Wednesday, 8 November 2017

The Best Place To Escape





Sebelumnya saya sudah pernah datang ke tempat ini dulu semasa kuliah bersama teman-teman. Tapi dulu tidak sampai masuk ke dalam, hanya sampai halaman depan. Setelah puas mengambil gambar, kami pun pulang. Setidaknya ada bukti autentik bahwa kami pernah berada di sini 😁 tapi entah fotonya ada di mana sekarang 😢


Alhamdulillah hari ini dapat jatah libur kerja. Sempat bingung mau menghabiskan hari ini di mana. Ada beberapa pilihan yang sudah saya pikirkan dari semalam, yaitu Perpustakaan Cikini atau Perpustakaan Umum di Balai Kota Depok, warung makan Up Normal dan Masjid Kubah Emas.

Alasan memilih tiga tempat itu adalah:

💧 Saya sering berkunjung ke Perpus Cikini pada hari Sabtu atau Ahad. Bagi saya di sana cukup nyaman dengan berbagai buku yang tersedia, saya pun bisa menghabiskan waktu lama di sana. Kalau Perpus di Balai Kota Depok, sebenarnya belum pernah berkunjung ke sana dan ada keinginan untuk ke sana suatu hari nanti.

💧 Lalu, warung makan Up Normal. Akhir-akhir ini saya cukup sering melirik warung itu di internet. Ingin juga kapan-kapan mampir dan mencicipi makanan kekinian yang pas di kantong (katanya). Kebetulan di sini ada warung Up Normal terdekat. Sepertinya saya cukup tergiur mencoba menu yang ditawarkan. 

💧 Masjid Kubah Emas. Selama tinggal di sini saya belum pernah berkunjung ke sana, padahal lokasinya lumayan dekat dari rumah. 

Dan akhirnya pilihan untuk menghabiskan sebagian waktu hari ini jatuh pada Masjid Kubah Emas. Nama masjid ini sebenarnya adalah Masjid Al Mahri, tapi lebih dikenal luas dengan sebutan Masjid Kubah Emas, karena memang kubahnya berwarna emas (terbuat dari emas).

Masjid ini terletak di Meruyung, Depok-Jawa Barat. Hanya enam kilo dari rumah atau tujuh ribu rupiah naik GO JEK with GO PAY 😀

Masjid Kubah Emas ini sangat luas, dari pintu gerbang ke area masjid lumayan jauh. Tapi tenang saja, selama berjalan menuju area masjid kita disuguhi pemandangan kebun yang luas dengan berbagai tanaman cantik di dalam pot-pot indah. Jadi, selama berjalan kita bisa menyempatkan diri mengabadikan gambar dengan latar bunga-bunga yang cantik. Bukan hanya kebunnya yang indah, bangunannya pun megah dan sangat mengundang untuk diabadikan dalam kamera.



Setelah puas mengambil gambar di sekitar masjid, saya pun tergerak untuk membidik gambar di ruang dalam masjid. Saya begitu semangat memasuki ruangan masjid. Dalam hati, membayangkan pasti di dalam masjid sangat bagus. Hingga akhirnya saya menemukan tulisan “DILARANG BERPOTO-POTO DI DLM MASJID” pupuslah harapan mengambil gambar ruangan masjid. 


Sambil menunggu waktu zuhur di teras masjid, saya mengisi waktu dengan membaca buku yang saya bawa dan sesekali memperhatikan para pengunjung masjid ini. Rupanya ada serombongan ibu-ibu yang datang. Sebagian sudah berusia lanjut. Mereka sibuk berfoto mengabadikan gambar masjid dan gambar diri.

 
Baiklah, karena cuaca sudah mendung akhirnya saya memutuskan segera pulang. Alhamdulillah hari ini bisa mengunjungi salah satu tempat yang saya sebut the best place to escape is masjid.




1 comment:

  1. Jangan ke UP Normaaaallllll... mehongggg Niaaaaa.... sungguh, yang aku rekomendasiin untuk sekedar nongkrong itu sambil baca buku di ROpang 88.. di sana ada menu kopi Vietnamnya.. dan harga beneran murah....

    ReplyDelete

Menghidupkan Kembali Rasa Kemanusiaan Yang Mati

Judul                : Sepotong Roti di Langit Tragedi Penulis              : Nia Hanie Zen, dkk. Penerbit            : Iluvia ...