Wednesday, 13 January 2016

3M Untuk Sesuatu yang Hebat



Kamu suka baca buku gak? Nggak? Duh, sayang sekali. Oke. Sebelum kamu suka membaca, ada baiknya baca dulu cerita saya. Cerita tentang buku. Hehe.

Jadi saya mulai suka membaca itu dulu waktu SMA. Hah? Telat banget ya? Ya begitulah, haha. Awalnya ada seorang teman laki-laki yang meminjamkan saya buku cerita. Kalau tidak salah itu buku karya Enid Blyton, sayang sekali lupa judulnya. Ketika membaca buku itu, wah ternyata ceritanya seru dan akhirnya saya ketagihan. Keesokan harinya saya pinjam lagi buku lain dari dia. Lama kelamaan saya merasa tidak enak terlalu sering meminjam buku padanya, akhirnya saya memutuskan untuk membeli buku sendiri.


Berhubung saya masih sekolah dan uang jajan pun pas-pasan, saya harus menunggu lama untuk bisa membeli buku. Saya menyisihkan sedikit uang jajan demi bisa membeli satu buku. Dan mau tau buku pertama yang saya beli? Taraaa…buku pertama saya adalah kumpulan cerita-ceritanya Hans Christian Andersen, parahnya buku itu dalam Bahasa Inggris. Haha. Lumayan ekstrim ya. Baru aja suka membaca yang dibeli malah buku berbahasa asing. Jadi dulu waktu sekolah suka banget pelajaran Bahasa Inggris, lalu saya menemukan buku itu pertama kali sewaktu hunting buku. Jadilah itu cinta pertama saya pada buku.

Seiring waktu berjalan dan sudah lulus dari SMA kemudian bekerja, akhirnya saya bisa membeli buku sesuai yang saya mau dari uang gajian. Hampir tiap bulan uang gaji yang saya terima selalu disetor ke toko buku alias jajan buku, hehe. Ada cerita menarik yang saya alami berkaitan dengan jajan buku. Sewaktu saya mengunjungi toko buku favorit di bilangan Matraman, ternyata saat itu sedang ada diskon 30% for all books and stationary. Wah, saya excited banget dong, seperti melihat harta karun, emas berlian di depan mata (padahal sih belum pernah nemu harta karun seumur-umur, hehe).



 
Saya merasa beruntung sekali hari itu. Tanpa sengaja berkunjung ke toko buku dan ternyata sedang ada diskon yang menggiurkan. Gimana nggak menggiurkan? Saya bisa dapat 7 buah buku hanya dengan mengeluarkan uang sebesar seratus tujuh puluh ribu rupiah saja. See? How lucky I was. Itu serasa surga banget deh pokoknya. Pulang ke rumah dengan hati senang, senyum merekah tiada tara. :D

Saking seringnya saya membeli buku, maka tidak heran buku saya pun menumpuk memenuhi kamar. Sampai teman-teman kerja saya hafal betul dengan hobi saya, yaitu membaca. Setiap selesai pekerjaan dan masih ada waktu senggang sebelum pulang kantor, bisa dipastikan bukulah yang menjadi teman menunggu waktu pulang.

Bisnis buku juga pernah lho saya lakukan. Sebenarnya tidak pantas disebut bisnis, karena saya melakukannya hanya iseng. Mengetahui saya suka baca dan koleksi buku cukup banyak, seorang teman menyarankan saya untuk menyewakan saja buku-buku yang saya punya. Idenya cukup menarik dan saya pun menyambutnya antusias. Biaya sewanya tidak mahal, hanya lima ratus rupiah per buku per hari. Setelah saya sebarkan ke teman-teman tentang penyewaan buku yang saya miliki, ternyata banyak juga yang tertarik untuk menyewa buku saya. Saya senang sekali menjalaninya. Lumayan, uang yang terkumpul bisa dipakai untuk membeli buku lagi.

Tidak banyak orang-orang di sekitar saya yang suka membaca. Padahal begitu banyak manfaat yang bisa didapat dari membaca. Ah, semua orang pasti tau, membaca buku dapat menambah wawasan, memberi efek positif dalam berpikir dan tentunya meningkatkan kecerdasan. Satu lagi efek positif dari banyak membaca, yaitu dapat menjadi guru bagi anak-anak kita kelak. Tau nggak? Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya, karena pertama kali anak akan belajar dengan ibunya sebelum masuk dan belajar di sekolah. Nah, saya pikir wanita wajib banget suka membaca, supaya bisa menjadi guru yang baik buat anak-anaknya.

