Thursday, 4 January 2018

JATUH BANGUN MEWUJUDKAN MIMPI DI INGGRIS




Judul               : Notes From England
Penulis             : Ario Muhammad dan Fissilmi Hamida
Penerbit           : Elex Media Komputindo
Terbit               : Desember 2017
Tebal               : 236 halaman

Selain menjadi tujuan wisata favorit, Inggris juga merupakan salah satu negara tujuan belajar favorit di seluruh dunia. Di sana tercatat beberapa universitas terbaik dunia, sebut saja Oxford University, Cambridge University, The University of Buckingham, University of Bristol, dan masih banyak lagi. Tahu artis Maudy Ayunda? Rupanya artis yang satu itu punya otak kelas dunia, buktinya dia bisa masuk Oxford University. Kenal Gita Gutawa? Penyanyi yang satu itu bukan hanya cemerlang dalam musik, tapi juga memiliki otak cemerlang, buktinya dia berhasil kuliah di Birmingham.


Tapi, bukan hanya dua artis itu saja yang berhasil kuliah di salah satu universitas kelas dunia di Inggris. Ario Muhammad dan Fissilmi Hamida, dua anak kampung yang memiliki otak dan semangat tidak kalah dengan dua orang artis di atas, berhasil mewujudkan mimpi sekolah di Inggris. Walaupun lahir dan besar di kampung, mereka tidak menyerah pada himpitan hidup. Semua berawal dari mimpi. Mimpi masa kecil yang mereka tanam dalam hati dan pikiran, hingga akhirnya terwujud dengan kerja keras, doa dan harapan.


“Benar. semua berawal dari mimpi. Namun, mimpi yang tidak diperjuangkan hanya akan berakhir menjadi seonggok khayalan. Seonggok imajinasi yang tak akan pernah terjadi.” (hlm. 3)

Ario yang berasal dari Kabupaten Halmahera Utara, berhasil meraih beasiswa PhD-nya setelah mengalami dua puluh lima kali kegagalan ketika melamar ke berbagai universitas di Eropa. Sedangkan Mimi- sapaan akrab Fissilmi Hamida- harus rela menelan kata-kata pedas yang tidak akan ia lupakan, “kalau nggak punya uang, nggak usah kuliah!” kata salah seorang petugas keuangan ketika Mimi meminta perpanjangan waktu untuk melakukan pembayaran uang kuliahnya.

Berbagai ujian untuk mewujudkan mimpi, mereka hadapi dengan kerja keras, sabar, doa dan ikhtiar, hingga akhirnya mereka pun merasakan buah manisnya sekarang. Kuliah di Inggris menjadi impian banyak orang. Tapi jika hanya bermimpi tanpa aksi, mungkin kamu tidak seserius itu untuk kuliah di Inggris.

Buku ini berisi catatan dua mahasiswa Indonesia yang melanjutkan kuliah di University of Bristol. Ario yang melanjutkan S3 dengan berbagai penelitian yang ditekuninya, dan Mimi yang melanjutkan S2 di jurusan TESOL (Teaching English to Speakers of Other Languages). Mulai dari kisah jatuh bangun dalam memburu beasiswa, mengikuti berbagai tes dan wawancara, diskriminasi oleh kaum mayoritas di Inggris, hingga keharuan yang membuncah saat sebuah senyum dan kebaikan yang tulus ditunjukkan oleh orang-orang yang tidak menyukai Islam.


“Teruslah menanam kebaikan, karena bisa jadi saat kita butuh pertolongan, Tuhan akan mengirimkan mereka yang berhati malaikat sebagai balasan atas segala kebaikan yang kita tanam” (hlm. 212).

Bagi kamu yang ingin melanjutkan sekolah di Inggris, buku ini bisa menjadi salah satu referensi tentang bagaimana menjalani kehidupan selama di sana. Tips seputar beasiswa, berbagai info tes dan wawancara hingga bagaimana menghadapi orang-orang yang berpandangan buruk tentang Islam, menambah wawasan dan membuka pikiran tentang dunia luar, khususnya Inggris.

Kritik saya untuk buku ini lebih kepada lay out bukunya. Menurut saya, lembar pemisah di setiap babnya akan lebih bagus berwarna merah, karena Inggris identik dengan warna merah, seperti box telpon yang menjadi ciri khas negeri ini. Juga masih terdapat beberapa kesalahan penulisan yang saya temukan. Satu lagi, setiap membaca sebuah buku, saya selalu penasaran dengan penulisnya. Maka, sebelum mulai membaca isi buku, biasanya saya akan langsung menuju halaman belakang untuk melihat profil penulis. Sayang sekali, begitu tiba di halaman belakang, saya tidak menemukan profil penulis yang saya cari.

Meski begitu, beberapa kekurangan yang saya sebut di atas, tidak mengurangi manfaat dari isi bukunya. Maka ambillah kebaikan dari buku ini dan mulailah beraksi mewujudkan mimpimu.   

No comments:

Post a Comment

Menghidupkan Kembali Rasa Kemanusiaan Yang Mati

Judul                : Sepotong Roti di Langit Tragedi Penulis              : Nia Hanie Zen, dkk. Penerbit            : Iluvia ...