Friday, 8 January 2016

Jangan Mau Transit di Neraka




Wih, judulnya serem ya?

Transit atau singgah biasanya digunakan pada saat melakukan perjalanan. Transit di bandara ini, transit di stasiun itu, transit di terminal sana, transit di halte situ, barulah kita melanjutkan perjalanan lagi menuju tujuan akhir.

Nah, tapi ini kok transit di Neraka? Siapa juga yang mau transit di Neraka? Denger namanya aja gak sanggup, apalagi harus transit!

Tenang kawan, Nabi Muhammad Saw. dalam hadist riwayat Abu Hurairah, bersabda, “Setiap ummatku pasti akan masuk Surga, kecuali yang tidak mau. Sahabat bertanya, ‘Ya, Rasulullah, siapa yang tidak mau?’ Beliau Saw. menjawab, ‘mereka yang menaati aku akan masuk Surga dan yang menentangku, maka dia enggan masuk Surga.”


Dari hadist di atas, ternyata masuk Surga itu mudah kan? Tinggal pilih aja, mau menaati Rasul atau tidak. Dan sebagai ganjarannya sudah kita ketahui bersama.

Sebagai umat Islam, kita yakin bahwa Allah Swt telah menjanjikan Surga untuk hambaNya. Namun perlu diketahui ada dua cara menuju Surga, pertama jalur cepat dan melesat langsung ke Surga, kedua jalur lambat alias transit dulu di Neraka. Lalu, berapa lama waktu transit di neraka? Yang pasti setelah semua dosa dan maksiat yang dilakukan di dunia telah mendapatkan balasannya. Sebagai bahan perhitungan, satu hari di Neraka sama dengan 1000 tahun di dunia.

Ustadzah Erika Suryani, Lc. dalam kajiannya beberapa waktu lalu menceritakan proses pemindahan penghuni Neraka menuju Surga. Beliau mengatakan, setelah seluruh siksaan Neraka telah tertunaikan, sudah terbakar dan hangus semua kulit, daging hingga tulang-tulang manusia, penghuni Neraka itu akan dihidupkan kembali, ditumbuhkan dan dibersihkan di telaga Kautsar. Setelah itu barulah Allah Swt akan memasukkannya ke dalam Surga. Tapi tunggu dulu, mereka tidak masuk Surga begitu saja, melainkan terdapat label, cap atau stempel di bagian belakang bajunya yang bertuliskan “Mantan Penghuni Neraka Jahanam” dalam Bahasa Arab pastinya.

Astaghfirullah, mengerikan sekali.

Banyak orang atau mungkin diri kita sendiri pernah berseloroh begini, “Teman, kalau nanti aku tidak ada bersamamu di Surga, tolong jemput aku ikut bersamamu ya!”

Ungkapan itu bukan tanpa landasan. Mereka mengutipnya dari ungkapan berikut, “Ya, Rabb. Kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami.” Maka Allah berfirman, “Pergilah kamu ke Neraka, lalu keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang di hatinya masih ada iman walaupun sebesar zarrah.”

Masih mengutip kata-kata ustadzah Erika Suryani, Lc. Beliau mengatakan, jangan mau jadi yang dijemput tapi jadilah yang menjemput. Itu artinya berusahalah sungguh-sungguh agar kita tidak perlu mampir ke Neraka dan menunggu sahabat menjemput kita. 

Lalu bagaimana caranya agar kita tidak perlu transit di Neraka? Saya rasa teman-teman sendirilah yang lebih mengetahui jawabannya.

Semoga kita menjadi manusia yang pantas mendapat rahmat dan ridho-Nya agar tidak perlu transit di Neraka dan mencicipi secuil cipratan apinya. Aamiin.

3 comments:

Belajar Dari Kisah Ulama Terdahulu

Judul                : Sunnah Sedirham Surga Penulis              : Salim A. Fillah Penerbit            : Pro-U Media Terbit ...