari terakhir. 

Hana pemilik peternakan lebah itu berusaha membantu klan bulan dengan kekuatan ribuan lebahnya. Ia memanggil lebah-lebahnya untuk menyerang Fala. Ribuan lebah tersebut berhasil membungkus tubuh Fala dan menyengatnya. Ily berusaha mengambil bunga matahari yang telah dipetik oleh Ra dengan kendali Fala. Bunga matahari itu akan memenuhi perintah tuannya. Maka Ily memerintahkan bunga matahari itu untuk menutup lubang penjara bayangan yang hampir saja terbuka oleh perintah Ketua Konsil yang sempat memegang bunga tersebut. 

Dalam sengatan ribuan lebah, Fala masih sempat menyerang Ily dengan petir birunya yang dahsyat. Hal itu berakibat fatal bagi Ily yang sudah sangat lemah, tidak bisa melawan. Kejadian yang menyedihkan terjadi pada Ily, yang saya yakin banyak pembaca tidak menginginkan kejadian ini menimpanya. Tapi penulis mempunyai jalan ceritanya sendiri. 

Jika kamu mau tahu apa yang terjadi dengan Ily, bacalah sendiri novelnya, hehe..dan kamu akan mengetahui makna dari nama Ily yang akan membuatmu baper :D

Selain cerita petualangan seru Ra, Seli, Ali dan Ily di atas, saya mencoba mengambil sedikit pelajaran dari novel Bulan ini.

Pertama, Fala-tara-tana IV yang sudah menguasai negeri klan matahari selama ratusan tahun rupanya belum puas dan ingin terus berkuasa selama-lamanya. Gambaran manusia yang tidak akan pernah puas dengan apa yang ia dapat. Sekali berkuasa, tak ingin melepaskan kekuasaan itu. Demi kekuasaan yang abadi manusia melakukan segala cara untuk mewujudkan keserakahannya. 

Kedua, patuh pada pemimpin. Dalam kontingen klan bulan yang terdiri dari Ra, Seli, Ali dan Ily, dipilihlah Ra sebagai kapten dalam kelompok tersebut. Ily, meskipun berusia lebih tua dari Ra, dapat menerima dan mematuhi setiap keputusan yang diambil oleh Ra. Seli dan Ali pun selalu setia walau kadang berbeda pendapat. Dan Ra sebagai kapten tidak serta merta merasa berkuasa. Ia selalu meminta pendapat dan berdiskusi dengan kelompoknya dalam mengambil keputusan. Dengan begitu kontingen mereka walau termasuk paling lemah, tetap bisa bersatu dalam menghadapi segala rintangan dalam petualangan berbahaya sekali pun.

5 comments:

  1. Asyiik. Makin renyah baca resensinya nia. Thanks for sharing.
    Sy pun smpai skrg msh mikir ttg alasan tere liye memilih judul yg tdk terlalu nyambung dg fokus cerita di novelnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks, Afilin.
      Kira2 kenapa ya? Hehee...gmn klo kita tanya Bang Tere langsung :D

      Delete
    2. Thanks, Afilin.
      Kira2 kenapa ya? Hehee...gmn klo kita tanya Bang Tere langsung :D

      Delete
    3. Thanks Afilin.
      Kenapa ya? Gmn klo kita tanya Bang Tere langsung, hehee

      Delete
    4. Thanks Afilin.
      Kenapa ya? Gmn klo kita tanya Bang Tere langsung, hehee

      Delete

Menghidupkan Kembali Rasa Kemanusiaan Yang Mati

Judul                : Sepotong Roti di Langit Tragedi Penulis              : Nia Hanie Zen, dkk. Penerbit            : Iluvia ...