O, ya. Selain manfaat membaca yang telah saya sebutkan di atas, satu hal yang tidak bisa dihindari adalah dengan membiasakan membaca, kita jadi punya sense untuk menulis. menulis apa saja yang kita tau dari hasil membaca. Bukan tidak mungkin kita bisa menjadi seorang penulis juga. Alhamdulillah, dari hasil kegiatan rutin membaca yang saya lakukan, telah menghasilkan beberapa buku antologi. Saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan memublikasikan tulisan saya dalam bentuk buku.

Tulisan saya dalam buku antologi Ramadhan In Love

Sangat disayangkan jika manfaat positif dari membaca itu tidak dirasakan oleh seluruh masyarakat. Kalau diperhatikan, masyarakat lebih senang menggunakan waktunya untuk menonton TV. Tayangan TV yang begitu beragam, mulai dari anak-anak hingga kakek nenek, sangat memanjakan dan melalaikan kita dari aktivitas positif lainnya. Padahal waktu menonton TV bisa digunakan untuk membaca buku.

Banyak orang yang mengatakan tidak punya cukup waktu untuk membaca. Hei! kita kan sama-sama punya waktu 24 jam, gak ada yang lebih atau kurang dari itu. Tak perlulah mengkhususkan waktu tertentu untuk membaca, jika memang terlalu sibuk. Kita bisa melakukannya kapan dan di mana aja. Menunggu adalah waktu yang tepat untuk mulai membaca, menunggu bus, menunggu antrian di loket atau tempat umum lainnya. Membaca juga bisa dilakukan di dalam kendaraan seperti; kereta, bus, angkot menuju tempat kerja atau menuju kemana pun. Hal itu mudah saja dilakukan jika ada keinginan yang sungguh-sunggu demi menjalankan kebiasaan baik.

Buku yang dibaca juga bisa bersumber dari mana saja. bisa pinjam dari teman, kunjungi perpustakaan dan toko buku. Yang pasti harus dicamkan, kita tidak harus membeli buku jika memang tidak ada budget untuk itu. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan buku yang kita mau. Apalagi sekarang jaman yang serba digital. Banyak buku yang bisa diunduh dari gadget. Belum lagi banyak bazar atau pameran buku murah yang rutin diselenggarakan tiap tahunnya.

Selain itu, banyak event yang diselenggrakan oleh berbagai penerbit di Indonesia dengan tajuk giveaway. Berbagai jenis buku bisa kita dapatkan dengan gratis hanya dengan mengikuti event atau kuis dari penerbit-penerbit tersebut. Salah satu event yang sangat menarik diselenggarakan oleh Stiletto book yang memantapkan diri sebagai Penerbit Buku Perempuan. Wah, senang ya kita sebagai wanita, sampai penerbit pun ada khusus buat kita.

Jadi alasan apa lagi yang akan kamu cari untuk tidak membaca? Begitu banyak kemudahan dan kesempatan membaca yang terbentang. Yuk, mulai sekarang juga! Cari buku apa yang akan menjadi awal perubahanmu. Mumpung masih awal tahun, masih bisa membuat resolusi selama setahun ke depan. Ah, ini akan menjadi resolusi yang sangat menarik “Baca Buku”. Jangan tunda-tunda lagi! Niat baik itu harus disegerakan. 

Yuk baca buku! Jangan biarkan Indonesia menjadi Negara yang kebiasaan membacanya kurang. Kita harus mengubahnya. Caranya yaitu dengan menerapkan 3M; mulailah dari yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai sekarang juga!

Rukhaniyah
Facebook: Nia Hanie Hanie
Twitter: @nia_hnie
Instagram: @nia_hnie
E-mail: niahnie@gmail.com  


7 comments:

  1. cewek impian sy sebenarnya adalah yg suka baca dan jago nulis. Tentunya yg sholehah juga. Kok malah BaPer ya -_

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ciee~ siap siap Nia bakal banyak yang baper sama gara gara kamu :D

      Delete
    2. Jangan ada baper di antara kita :p

      Delete
  2. Aku juga suka kalap kalau liat diskon buku, Mba Nia

    ReplyDelete
  3. saya suka baca tapi sekarang jarang beli ><

    ReplyDelete

Menghidupkan Kembali Rasa Kemanusiaan Yang Mati

Judul                : Sepotong Roti di Langit Tragedi Penulis              : Nia Hanie Zen, dkk. Penerbit            : Iluvia ...