Wednesday, 29 October 2014

Ban Kempes? Cuek aja!


Bagi teman-teman yang hidup di kota metropolitan Jakarta pasti tidak asing lagi dengan angkutan umum yang namanya “metro mini”. Yups, angkutan dengan warna cerah mencolok ini banyak bertebaran seantero Jakarta. Sebagai salah satu angkutan umum “favorit”, metro mini ini banyak sekali peminatnya, mulai dari anak sekolah, mahasiswa, karyawan, pedagang, bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak sampai orang tua, semuanya naik metro mini, termasuk aku, hehe.


Sebenarnya agak kurang tepat sih kalau disebut angkutan “favorit”. Aku juga tidak setuju, tapi karena satu dan lain hal, alias tidak ada alternative angkutan lain yang lewat dekat tempat tinggalku di daerah Condet, yang ada hanya angkutan dengan corak merah-oranye yang meyala, terpaksalah aku menggunakannya sebagai alat transportasi yang selalu menemani perjalananku di Kota ini,,,#eaa…kalau saja ada angkutan yang lain yang dapat aku gunakan, metro mini akan jadi nomor kesekian yang akan aku pertimbangkan untuk menggunakannya.



Sebagai angkutan umum “favorit” dengan banyak paminat, sudah seharusnya setiap angkutan itu memperhatikan keselamatan para penumpangnya dan kondisi fisik angkutan itu sendiri. Teman-teman pasti juga tahu kan kalau banyak sekali kondisi angkutan umum di Jakarta ini yang tidak layak untuk beroperasi. Entah itu mikrolet, metro mini, bajaj, transjakarta, dst, tidak sedikit yang kondisinya sangat buruk namun masih tetap saja beroperasi. Padahal kondisi seperti itu sangat berbahaya bagi kita.


Selain kondisi fisik angkutan yang tidak baik, sepertinya para supir dan kernetnya tidak memperhatikan kondisi mobil sebelum beroperasi. Idealnya nih ya, sebelum mereka bekerja mengendarai mobil-mobil itu, seharusnya dicek dulu keadaan mobilnya. Misalnya, cek bannya, remnya, bahan bakarnya, dsb. Pastikan apakah semua dalam kondisi aman atau tidak. Semua itu kan demi keselamatan diri sendiri dan para penumpang. Jangan hanya karena ingin mendapatkan setoran yang banyak, tapi keselamatan jadi taruhannya. Sangat disayangkan sekali sikap yang seperti itu, tidak peduli keselamatan orang lain, hufftt…


Akibat fatal dari sikap yang tidak peduli dan merugikan orang lain baru saja aku alami beberapa waktu lalu. Seperti biasa aku menaiki metro mini, dan ketika sudah ditengah-tengah perjalanan tiba-tiba laju metro mini menjadi lebih pelan dan tidak seimbang sampai akhirnya berhenti ditengah jalan. Ternyata penyebabnya adalah salah satu bannya kempes. Sebelumnya Sang kernet sudah memberi tanda-tanda kepada supir kalau bannya kempes, tapi tetap saja mobil melaju tanpa peduli, sedangkan metro mini tersebut dalam keadaan penuh oleh penumpang. Aku sangat kesal dengan kejadian itu, bagaimana tidak? Apakah supir dan kernetnya tidak mengetahui kalau bannya kempes dari awal? Mungkinkah ban kempes itu terjadi secara tiba-tiba ditengah jalan? Apakah mereka tidak memeriksanya sebelum pergi? aaaggrrhhh.... 

nih dia penampakan ban metro mini yang kempes $#%@&*
Bukan hanya metro mini saja yang mengalami hal seperti ini, kendaraan umum lain juga banyak yang mengalaminya, dan kasusnya pun berbeda-beda, bukan hanya masalah ban kempes saja. Sebut saja TransJakarta yang keadaannya banyak yang sudah tua dan tidak layak beroperasi, mikrolet yang sering mogok karena mesin sudah tua, belum lagi mereka yang melaju dengan ugal-ugalan layaknya sedang berada di sirkuit F1. Sangat menegangkan, hufftt..sepertinya tidak usah jauh-jauh ke Dunia Fantasi untuk merasakan debarnya naik halilintar atau tornado, cukup dengan naik metro mini saja yang murah meriah, maka kita dapat merasakannya, haha..

Pantas saja orang-orang berbondong-bondong membeli kendaraan pribadi. Karena mereka tidak nyaman dengan kendaraan umum yang ada. Bagi mereka yang punya uang sah-sah saja jika ingin membeli kendaranan pribadi. Nah, bagi yang tidak punya uang, sepertinya harus siap dengan hal yang buruk sekalipun yang diakibatkan oleh angkutan umum. Dan semakin bertambah macetlah kota Jakarta dengan kuantitas kendaraan yang berlimpah ruah dijalan raya. Satu lagi, akan sia-sia saja seruan pemerintah agar naik kendaraan umum jika keamanan dan kenyamanan kita tidak terjamin didalamnya.


Yah, semoga saja dengan pemerintahan yang baru ini, segala sesuatunya menjadi lebih baik, terutama kendaraan umum dan fasilitas umum, bukan hanya di Jakarta tapi juga diseluruh Indonesia. Aamiin.

No comments:

Post a Comment

Belajar Dari Kisah Ulama Terdahulu

Judul                : Sunnah Sedirham Surga Penulis              : Salim A. Fillah Penerbit            : Pro-U Media Terbit ...