Tuesday, 28 April 2015

Belajar Menulis Feature



Sebelum menerima materi ini, saya buta tentang jenis tulisan yang satu ini. belum lagi tahu apa-apa tentangnya, eh, sudah ada tugas yang menanti. Mau tidak mau saya harus belajar super kilat. Langsung saja saya mendatangi Si Mbah G- you know who :D dan meminta mantra-mantra ajaib yang bisa saya gunakan untuk mengerjakan tugas ini.

Namun ternyata pelajaran super kilat dari Mbah G tidak ada apa-apanya dibanding dengan paparan yang disampaikan oleh Mas Billy Antoro, hehe.

Yup, saya akan sedikit sharing materi yang disampaikan oleh Mas Billy tentang jenis tulisan feature, pada pertemuan Pramuda FLP yang ke-3 Ahad kemarin.


Feature adalah salah satu genre tulisan dalam dunia jurnalistik yang lebih menekankan pada perasaan manusia atau human interest, seperti; senang, sedih , gelisah, gembira, dll. Tulisan ini bertujuan untuk menggugah emosi, menghibur dan memunculkan empati dan keharuan. Feature dapat ditulis dalam bentuk profil seseorang, biografi atau catatan perjalanan.

Untuk menulis feature kita membutuhkan pengamatan dan wawancara dengan tokoh yang akan ditampilkan dalam tulisan. Karena tulisan ini salah satu jenis tulisan jurnalistik, maka semua yang ditulis harus berdasarkan fakta yang didapat dari hasil pengamatan dan wawancara tersebut, namun disampaikan dengan gaya yang ringan seperti halnya cerpen atau novel. 

Sama halnya dengan tulisan cerpen atau novel, feature juga mengandung unsur yang terkandung dalam dua jenis tulisan tersebut. Unsur-unsur tersebut adalah:

·         Tema
Tema yang akan diangkat bebas, mulai dari politik, social, kisah perjalanan, dll. Namun tetap menonjolkan perasaan seseorang atau tokoh yang dimunculkan.

·         Masalah atau konflik
Mengangkat tentang seseorang atau individu yang memiliki masalah. Perlu diingat di sini bahwa masalah bukan hanya sesuatu yang negatif atau sesuatu yang menyedihkan dan memberatkan seseorang. Tapi masalah juga bisa berupa suatu kegembiraan dan kesenangan yang diperoleh oleh si tokoh. Pilihlah orang-orang yang bermasalah sesuai dengan tema yang diangkat dan dapat diamati.

·         Tokoh
Tokoh yang ditampilkan dalam feature disarankan tidak terlalu banyak. Kita dapat memasukkan tokoh lebih kurang 5 orang. Orang-orang yang akan dijadikan tokoh biasanya adalah rakyat kecil atau orang-orang yang termarjinalkan, misalnya; loper koran, preman pasar, penggali kubur, buruh cuci, dll.  bukan orang-orang besar seperti artis atau pejabat. Tokoh utama yang diperkenalkan di awal tulisan, lalu dimunculkan kembali di akhir paragraf menjadi sebuah bingkai yang baik dalam sebuah tulisan feature.  

Tidak seperti tulisan jurnalistik lainnya yang berbentuk piramida terbalik, tulisan feature berbentuk gelombang, dimana kita bermain dengan perasaan yang dialami oleh tokoh yang naik turun antara sedih, senang, haru dan gembira. 

Feature haruslah merupakan sebuah tulisan yang informatif dan menghibur. Informasi yang disajikan dalam tulisan ini menjadi sangat penting, Namun dalam gaya yang tetap menghibur melalui permainan emosi tadi. 

Jenis tulisan feature terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya:

·         Judul
Carilah judul yang menarik yang membuat orang tertarik untuk membacanya. Judul sebuah feature tidak harus sesuatu yang mewakili isi tulisan, melainkan ucapan sang tokoh atau bagian dari kata-kata yang menarik yang terdapat dalam tulisan dapat diambil sebagai judul. 

·         Lead
Lead atau teras berita merupakan penghubung antara judul dan isi tulisan. Lead biasanya terdiri dari dua kalimat sebelum paragraf pertama. Lebih dalam mengenai lead bisa dilihat di sini https://osolihin.wordpress.com/2011/04/30/mencari-lead-menarik-untuk-penulisan-feature/

·         Tubuh
Tubuh ini merupakan isi dari tulisan itu sendiri. 

·         Penutup
Penutup dapat berupa kesimpulan, review atau akhir dari sebuah klimaks.

Bila ingin memulai sebuah tulisan feature jangan ragu untuk membuat peta terlebih dahulu. Buatlah peta mulai dari tema apa yang ingin diangkat, cari tokoh yang tepat sesuai dengan tema tersebut, rencanakan pengamatan dan wawancara yang akan dilakukan, pikirkan waktu yang tepat untuk pengamatan. Dalam melakukan pengamatan hendaknya terlebih dahulu menjelaskan kepada orang yang ingin diamati mengenai maksud dan tujuan kita melakukan itu.

Tulisan feature dapat dikenali dari 4 ciri atau alat berikut ini:

·         Adegan
Adegan adalah rangkaian perilaku, ucapan dan perbuatan tokoh yang terjadi dalam sebuah pementasan. Adegan ini terkait dengan ruang dan waktu. Sebagai contoh, ruang suatu adegan terjadi di sebuah rumah, kamar, gedung tua. Sedangkan waktu terjadinya, entah itu malam, siang, pukul 5 sore, jam sarapan pagi, dll.

·         Dialog
Dialog sangat diperlukan dalam sebuah feature. Dialog diambil dari kutipan langsung sang tokoh utama. 

·         Gunakan sudut pandang orang ke tiga
Karena feature lebih kepada menceritakan tentang seseorang, maka sudut pandang orang ke tiga lebih cocok untuk tulisan ini.

·         Detail
Gambarkan suasana dengan sedetail-detailnya. Jika kita mengambil setting sebuah gedung, gambarkan seberapa luas gedung itu, bagaimana struktur bangunannya, apakah bangunan itu baru atau lama, dst. Begitu pun dengan tokoh yang ditampilkan. Gambarkan cirri-cirinya, pakaian yang dikenakan, warnanya, bentuk wajah, dst.

Setelah mendapat materi tentang feature dan mengetahui cirri-cirinya, ternyata tugas feature yang saya buat masih jauh dari yang diterangkan di atas. Akhirnya saya dan tentunya teman-teman yang lain yang hadir hari itu mendapat pencerahan dari Mas Billy setelah beliau mengomentari tugas kami satu per satu.

Demikian sedikit materi yang dapat saya bagi kepada teman-teman. Semoga menambah pengetahuan kita tentang jenis tulisan yang beragam, terutama feature.
 
Contoh tulisan feature dapat dibaca di buku Modul Pelatihan Pramuda hlm. 125. Silakan dibuka bukunya :)

No comments:

Post a Comment

Belajar Dari Kisah Ulama Terdahulu

Judul                : Sunnah Sedirham Surga Penulis              : Salim A. Fillah Penerbit            : Pro-U Media Terbit ...