Wednesday, 21 March 2018

Cara Allah Menjaga Kita




Orang yang memiliki harta berlimpah, ia harus menjaga harta itu dengan hati-hati jika tidak ingin dicuri. Ia akan merasa was-was dan terus memikirkan hartanya. Hidupnya pun jadi tidak tenang. Lain halnya dengan orang yang berilmu, ilmu yang dimiliki justru yang akan menjaga si pemilik ilmu tersebut. 

Maka sangat penting bagi kita untuk menuntut ilmu, terutama ilmu agama Islam. dengan ilmu agama yang dimiliki, kita dapat melakukan amalan-amalan sesuai dengan tuntunan. Ilmu agama sangat bermanfaat tidak hanya di dunia tapi juga sebagai bekal di akhirat.


Dengan menuntut ilmu agama dan mengamalkan syari’at Allah dengan sebaik-baiknya, berarti kita telah menjaga Allah, menjaga agamaNya, menjaga syariatNya. Itulah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada kita seperti yang dikisahkan oleh Ibnu Abbas berikut ini:


Abu Abbas Abdillah bin Abbas r.a berkata, suatu hari aku berada di belakang Rasullah SAW, lalu beliau bersabda, “Wahai pemuda! Aku hendak mengajarimu beberapa kalimat: ‘Jagalah Allah maka Ia akan menjagamu; jagalah Allah niscaya engkau akan mendapatiNya bersamamu; bila engkau memohon sesuatu, mohonlah kepadaNya; bila engkau meminta pertolongan, minta tolonglah kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)


Lalu, bagaimana cara menjaga Allah? 

Menjaga Allah berarti mematuhi syari’at-syari’atNya dan menjauhi segala yang dilarang olehNya. Bila Allah memerintahkan kita untuk menutup aurat, lakukanlah dengan sempurna. Bila Allah memerintahkan jangan dekati zina, maka jauhilah. Jangan pacaran, jaga jarak dengan lawan jenis, jaga adab saat berinteraksi dengan lawan jenis. Menjaga Allah berarti menjaga ayat-ayatNya, yaitu Al-qur’an, dengan membaca, menghafal, mentadaburinya dan mengamalkan isinya.

Jadikan Allah tempat mengadu yang pertama saat kita ditimpa musibah, masalah, gundah dan sedih. Jika Allah menjadi tujuan pertama saat kita ditimpa kesulitan, respon dari Allah pun akan datang dengan cepat dan pertama. Tapi jika kita menjadikan Allah nomor sekian setelah kita berkeluh kesah kepada orang tua, pasangan, keluarga, sahabat dan teman, maka jangan heran jika pertolongan Allah pun datangnya belakangan.

Ajarkan kepada anak kita untuk meminta sesuatu hanya kepada Allah, bukan kepada orang tua, karena rezeki orang tua hanyalah dari Allah. Didiklah anak kita untuk meminta pertolongan hanya kepada Allah saat ia merasa dirinya terancam. Jadikan anak-anak kita seorang yang mandiri dan kuat yang hanya bergantung kepada Allah saja.

Kesalahan terbesar orang tua kepada anaknya adalah dengan mengatakan nak, kalau kamu mau apa-apa bilang sama ibu, kalau kamu butuh uang minta sama ayah, kalau kamu diganggu oleh teman-temanmu lapor guru, beritahu ayah.

Mulai sekarang ubahlah kata-kata kita menjadi nak, kalau kamu butuh apapun minta sama Allah, kalau kamu diganggu orang minta pertolongan Allah, berdoa pada Allah. Dengan begitu anak akan menjadi pribadi yang mandiri dan siap menghadapi masalah hidupnya dengan bergantung hanya kepada Allah.

Itulah tauhid. Penjagaan dan pertolongan Allah hanya datang bagi yang lurus tauhidnya. Allah tidak akan bosan sampai kita yang bosan, mintalah terus kepada Allah dengan harapan, keyakinan akan dikabulkan dan takut akan nerakaNya. Tapi satu hal, jangan bertanya kapan. Kapan Allah akan mengabulkan pinta kita? Jangan kau tanyakan.

Karena bentuk pengabulan doa dari Allah yaitu berupa tiga hal; diberikan di dunia sesuai dengan yang diminta, diberikan di dunia dalam bentuk yang berbeda dan tidak diberikan di dunia melainkan dikabulkan di akhirat. 

Jadi, sudahkah kita menjaga Allah? Menjaga syari’atNya, menjaga agamaNya, menjaga ayat-ayatNya. Ingin sukses di dunia, sukseskan dulu syari’at Allah. Ingin bahagia di dunia dan di akhirat, hidupkan syari’at Allah.  



*kajian oleh ustazah Erika Suryani, Lc. ~ Masjid Daarut Tauhid Jakarta*






 

No comments:

Post a Comment

Belajar Dari Kisah Ulama Terdahulu

Judul                : Sunnah Sedirham Surga Penulis              : Salim A. Fillah Penerbit            : Pro-U Media Terbit ...