Tuesday, 16 December 2014

Creative Writing Workshop: Travel Blog Writer and Photography

Masih dalam rangka acara Festival Pembaca Indonesia yang diselenggarakan pada tangga 6-7 Desember 2014 lalu. Salah satu rangkaian acaranya adalah Creative Writing Workshop. Kali ini aku akan berbagi sedikit ilmu yang didapat dari acara Creative Writing Workshop: Travel Blog Writer and Photography.

Saat ini travelling menjadi begitu popular di masyarakat kita. Kita dapat dengan mudah melakukan perjalanan baik dalam negeri maupun luar negeri. Penyebab dari populernya travelling saat ini adalah adanya kemudahan-kemudahan yang ditawarkan, mulai dari murahnya harga tiket pesawat, booking penginapan yang mudah, tempat-tempat wisata yang semakin banyak dan bervariasi, dll. Kemudahan-kemudahan tersebut didukung pula oleh perkembangan teknologi yang begitu pesat terutama pada perkembangan teknologi informasi. Informasi-informasi yang berseliweran dapat dengan mudah kita dapatkan melalui internet.


Tidak sedikit mereka yang hobi travelling mengabadikan momen-momen berharga saat travelling dengan menuliskannya disebuah blog dan diabadikan pula dalam lensa-lensa kamera yang ada. Sekarang ini banyak sekali terdapat blog-blog yang menuliskan tentang sebuah perjalanan lengkap dengan foto-foto yang sangat menarik.

Sama seperti kebanyakan orang, aku pun suka sekali jalan-jalan. Aku sempat jalan-jalan ke beberapa kota di Indonesia dan tentu saja aku menuliskannya di blog pribadiku. Teman-teman bisa membacanya di label “Travelling Notes”.
Workshop kali ini diisi oleh nara sumber yang oke banget. Anak muda yang kreatif, Maesy Ang dan Teddy W. Kusuma. Dan juga seorang fotografer professional Teguh Sudarisman.

Sesi pertama diawali dari Teguh Sudarisman yang menjelaskan tentang Travel Photography. Beliau menceritakan pengalaman-pengalamannya yang begitu menarik selama berprofesi sebagai fotografer disalah satu majalah. Selain itu dia juga menunjukkan banyak sekali koleksi foto-fotonya yang menakjubkan. Kebanyakan perjalanan yang dia lakukan menuju tempat-tempat lokasi dimana foto-fotonya diambil adalah gratis. Dia dibiayai oleh perusahaan untuk pergi melakukan liputan untuk majalahnya. Asik sekali bukan? Meskipun dalam rangka melakukan pekerjaan tapi sekaligus menikmati perjalanan juga.

Teddy (berdiri) dan Teguh (duduk)
Teddy, Maesy dan MC
Selain suka jalan-jalan, aku juga menyukai fotografi. Begitu melihat foto-foto yang ditunjukkan oleh Mas Teguh, aku sangt tertarik dan takjub, karena fotonya bagus-bagus sekali. Jika melihat foto-foto keren seperti itu, timbul rasa ingin juga mengambil gambar seperti itu. atau paling tidak aku berada di lokasi-lokasi tempat pengambilan foto-foto itu, hehe.

Foto-foto bagus yang dia hasilkan bukan semata-mata karena kamera yang mahal, keren, megapixel yang tinggi, tidak. Tapi dia hanya memakai kamera 6-8 megapixel saja, bahkan ada juga dihasilkan dari kamera poket. Intinya dia katakana bukan masalah kamera yang membuat sebuah foto itu bagus, melainkan bagaimana Sang fotografer berkreatifitas mengekspresikan keahliannya dalam mengambil gambar. Tips dari Mas Teguh dalam mengambil gambar yang bagus adalah pikirkan angel mana yang belum pernah diambil oleh fotografer atau orang lain. Wah sepertinya agak sulit tuh, hehe.

Puas melihat foto-foto keren, kita berlanjut ke Travel Blog Writer bersama Maesy dan Teddy. Mereka adalah penulis blog http://thedustysneakers.com. Mereka juga baru saja meluncurkan buku pertamanya yang bertajuk The Dusty Sneaker yang berisi kisah-kisah perjalanan travelling mereka.

Bagi penulis pemula biasanya sering menemui kesulitan dalam menemukan ide untuk menulis. Hal itu juga yang aku alami. Maesy mengungkapkan bahwa dalam menulis temukan hal-hal apa yang tidak membuatmu bosan, konsisten dengan apa yang kamu sukai, cari gaya bahasa yang paling cocok dengan karaktermu.
 
Salah satu yang disukai banyak orang saat ini adalah tulisan catatan sebuah perjalanan. Buatlah sebuah cacatan perjalanan yang unik yang tidak hanya sekedar menulis rincian perjalanan atau keindahan suatu tempat, tapi tulislah kisah-kisah apa yang dialami selama dalam perjalanan itu. tulislah semenarik mungkin dan beda dari tulisan pada umumnya.

Kalimat pembuka dalam sebuah tulisan juga mempengaruhi pembaca apakah mereka akan meneruskan bacaannya atau berhenti sampai disitu. Buatlah kalimat pembuka yang membuat orang penasaran, terkejut, sedih atau apapun yang menarik mereka untuk melanjutkan bacaannya. Ada tiga tipe kalimat atau paragraph yang dapat digunakan dalam pembukaan sebuah cerita, yaitu; menceburkan pembaca dalam aksi, pembukaan yang kontradiktif dan memulai dengan dialog.
 
Itulah sedikit teori yang aku dapat dari workshop ini. Pesan atau makna yang aku dapat dari paparan nara sumber adalah kejujuran dalam menulis. Menulis sebuah cacatan perjalanan adalah bentuk tulisan non-fiksi yang harus ditulis dengan jujur dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Jadi jangan sekali-kali menulis sesuatu yang tidak valid.

Setelah selesai materi yang disampaikan oleh ketiga nara sumber, seperti biasa mereka mengadakan kuis yang berhadiah kartu pos yang mereka dapat dari berbagai Negara yang di kunjungi. Dan aku mendapatkan salah satu kartu pos tersebut, wah senangnyaaaa ^_^ 

Happy Writing ^_^






No comments:

Post a Comment

Belajar Dari Kisah Ulama Terdahulu

Judul                : Sunnah Sedirham Surga Penulis              : Salim A. Fillah Penerbit            : Pro-U Media Terbit ...