Sunday, 9 October 2016

MATI SYAHID ALA ABANG SYAHRUL


Abang Syahrul dan Abang Zaid dengan aktifitas paginya, memberi makan kucing :D

Sabtu kemarin jadwalku silaturrahim ke rumah kakak di daerah Bekasi. Lama tak bertemu dengan ponakan-ponakan jagoan yang rupanya kangen juga sama aku (hehee, ciee ada yang kangenin).

“Tanteeee..tante ke mana aja sih? Tante nih pergi pergi terus!” tanya Syahrul, ponakanku yang duduk di bangku kelas 2 SD. Ditanya begitu aku pun tak bisa menjawab, hanya senyum mengembang yang  kulemparkan sebagai jawabannya.

Mulailah Syahrul dan Zaid (4 tahun) bercerita apa saja yang ingin mereka ungkapkan. Mulai dari mainan, lego, gambar, hingga rumah kardusnya. Aku menyimak dengan seksama satu per satu cerita mereka yang sekaligus sibuk dengan mainan yang berserakan memenuhi ruang tamu. Hingga tiba-tiba Syahrul bertanya sesuatu.


“Tante, tante cita-citanya mau jadi apa?”

Duh, udah tua gini masih ditanyain cita-cita! Gerutuku dalam hati. Aku mencoba berpikir jawaban apa yang bisa diberikan.

“Jadi apa ya? Eehm, jadi orang kaya aja deh,” jawabku sekenanya.

“Ih, tante. Masa jadi orang kaya! Itu mah bukan cita-cita,” Syahrul protes.

“Duh, apa dong? Kalo abang cita-citanya apa?” daripada tak bisa menjawab lebih baik aku balik bertanya pada Syahrul. Dan ia pun langsung menjawab panjang lebar.

“Syahrul mau jadi professor. Entar Syahrul mau ke Jepang terus bikin robot yang banyak. Abis itu, robotnya dikirim ke Palestina pake pesawat yang bisa terbang sendiri. Nanti robotnya bantuin orang Palestina perang lawan Israel. Kan enak perang lawan Israel. Nanti matinya mati syahid, terus bisa ke akhirat deh.”

Aku menyimak ceritanya dengan takjub sekaligus lucu. Takjub dengan kepeduliannya pada Palestina di usia yang masih sekecil ini. Lucunya, yang perang adalah si robot, lalu yang mati syahid pastilah robot itu, tapi ia bercerita seolah dia yang ikut berperang. 

“Wah, keren, bang. Bagus itu!” responku. Penasaran mengapa Syahrul ingin membantu Palestina melawan Israel. Aku pun menanyakannya.

“Emang kenapa abang mau bantuin Palestina perang lawan Israel?”

“Iya, soalnya Syahrul sukaaaa banget sama Palestina. Palestina kan baik,” katanya dengan wajah yang berseri.

Senyum dan anggukan kutujukan padanya. Ada rasa haru mendengar cita-citanya yang mulia, ingin membantu saudara-saudara kita di Palestina yang masih berjuang merebut kembali tanah airnya dari jajahan Israel laknatullah. Semoga Allah meridhoi dan mewujudkan cita-cita abang Syahrul. Aamiin.  

No comments:

Post a Comment

Belajar Dari Kisah Ulama Terdahulu

Judul                : Sunnah Sedirham Surga Penulis              : Salim A. Fillah Penerbit            : Pro-U Media Terbit ...