Wednesday, 20 April 2016

SESUATU TENTANG JURNALISTIK






Fikih jurnalistik. Membaca judulnya membuat saya malas membuka buku ini. Pasalnya ini  bukanlah jenis buku yang saya suka atau minati. Berhubung ini adalah hadiah, maka saya harus membacanya. Sayang kalau tidak dibaca. Setidaknya saya berharap ada sesuatu yang dapat mengisi otak saya dari tipe buku yang tidak saya minati ini.

Beberapa teman yang melihat saya membaca ini, mereka berkata “wih, bacaannya berat, bo!” saya hanya membalas dengan “hahaha”.

Ada satu hal yang membuat saya mau membaca buku ini. Menurut bunda Helvy Tiana Rosa, jika seseorang ingin menjadi penulis, maka ia harus membaca 5 jenis buku, yaitu:


  •       Buku tentang agamamu
  •      Buku sastra 
  •       Buku situasi kontemporer
  •       Buku yang sesuai dengan minatmu

  •       Buku yang di luar bidangmu

Maka saya pun membaca buku jenis ke lima ini, di luar bidang saya.

Di era informasi sekarang ini, di mana sebuah berita dengan sangat mudah dan cepat beredar , membuat kita banyak mengetahui tentang suatu hal. Namun tidak semua berita atau informasi yang didapat itu akurat dan dapat dipercaya.  Begitu sebuah berita datang pada kita, dengan mudahnya kita percaya dan membagikan berita tersebut kepada orang lain, padahal belum tentu berita itu benar. Dalam buku ini dijelaskan bagaimana seharusnya kita menyikapi sebuah berita yang datang. Lengkap dengan penjelasan dari berbagai sumber dari ahlinya. 

Jurnalistik, manurut saya bukan hanya diperuntukkan oleh seorang yang berprofesi sebagai jurnalis, tapi juga oleh semua orang dengan profesi apa pun. Karena  dengan mengetahui seluk beluk jurnalistik, kita akan lebih bijak dalam menerima dan memberikan informasi apa pun kepada siapa pun.

Buku ini juga menyertakan berbagai jenis berita, kejahatan dalam dunia jurnalistik serta hukuman-hukuman yang seharusnya ditimpakan pada mereka yang melanggar kode etik jurnalis, baik hukum negara maupun hukum agama. Macam-macam bentuk kejahatan seperti ghibah, zina, tajassus, spionase, lengkap diuraikan beserta jenis-jenis hukumannya.

Setelah membaca buku ini saya sadar, betapa pemberitaan yang setiap hari kita konsumsi baik melalui televisi atau media sosial, tidaklah sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh agama maupun etika jurnalistik.

Dijelaskan bahwa sebuah berita kriminal tidak boleh disiarkan secara bebas dan berlebihan, karena dikhawatirkan orang lain dapat meniru kejahatan apa yang mereka lihat di televisi. Parahnya, hal ini pun dapat terjadi pada anak-anak. Mereka bisa saja mencontoh sebuah kejahatan yang tonton. Bayangkan dampak yang akan ditimbulkan dari itu semua. Mereka akan menganggap bahwa kriminalitas adalah sesuatu hal yang biasa dan bisa dilakukan oleh siapa saja.

Tapi apa yang terjadi di negara kita? Sebuah berita kriminal malah disiarkan dengan sedetil-detilnya. Bahkan bagaimana cara pelaku kejahatan melakukan aksinya, hingga alat-alat atau senjata yang digunakan dalam operasi kejahatannya tersebut, semua diperlihatkan secara gamblang. Betapa mengerikan!

Mungkin pegiat jurnalistik di negara kita belum membaca buku ini. Baiklah, kalau begitu saya rekomendasikan buku ini untuk warga Indonesia, baik ia seorang jurnalis atau bukan.

Selamat membaca ^^

No comments:

Post a Comment

Belajar Dari Kisah Ulama Terdahulu

Judul                : Sunnah Sedirham Surga Penulis              : Salim A. Fillah Penerbit            : Pro-U Media Terbit ...