Tuesday, 17 October 2017

GAGAL TOTAL



Rencana pergi trip berenam pun akhirnya gagal, dan kami hanya tersisa tiga orang saja. Kami memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan ke Pulau Seribu. Taksi online sudah dipesan dan tak lama tiba di lokasi kami. Segera kami meluncur menuju lokasi meeting point dengan travel penyelenggara.

Layaknya driver dan penumpang, kami pun mencoba mengobrol selama dalam perjalanan. Begitu mengetahui tujuan kami, yakni ingin menyeberang ke Pulau Seribu, driver pun langsung mengatakan bahwa tujuan kami salah. Jika ingin menyeberang ke Pulau Seribu biasanya orang-orang menuju Pelabuhan Kali Adem (Muara Angke). Kami tetap bersikeras menuju Muara Kamal saja, tapi si driver malah membuat kami merasa tidak yakin dengan tujuan kami. Selain itu kami juga memang tidak paham jalan dan rute daerah sana. Sedangkan si driver mengaku sangat hafal dan mengetahui daerah tujuan kami.

Baca juga kisah sebelumnya di Terancam Gagal

Kami pun diantar ke Muara Angke. Tiba di Muara Angke kami menyadari kalau driver hanya sok tahu dan dia sudah membawa kami menyasar ke tempat yang bukan tujuan kami. Kami menghubungi travel penyelenggara, ternyata kapal terakhir sudah berangkat dan kami positif tertinggal kapal. Sedangkan untuk kembali ke Muara Kamal sudah tidak cukup waktu.

Baiklah. Lupakan si driver yang sok tahu itu. Mungkin si driver merasa bersalah juga, ketika kami berikan ongkos sewa, ia hanya mengambil dua puluh ribu rupiah dari total tiga puluh tiga ribu rupiah. Kami berhenti di Muara Angke dan mencoba menikmati hasil kesasar yang entah bagaimana mengungkapkannya. Bagi kalian yang pernah menyambangi Muara Angke pasti tahu apa yang ada di sana dan itulah yang kami nikmati. Hahaha

Tanpa membuang waktu kami berkeliling Muara Angke hanya sekadar ingin tahu apa yang ada di sana, terutama bagi saya yang baru pertama kali ke sana. sambil “berjemur” di bawah sinar matahari yang menantang, kami pun mulai mengabadikan beberapa gambar. Kami bertiga tertawa atau lebih tepatnya menertawakan diri sendiri yang ternyata gagal pergi ke Pulau Seribu.




Meskipun kami batal menjelajah tiga pulau, kami tetap happy menjalani hari itu di Muara Angke. Atau mungkin hanya saya yang merasa begitu, entah bagaimana teman yang lain. Tapi saya lihat walau kecewa mereka tetap asyik meneruskan perjalanan. 

Inilah yang disebut “Kita boleh berencana, tapi Allah lah yang menentukan”. Sebaik-baik rencana yang dibuat manusia, jika Allah tidak berkehendak makan rencana itu hanya menjadi rencana yang takkan pernah terealisasi. Sebaliknya jika Allah sudah berkehendak, itulah yang akan terjadi pada kita meski tanpa rencana.

Takdir kami hari ini tidak di Pulau Seribu melainkan di kota lain, yang menjadi tujuan kami selanjutnya pada hari itu.

(bersambung)

#ODOPOKT14

4 comments:

  1. Suka fotonya 💙 drivernya ga liat maps ya? Hmm.. Iya, Allah yang menentukan meski aku udah print tiket dan nyiapin dresscode terbaik 😂

    ReplyDelete
  2. Lain kita cek dan rencanakan semua biar nggak sia-sia Mbak...#saran
    Apapun, ada yang masih bisa disyukuri :)

    ReplyDelete

Menghidupkan Kembali Rasa Kemanusiaan Yang Mati

Judul                : Sepotong Roti di Langit Tragedi Penulis              : Nia Hanie Zen, dkk. Penerbit            : Iluvia ...