Wednesday, 15 April 2015

Sempurnakan Hijabmu




Pagi ini cerah sekali, Shani sudah siap menjalankan aktivitasnya hari ini. Dengan penampilan barunya yang sudah satu minggu ini dia jalankan, yaitu berhijab. Mama melihat kemeja Shani yang tergulung di bagian lengan, lalu mengintip kaki Shani yang belum ditutupi kaus kaki. Mama pun menegur Shani, 

“Shan, itu lengannya jangan digulung gitu dong”, “itu juga kaki, kaus kakinya mana? Dipake dong cantik.” Protes mama.

Shani yang ditegur begitu hanya menunjukkan wajah cemberut saja, sambil berkomentar, “Ah, mama. Bagusan digulung mah lengannya. Lagian juga kenapa sih harus pake kaus kaki? Yang penting kan aku udah pake jilbab, mah.”


Adakah diantara kita yang memiliki pengalaman seperti Shani? 

Masih sering dijumpai muslimah yang belum menutup seluruh auratnya dengan baik, terutama anak-anak remaja yang masih baru hijrah memakai hijab. Patut kita hargai usaha mereka untuk memakai jilbab. Usia remaja adalah usia dimana mereka senang dengan dunia fashion, apalagi saat ini marak fashion-fashion yang datang dari luar. Nah, mereka yang memilih untuk behijab sangat layak untuk kita apresiasi, meskipun belum sempurna.

Namun ketidaksempurnaan itu jangan dijadikan bahan untuk mencela yang akhirnya malah membuat mereka down dan tidak percaya diri dengan hijabnya. Biarkan mereka dengan gayanya masing-masing, dengan pilihan hijab yang disukainya, sampai mereka merasa nyaman dengan hijabnya.

Seiring berjalannya waktu, kita mempunyai kewajiban untuk mengedukasi para remaja yang belum sempurna dalam menutup aurat, terutama mereka yang ada di sekitar kita misalnya; keluarga, teman, sahabat. Pelan-pelan kita sampaikan pakaian seperti apa yang diinginkan oleh Allah Swt. Karena sejatinya kita berpakaian hanya sesuai dengan apa yang Dia mau, bukan yang kita mau.

Bukan hanya remaja yang baru hijrah saja yang belum sempurna menutup auratnya, kita pun yang sudah memakai hijab lebih dulu masih sering lupa untuk memakai kaus kaki. Padahal kaki itu termasuk aurat yang harus ditutupi. Kemudian lengan, masih ada saja yang suka menggulung lengan bajunya sehingga memperlihatkan aurat pada lengannya itu.

Saya yakin kita semua sudah hafal sekali bagian-bagian mana saja yang termasuk aurat wanita yang harus ditutupi. Yaitu adalah seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan wajah. Seperti yang terdapat pada hadist Nabi berikut ini.

“Asma’ binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah dengan memakai pakaian yang tipis. Maka Rasulullah pun berpaling dan bersabda. “Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haid (baligh), tidak boleh terlihat darinya kecuali ini dan ini. Beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya.” (HR. Abu Daud)

Marilah kita belajar untuk mematuhi perintahNya dengan sempurna. Saling menasihati dan jangan ada rasa yang satu lebih baik daripada yang lainnya. Karena tidak ada manusia yang sempurna, tugas kita adalah terus belajar untuk menyempurnakan iman.

No comments:

Post a Comment

Belajar Dari Kisah Ulama Terdahulu

Judul                : Sunnah Sedirham Surga Penulis              : Salim A. Fillah Penerbit            : Pro-U Media Terbit ...