Thursday 28 January 2016

Menjadi Percaya Diri dengan Bertanya



Dulu saya termasuk anak rumahan yang jarang sekali pergi keluar selain ke kantor. Karena memang saya tidak punya banyak kegiatan yang mengharuskan pergi keluar rumah. Hari-hari saya sudah disibukkan oleh pekerjaan, Senin sampai Jumat kadang juga sampai Sabtu. Jadi begitu ada hari libur otomatis akan menghabiskannya di rumah, melakukan pekerjaan rumah, istirahat atau nonton DVD. Dengan jarangnya saya keluar rumah, saya jadi tidak banyak tahu jalan maupun tempat-tempat tertentu di Jakarta, padahal saya tumbuh dan besar di kota metropolitan ini.
 
Seiring berjalannya waktu, saya mulai memberanikan diri untuk pergi ke tempat-tempat selain yang biasa saya kunjungi. Tapi kepergian saya ke tempat-tempat tersebut bukan tanpa tujuan. Bergabung dalam beberapa komunitas dan aktif mengikuti berbagai kegiatannya, membuat saya punya alasan atau tujuan mengunjungi berbagai tempat. Tidak semua tempat saya tahu, ada beberapa lokasi yang memang tidak pernah saya kunjungi sebelumnya.


Mengunjungi tempat-tempat baru menjadi semangat dan tantangan tersendiri buat saya walupun bingung harus bagaimana menuju lokasi tersebut. Tapi kebingungan saya bukanlah alasan untuk tetap berdiam diri. Bila saya tidak tahu lokasi yang dituju, saya pasti akan menanyakannya dengan detil, seperti rutenya, kendaraan yang digunakan, turun di mana, ciri khas lokasi yang mudah dikenal. Saya menanyakan semua itu pada orang memang sudah tahu lokasinya atau saya bertanya di media sosial twitter.

Saya termasuk pengguna setia kendaraan umum. Berbagai kendaraan umum yang saya naiki menuju satu tempat ke tempat lainnya, mulai dari commuter line, Transjakarta, angkot, ojek, dsb. Sebelumnya saya sama sekali tidak mengerti bagaimana jika ingin menaiki commuter line dan Transjakarta, tapi sekarang transportasi itu menjadi teman akrab saya.  Selain bertanya pada teman atau media sosial, saya akan tetap bertanya pada petugas TJ, petugas commuter line, supir dan kernet angkot, tukang ojek yang sedang parkir sampai penjaga warung di pinggir jalan.

Saya akan bertanya pada siapa saja yang ada di jalan, karena kadang jawaban dari satu orang kurang jelas bahkan meragukan. Pernah ketika saya menaiki Transjakarta, saya bertanya pada petugas penjaga tiket rute menuju satu tempat. lalu untuk memastikan saya bertanya lagi pada petugas di dalam bus, ternyata jawaban mereka berbeda. Hal itu membuat saya bingung mana yang harus saya ikuti. Akhirnya saya mencoba meraba-raba rute mana yang lebih mudah.

Ada kepuasan tersendiri ketika sampai di lokasi yang belum pernah saya kunjungi dan bisa mencapainya dengan usaha hasil bertanya sana sini. Mengunjungi tempat-tempat baru selain menambah pengalaman tentang lokasi itu, manfaat lainnya saya jadi bisa menunjukkan jalan jika ada teman yang ingin menuju ke sana. dengan percaya diri saya akan memberitahunya, naik kendarann ini, turun di sini, lewat jalan ini, bla…bla…

Kendati kecanggihan teknologi saat ini dapat diandalkan untuk menuju lokasi dengan mudah dan cepat, jangan terpaku pada kecanggihan tersebut yang akhirnya membuat kita malas bertanya. Padahal tidak selamanya teknologi itu benar. Kita tetap perlu bertanya pada orang sekitar yang lebih paham dengan wilayah yang menjadi tujuan kita. Bertanya pada orang sekitar dapat melatih komunikasi, empati dan tolong-menolong sesama masyarakat.

Kegiatan bertanya ini membuat saya jadi lebih percaya diri dan tidak sungkan bertanya dalam hal apa pun. Saya termasuk orang yang agak sulit membangun komunikasi, tapi dengan semakin seringnya bepergian ke mana saja, saya pun terlatih untuk berkomunikasi dengan orang lain. Bertanyalah dalam hal apa pun dan kepada siapa pun, itu akan membuka pikiran dan menambah pengetahuan. 

Nah, pengalaman saya ini cocok banget ya sama temanya lomba blogging BNI "Mau Bertanya Nggak Sesat Di Jalan" dari pada tersesat tidak tahu arah, lebih baik bertanya deh


2 comments:

  1. saya nih selalu parno kalo jalan sendiri, karena kebiasaan bertaun2 ditemeni suami. akhirnya nyoba jalan sendiri pas acara blogger, alhamdulillah naik commuter line ternyata gampang kalo mau banyak nanya. Bahkan sempat disemprot nenek2 karena saya nanya sama dia dan dia gak tau hehe, jd pengen nulis juga niih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, intinya mah berani nanya. Insyaa Allah sampai dengan selamat. hehe...

      Ayo mba tulis aja! ^^

      Delete

Kumpulan Cerita Menghibur dan Sarat Makna dari Penulis Cilik

  Judul: Papa Idamanku Penulis: Farah Hasanah K. Dinda Rahmadhani, dkk. Penerbit: Indiva Media Kreasi Tebal: 143 halaman Harga: Rp...