Wednesday, 4 March 2015

Terbitkan Mimpimu

“Bang, lewat Wisma Bisnis Indonesia ga?”, tanyaku pada supir angkot yang sedang bercengkrama dengan seseorang. Ketika aku bertanya, pak supir agak kurang memperhatikan dan akhirnya dia tidak menjawab pertanyaanku. Tapi ada seorang wanita yang baik hati yang duduk di samping pak supir menjawab pertanyaanku.

“Mbak mau bareng? Kebetulan saya juga mau ke sana.” Jawab wanita itu sambil membukakan pintu depan mobil.


“Oh, mbak juga mau ke sana? Wah, boleh deh bareng.” Jawabku antusias. Senang sekali mendapat teman seperjalanan yang menuju ke tempat yang sama.

Setelah duduk manis di dalam angkot, kulihat ke arah wanita yang bersamaku diam saja dan kelihatannya dia tidak akan memulai percakapan. Untuk memecah kekakuan diantara kita, aku mencoba menegurnya lebih dulu. 

“Emang ada acara apa mbak di Wisma Bisnis Indonesia?”. Tanyaku.

Workshop menulis.” Jawabnya singkat.

Aku terperanjat mendengar jawabannya, karena aku pun akan menghadiri workshop menulis di sana. Senang sekali rasanya bertemu dengan teman baru yang tak dikenal dan memiliki tujuan yang sama. Jadi aku tidak perlu khawatir sendirian. Setelah itu percakapan kami pun mulai mengalir. Rupanya dia tinggal di Sukabumi. “Wah jauh sekali.” Pikirku. Tapi demi menerbitkan mimpi, dia rela pergi jauh di hari Minggu pagi, dimana ini adalah waktu untuk bersantai menikmati hari libur di rumah bersama keluarga.

Sejenak kami pun terdiam menikmati perjalanan yang cukup lancar di Minggu pagi yang agak mendung ini. Ya, memang kota Jakarta di pagi hari apalagi hari libur seperti ini, jalanan akan lebih lancar dibandingkan hari lainnya. Aku sangat menikmati perjalanan ini, terlebih lagi di mobil angkutan ini Pak supir memutar lagu favoritku, Westlife, salah satu boyband kesukaanku waktu sekolah dulu sampai sekarang. Lagu-lagu mereka sangat enak didengar dan aku menyukai hampir semua lagu-lagu mereka. Tanpa terasa bibirku ikut bergerak melantunkan lirik demi lirik yang memang sudah kuhafal sejak dulu. Tentunya dengan suara yang tidak bisa didengar oleh orang lain karena itu adalah tempat umum, hehe. Kudengar Pak supir juga ikut bergumam menyanyikan lagu itu, walaupun banyak lirik yang salah :D. Mendengarkan lagu favorit menjadi salah satu pembangkit semangat dan kebahagiaan pagi itu. Karena bahagia itu sederhana, mendengarkan lagu yang disukai adalah salah satu alasan membuatmu bahagia.

Tiba di gedung yang dituju kami langsung naik ke lantai 8 tempat acara workshop dilaksanakan. Begitu sampai di ruangan ternyata kami adalah peserta pertama yang datang. Setelah registrasi kami mendapatkan kupon untuk coffee break dan lunch. Sambil menunggu, aku melanjutkan berbincang dengan Mbak Hani teman seperjalanan tadi, sambil sedikit mengisi perut dengan snack yang aku bawa dan tentunya coffee break yang telah disediakan. Semakin lama semakin banyak peserta yang berdatangan. Tambah lagi kenalanku pagi itu, seorang wanita muda yang masih berkuliah di IPB namanya Bina. Dia datang bersama sepupu laki-lakinya.

Bina wanita muda yang penuh semangat ini sedang menjalani semester akhir dan menyusun skripsi. Dia juga bertekad akan menerbitkan bukunya tahun ini. Senang sekali berkenalan dengan anak-anak muda yang hebat dan penuh semangat ini. Ah, kami sudah semakin terbakar semangat dan tak sabar untuk mengikuti workhop menulis hari ini.

Aku menyukai dunia menulis kurang lebih satu tahun terakhir ini. aku sangat antusias jika mengetahui ada acara-acara yang berhubungan dengan dunia menulis seperti seminar, training, workshop, bedah buku, launching buku terbaru, dll. Dan hari ini adalah salah satu workshop menulis yang aku harap dapat membangkitkan semangatku untuk menulis lebih baik lagi.

Ada tiga pembicara dalam workshop ini yang memang sudah aku kenal sebelumnya, walau hanya di dunia maya, hehe. Mereka adalah para penulis, pengusaha, mentor dan trainer professional dan sangat ahli dibidangnya. Mereka adalah Rindu Ade, Brili Agung dan Dewa Eka Prayoga. Semua yang mereka paparkan sangat berguna bagi kami para penulis pemula. Mereka begitu bersemangat membawakan materi sehingga semangat itu pun menular ke para peserta.

