Wednesday, 22 April 2015

Saya Pun Tak Tau Bagaimana Caranya Menulis



“Syarat untuk menjadi penulis ada tiga; yaitu menulis, menulis, menulis”

Ada beberapa orang yang bertanya pada saya, “Gimana sih caranya menulis?”. Jika ada pertanyaan seperti itu, saya bingung bagaimana menjawabnya karena saya pun tak tau bagaimana caranya menulis. Yang saya tau hanyalah mulai menulis. Tulis saja apa yang ingin kau tulis. Karena saya pun begitu. Jadi kalau ditanya bagaimana caranya, kiat-kiat, tips-tips menulis, saya belum tau banyak tentang hal itu karena saya bukanlah pakar dalam hal menulis.

Tapi saya selalu berusaha untuk menulis apapun itu yang terbesit dalam pikiran. Saya mengatakan pada mereka yang bertanya, bahwa cara untuk menulis ya mulai saja menulis. Lakukan setiap hari, konsisten pada apa yang akan kita kerjakan. Dengan menulis setiap hari kita jadi akan terbiasa dan mulai mengetahui dimana kelebihan dan kekurangan kita.


Beberapa orang bilang pada saya kalau menulis itu gampang. Tuangkan saja apa yang ada dalam pikiran, ide yang muncul, atau pendapat kita tentang sesuatu. Tapi yang jadi masalah adalah sebaik apapun ide yang ada dalam pikiranmu jika tidak kau tuliskan, maka itu hanya khayalan belaka. Tidak akan tercipta sebuah karya hanya dengan membayangkannya dalam benak kita.

Saya pun masih dalam proses belajar. Berusaha untuk selalu menulis setiap hari, meskipun kadang terlewatkan. Jika hari itu saya tidak mendapatkan ide atau sedang tidak bergairah untuk menulis, maka hari itu saya tidak menulis.

Para penulis senior mengatakan jangan menunggu mood baru kamu menulis, ciptakan mood itu sendiri. Tapi bagi saya itu bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Saya masih terbawa mood yang muncul dalam diri saya, belum bisa mengontrol atau menciptakan mood sendiri.

Meskipun begitu, keinginan untuk menulis tetap ada dan harus dibangkitkan setiap hari. Saya berusaha untuk melawan mood yang tidak baik, walaupun akhirnya saya dikalahkan oleh mood itu sendiri. Yah, saya tidak akan memaksakan diri jika tidak ada mood untuk menulis. Saya bisa menggunakan waktu itu untuk membaca. Itu yang saya lakukan, jika tidak mood untuk menulis, maka saya lebih memilih untuk membaca. Setidaknya membaca masih merupakan bagian dari dunia menulis.

Lalu ada juga yang bertanya pada saya bagaimana caranya agar tulisan kita bisa dimuat di media atau dibuat buku. Sementara saya tau orang itu belum pernah sekali pun membuat karya sebuah tulisan. Maka saya katakan padanya mulailah menulis dari hal-hal yang ringan yang bisa kamu tulis. Menulislah sesering mungkin, jadikan hal itu kebiasaan baru. Hindari dulu pikiran bagaimana caranya agar tulisan kamu dimuat di media atau dibuat buku. Jangan kau risaukan apakah ada yang membaca tulisanmu atau tidak, tak usah resah apakah tulisanmu bagus atau tidak. 

Yang penting menulislah terlebih dahulu. Jadikan kebiasaan menulis sebagai latihan sebelum nantinya tulisanmu benar-benar layak untuk dilirik oleh lingkup yang lebih luas.  Seiring berjalannya waktu, kamu akan mengetahui sejauh mana kemampuanmu menulis dan akan terus meningkatkannya hingga tulisanmu layak untuk dibuat sebuah buku atau dimuat di media.

Satu hal lagi, syarat untuk menjadi penulis adalah membaca. Membaca dan menulis adalah saudara kandung yang tidak bisa dipisahkan. Dengan banyak membaca, kamu akan bisa menulis dengan semakin baik.

Nah, mulai sekarang tidak usah lagi kau tanya bagaimana caranya menulis. mulailah menulis, menulis, menulis dan membaca, membaca, membaca. 

Happy writing ^^ 

No comments:

Post a Comment

Belajar Dari Kisah Ulama Terdahulu

Judul                : Sunnah Sedirham Surga Penulis              : Salim A. Fillah Penerbit            : Pro-U Media Terbit ...