Pesan dari para pembicara begitu melekat dibenakku. Mbak Rindu menyampaikan tentang bagaimana kita bisa menulis dengan hati. Tulisan dengan hati akan sampai ke hati, bawalah pembaca ke alur sehingga mereka seolah-olah merasakan pula apa yang kita tulisan. Terbitkanlah minimal satu buku sebelum mati. Setidaknya walau raga sudah terbungkus kain kafan, buku akan hidup selamanya, meskipun kita tidak memiliki harta untuk diwariskan, buku akan menjadi warisan yang begitu berharga.

“Penulis itu harus eksis di social media, kalau perlu buat akun disemua akun sosmed. Bukan agar supaya terkenal, tapi social media adalah wadah yang efektif untuk menjual buku kita, selain itu untuk menjalin kedekatan dengan pembaca lewat sosmed.” Itu kata Brili Agung, yang baru saja akan meluncurkan buku terbarunya yang berjudul "ME".

Terakhir dari Dewa Eka Prayoga yang 7 bukunya best seller semua walaupun harganya selangit, yaitu di atas Rp.200rb, can you imagine? Buku-buku Mas Dewa kebanyakan bertema marketing dan penjualan.

Mas Dewa menantang seluruh peserta untuk menyelesaikan naskah bukunya masing-masing. Seluruh peserta diajak untuk mendeklarasikan sebuah janji tentang kapan naskah kita akan selesai ditulis. Kemudian jika dalam waktu yang telah ditentukan naskah belum juga selesai, maka kita harus memberi hukuman pada diri sendiri. Masing-masing kelompok mendeklarasikan janjinya dan anggota kelompok yang lain menjadi saksi hidup untuk janjinya tersebut.

Mbak Hani berjanji akan menyelesaikan naskahnya pada tanggal 15 Juli 2015. Dan jika dalam waktu tersebut naskah belum selesai, hukumannya adalah lari keliling komplek sambil teriak-teriak. Haha. Mba Hani sanggupkah melakukannya? Semangat Mbak!!

Sedangkan janji Bina adalah menyelesaikan naskah pada 15 Desember 2015. Dan hukuman jika naskah tidak selesai pada tanggal tersebut adalah dia tidak akan makan fried chicken dan bakso selama satu bulan, karena itu adalah makanan favoritnya. Duuh, gimana rasanya tidak makan makanan favorit selama satu bulan. Ayo Bina! Kamu pasti bisa.

Aku sendiri masih bingung kapan harus menyelesaikan naskahku, memulai saja belum, ide ingin menulis apa, pun belum ada. Bagaimana aku akan menyelesaikannya? Baiklah, bagaimanapun aku harus mendeklarasikan janjiku. Inilah janjiku:

“Aku berjanji akan menyelesaikan naskah tulisanku pada tanggal 25 Mei 2015 (sebelumnya 30 Desember 2015, tapi sepertinya terlalu lama. Jadi aku revisi, haha..gaya banget ya mau cepat-cepat. Semoga bisa, aamiin). Jika pada waktu tersebut naskah belum selesai, sebagai hukumannya aku akan berhenti dari hiruk pikuk social media selama satu bulan. Baik itu BBM, WA, facebook, twitter, LINE, dll.”

Hehe…cukup berat ga ya hukumannya? Bagiku cukup berat, karena aku tidak bisa menjauh darinya. Oh NO!! berarti aku harus berusaha keras untuk memenuhi janjiku itu. bantu doa ya semua ^^

Sebelum penutupan acara, panitia membuka sesi tanya jawab dan bagi-bagi hadiah. Alhamdulillah aku mendapatkan buku dari Brili Agung dan foto bareng, hehe. Tapi fotonya sih tidak terlalu penting, yang paling penting adalah bukunya yang berjudul “Jangan Bodoh Mencari Jodoh”, ah, kenapa selalu tentang jodoh? Sepertinya kata yang satu itu sedang menjadi tren dimana-mana. Ok, baiklah. Mari kita baca bagaimana cara mencari jodoh versi Brili Agung ^_^

Selamat membaca. Selamat menulis. Selamat menerbitkan mimpimu. Bismillah.

  

2 comments:

  1. Hihihi, senang juga bertemu, berkenalan dan bersama Nia sama-sama belajar dan menerbitkan mimpi kita. Semangat ya, Nia! keep istiqomah ^_^ tulisan kamu bagus dan enak dibaca. Lanjutkan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuuahh,,,thank you so much Bina. Let's study together and make our dreams come true ASAP. BIsmillah, semangaaaatt!

      Delete

Peperangan Melawan Master Dragon

Judul                : Pergi Penulis              : Tere Liye Penerbit            : Republika Cetakan            : III, 2018 ...